EtIndonesia. Pada Senin (17/11/2025) waktu setempat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melakukan kunjungan resmi ke Prancis dan menandatangani sebuah memorandum of understanding (MoU) dengan Presiden Emmanuel Macron. Dalam kesepakatan tersebut, Ukraina akan memesan 100 unit jet tempur Rafale, sebuah langkah besar untuk memperkuat kemampuan militer jangka panjang Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
Pagi itu, Macron menyambut Zelensky di Pangkalan Udara Villacoublay.
Keduanya kemudian melakukan peninjauan langsung terhadap jet tempur Rafale, sistem pertahanan udara SAMP/T, serta berbagai sistem drone.
Dalam MoU yang ditandatangani, Ukraina sepakat membeli:
- hingga 100 jet tempur Rafale,
- 8 baterai sistem pertahanan udara SAMP/T,
- sistem radar,
- berbagai jenis drone,
- serta paket lengkap rudal dan bom berpemandu untuk kebutuhan pertahanan.
Program pengadaan besar ini direncanakan berlangsung selama sekitar 10 tahun, dan mulai berlaku tahun depan. Dalam konferensi pers bersama, kedua pemimpin membahas detail kesepakatan tersebut.

Presiden Macron menegaskan: “Setiap hari muncul tantangan baru, dan saya berharap perdamaian dapat tercapai pada 2027.”
Zelensky menuliskan dalam unggahan media sosialnya: “Pertemuan ini efektif dan sangat praktis. Kesepakatan ini memperkuat pertahanan kita dan membawa kita ke jalur keamanan yang penting dan bermakna.”
Dua sumber yang mengetahui perjanjian tersebut mengatakan bahwa kesepakatan ini akan membantu Ukraina mencapai target 250 pesawat tempur operasional.
Zelensky dan Macron juga dijadwalkan mengunjungi markas multinational force yang dipimpin Inggris–Prancis—sebuah satuan multinasional yang akan memberikan sebagian jaminan keamanan kepada Ukraina setelah gencatan senjata diberlakukan. (Jhon)
Sumber : NTDTV.com


