Kasus Yu Menglong Setelah Lebih 2 Bulan Kematiannya Semakin Ruwet : Ponselnya Lenyap, Gejolak Korporasi, dan Kencangnya Dugaan Tutup Mulut

Hampir dua bulan setelah kematian aktor Tiongkok Yu Menglong yang penuh misteri, gelombang laporan baru di dunia maya kembali memicu kemarahan publik. Mulai dari klaim bahwa ponsel sang aktor ditemukan di tangan seorang perempuan yang terhubung dengan kalangan bisnis elite, isu seorang eksekutif yang diduga “kabur” di tengah restrukturisasi perusahaan, hingga tudingan yang menyeret tokoh politik tingkat tinggi.

Bagian I — Ponsel Yu Menglong dan Dugaan Tutup Mulut Polisi

Menjelang akhir Oktober, warganet Tiongkok mengklaim menemukan informasi bahwa ponsel milik Yu—yang nomor teleponnya masih terhubung ke akun Weibo terverifikasi miliknya—telah dilacak berada di tangan seorang perempuan misterius di Distrik Chaoyang, Beijing. Temuan ini kembali memanaskan spekulasi publik mengenai kemungkinan adanya upaya menutup-nutupi oleh pihak berwenang.

Menurut penyelidikan kelompok media sosial “Goose Broadcaster Team,” nomor ponsel tersebut dilacak menuju kawasan mewah Shanglin Shijia di No. 1 Lin Cui Road, Chaoyang. Pelacakan itu mengarah kepada seorang perempuan berinisial Z.Y., yang diyakini sebagai Zhang Yan.

Tim tersebut mencoba melacak riwayat lokasi ponsel antara Agustus hingga 11 September 2025, namun mendapati bahwa hampir seluruh data dalam basis data IP kepolisian telah dihapus—menyisakan hanya beberapa entri yang menunjukkan alamat rumah Yu di Beijing.

Pengamat politik Li Muyang mencatat bahwa Shanglin Shijia merupakan “residensi mewah untuk kalangan dalam perusahaan milik negara—bukan tempat yang bisa dimasuki warga biasa.” Unit di kawasan tersebut kini dijual lebih dari ¥102.000 per meter persegi (sekitar US$14.000).

“Jika ponsel itu memang ada di kompleks tersebut,” kata Li, “pemiliknya hampir pasti figur berpengaruh.”

Yu Menglong di serial drama Eternal Love (2017)

Profil publik menunjukkan Zhang Yan merupakan lulusan Universitas Keuangan dan Ekonomi Guangdong dan pernah bekerja sebagai koordinator acara untuk ajang “Super Boy” tahun 2013—tahun yang sama ketika Yu ikut kompetisi tersebut dan menandatangani kontrak dengan Tianyu Media.

Zhang kini tercatat sebagai direktur eksekutif pada perusahaan film dan televisi Beijing Gaodianshixin, sementara pemegang saham terbesarnya, Zhang Lihua, menguasai 99 persen saham. Keduanya berbasis di Chaoyang—area yang sama dengan lokasi tewasnya Yu.

Kelompok “Goose Broadcaster Team” mempertanyakan sikap aparat:
“Mengapa ponsel Yu belum dikembalikan ke keluarganya? Mengapa log IP miliknya—dan para terduga—dihapus dari sistem kepolisian? Apa yang disembunyikan?”

Komentar publik pun meledak.
“Kalau ini kecelakaan,” tulis seorang pengguna, “mengapa datanya dihapus? Mengapa ponselnya disembunyikan? Ini jelas penghancuran barang bukti.”

Pengamat Qin Peng menyatakan bahwa penghapusan data dari sistem internal hanya bisa dilakukan oleh tingkat tertinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT).
“Siapa yang bisa menghapus log IP dari Kementerian Keamanan Publik? Hanya pejabat puncak,” ujarnya.

Tak lama kemudian, perhatian publik tertuju pada Wang Xiaohong, Menteri Keamanan Publik Tiongkok. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan seorang pelapor bernama “Lin Beichuan,” yang mengaku telah menlaporkan kasus itu namun justru ditahan selama dua minggu. Tudingan bahwa kantor Wang melindungi para tersangka pun merebak.

Seorang pengguna menulis:
“Polisi bukan lagi penyidik; mereka pelindung para pelaku.”


Bagian II — Gejolak Korporasi: Eksekutif ‘Qihui’ Menghilang

Drama terakhir yang dilakoni Yu Menglong berjudul Feud

Perkembangan mengejutkan lainnya datang ketika beredar kabar bahwa seorang eksekutif terkait Qihui Yishuguan—museum seni yang sering disebut-sebut dalam rumor penahanan Yu—tiba-tiba “menghilang.”

Pada 3 November, pengguna X bernama Pearl Chen menemukan adanya perombakan besar di sejumlah perusahaan dalam jaringan Qihui, termasuk Qihui Xingye (Beijing), Beijing Huadu Hotel Co., dan Beijing Hanggang Real Estate Development Co. Nama direkturnya, Guo Fang, digantikan oleh Qi Ning.

“Kenapa Guo Fang tiba-tiba disingkirkan?” tanya Chen. “Apakah ada kaitannya dengan kasus Yu Menglong?”

Dokumen daring menunjukkan bahwa Beijing Huadu Hotel Co.—operator Bvlgari Hotel Beijing—merupakan perusahaan patungan Wanda Group dan Bvlgari. Berbagai anak usaha Qihui berada di bawah Huadu, yang sepenuhnya dimiliki oleh BUMD Beijing Shoulü Group.

Guo Fang, lahir 1981, memegang banyak jabatan strategis, antara lain:

  • Direktur non-independen Quanjude Group (sejak 2022)
  • Direktur non-independen Wangfujing Group (sejak 2022)
  • Manajer umum pusat investasi Shoulü Group
  • Sekretaris Partai & CEO Beijing Shouhuan Cultural Tourism—investor Tiongkok untuk Universal Beijing Resort.

Li Muyang menilai jaringan bisnis dan politik Guo terlalu luas untuk seseorang seusianya, dan pengunduran dirinya serentak dari berbagai posisi “tampak seperti upaya menjauhkan diri secara cepat.”

Beberapa warganet berspekulasi bahwa Guo Fang mungkin memiliki hubungan keluarga dengan Guo Jinlong, mantan Sekretaris Partai Beijing.

Rumor lain menyebut Guo Fang “melarikan diri ke luar negeri,” meski belum ada konfirmasi resmi.


Bagian III — Tuduhan Terhadap Xin Qi

Fokus publik kini mengarah pada Xin Qi, figur misterius yang disebut-sebut sebagai pengendali Tianyu Media—agensi tempat Yu Menglong bernaung.

Sebuah komentar yang viral menyatakan:
“Kalau bosnya sendiri yang melakukannya—lalu kenapa?”
Pernyataan ini ditafsirkan sebagai sindiran langsung kepada Xin Qi, dan memicu kemarahan luas. Saham Mango Supermedia—induk Tianyu Media—bahkan anjlok hampir 13 persen pada pertengahan Oktober.

Rumor mengenai latar belakang Xin Qi pun bermunculan: mulai dari klaim bahwa ia adalah pejabat berpengaruh yang menanjak cepat sejak usia muda, hingga rumor tak terverifikasi bahwa ia merupakan anak tidak sah dari tokoh senior Politbiro PKT.

Di tengah spekulasi, perhatian beralih ke luka-luka Yu. Beberapa pengguna mengklaim bahwa Yu pernah “ditandai” di wajahnya dengan huruf —huruf yang sama dengan nama keluarga Xin. Potongan gambar yang beredar menunjukkan bekas samar di pelipis Yu dari program tahun 2020.

Li Muyang menyatakan:
“Xin Qi menggunakan segala cara untuk mengendalikan Yu Menglong. Ia dipukul, dihina, dipaksa diam.”

Sebuah video pendek diyakini menunjukkan Yu yang tampak ketakutan di lokasi syuting, dengan manajernya, Du Qiang, berdiri di sampingnya.
“Lehernya merah, ekspresinya bukan akting,” tulis seorang penonton.

Seiring isu menyebar, beberapa figur spiritual ikut memanaskan opini publik dengan klaim yang tidak terverifikasi bahwa “roh Yu” menyebut Xin Qi sebagai orang yang paling ia benci.

Bagi banyak warganet, kasus ini mencerminkan sisi gelap industri hiburan Tiongkok.
“Kalau dia hidup di negara lain,” tulis seorang penggemar, “Yu pasti sudah menjadi bintang besar—bukan korban.”

Li Muyang menutup dengan pernyataan keras: “Tragedi Yu Menglong mengungkap lebih dari nasib seorang artis. Ini membongkar mesin pemaksaan yang mengatur kehidupan di bawah Partai Komunis Tiongkok—sistem di mana bakat dieksploitasi, kebenaran dikubur, dan bahkan setelah kematian, suara tetap dibungkam.”


Sumber : Visiontimes.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine