Orang yang Tak Punya Semangat Berjuang, Selamanya Tak Akan Berhasil

EtIndonesia. Suatu hari, Neil mengunjungi gurunya yang sudah lama tidak dia temui sejak lulus. Sang guru sangat senang melihatnya dan langsung menanyakan kabarnya.

Pertanyaan itu justru membuat perasaan Neil yang penuh keluhan tiba-tiba meluap.

“Pekerjaan saya sekarang sama sekali tidak sesuai dengan jurusan yang saya pelajari,” kata Neil.
“Ada banyak waktu kosong, tidak ada tantangan, dan gajinya sangat rendah — hanya cukup untuk hidup seadanya.”

Gurunya terkejut.

“Kalau gajimu serendah itu, bagaimana bisa tidak ada pekerjaan yang bisa kamu lakukan?” tanyanya.

“Saya memang tidak punya banyak tugas,” jawab Neil pasrah. “Dan saya juga tidak mendapat kesempatan untuk berkembang.”

Guru itu menatapnya lama, lalu berkata:“Tidak ada yang membelenggumu. Kamu hanya terikat oleh pikiranmu sendiri.  Kalau kamu tahu posisimu sekarang tidak cocok untukmu, mengapa tidak belajar hal lain dan mencari kesempatan untuk melompat keluar dari situasi itu?”

Neil terdiam cukup lama sebelum berkata pelan: “Saya ini orang yang kurang beruntung, Guru. Keberuntungan baik tidak pernah datang kepada saya.”

Gurunya langsung menggeleng dan berkata dengan penuh kesungguhan: “Kamu sebenarnya melihat keberuntungan setiap hari, tapi tidak menyadarinya. Kesempatan selalu diambil oleh mereka yang rajin, yang berlari lebih cepat, dan yang berani berada di depan. Selama kamu bersembunyi dalam bayang-bayang, bagaimana mungkin keberuntungan menemukanmu? Orang yang tidak punya semangat berjuang… selamanya tidak akan mendapatkan kesempatan.”

Bagi seseorang yang menghabiskan waktu hanya untuk mengobrol kosong dan mengeluh, dia tidak akan pernah memikirkan tindakan nyata untuk mengubah hidupnya. Bukan karena dia tidak punya peluang — tetapi karena dia tidak punya dorongan untuk maju.

Ketika orang lain berlari mengejar masa depan, dia justru membuang waktu tanpa arah, tidak pernah memikirkan cara keluar dari kebuntuan. Akibatnya, yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan penyesalan.

Jika seseorang merasa nyaman dengan kemiskinan, tidak punya mimpi, dan menganggap kemiskinan sebagai keadaan normal, maka kekuatan yang seharusnya ada dalam dirinya akan mati perlahan. Dan ia akan terjebak selamanya dalam hidup yang kekurangan.

Kemiskinan bukanlah hal yang menakutkan. Yang menakutkan adalah pikiran yang miskin, serta keyakinan bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk miskin.

Sebab begitu seseorang mengizinkan pikiran miskin menguasai dirinya, ia akan kehilangan semangat berjuang — dan selamanya tidak akan bisa keluar dari bayang-bayang kemiskinan. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine