EtIndonesia. Setelah jeda sekitar dua pekan, ibu kota Rusia kembali dilanda serangan udara skala besar. Sirene peringatan meraung di tengah malam ketika Ukraina meluncurkan gelombang drone jarak jauh menuju Moskow, memaksa sistem pertahanan udara Rusia menembakkan rentetan peluru antipesawat sepanjang malam.
Menurut laporan intelijen sumber terbuka Defenders, serangan terjadi pada larut malam 19 November 2025. Ledakan dan tembakan antipesawat terdengar dari berbagai penjuru kota. Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, dua bandara tersibuk di Rusia—Sheremetyevo dan Vnukovo—menutup seluruh penerbangan hingga pagi hari.
Wali Kota Moskow, Sergey Sobyanin mengakui adanya serangan drone, tetapi menyatakan semuanya telah ditembak jatuh. Namun, tidak ada bukti visual yang dirilis pemerintah.
Sejak memasuki November, serangan Ukraina ke wilayah metropolitan Rusia meningkat tajam. Infrastruktur penting seperti rel kereta api, gardu listrik, hingga fasilitas energi menjadi target, menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah. Frekuensi penutupan bandara akibat ancaman drone kini lebih tinggi dibanding beberapa tahun terakhir digabungkan.
Ledakan Beruntun di Jantung Industri Energi Rusia
15–19 November 2025 — Krasnodar Krai & Wilayah Energi Lainnya
Rusia kembali mengalami kerusakan serius pada fasilitas minyak dan gas. Kilang Yersk di Krasnodar Krai, yang selama ini menjadi sasaran rutin drone Ukraina, kembali meledak pada 19 November 2025, memicu kobaran api besar yang terlihat dari beberapa kilometer.
Media Rusia MASH melaporkan bahwa dua kilang lain yang diserang pada 15 November 2025 telah menghentikan produksi sepenuhnya hingga akhir bulan. Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya 5–6 kilang minyak Rusia menjadi korban serangan beruntun Ukraina, mengganggu suplai domestik dan memukul ekspor minyak Rusia.
ATACMS Menembus Inti Wilayah Rusia: Serangan Simbolis ke Pogonovo
18 November 2025 — Voronezh, Rusia
Ukraina memperluas jangkauan perang dengan menargetkan lapangan latihan Pogonovo di wilayah Voronezh, lokasi simbolis yang dulu menjadi titik awal pengerahan pasukan Rusia sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022.
Pada 18 November 2025, Ukraina menembakkan beberapa rudal ATACMS buatan AS ke wilayah tersebut. Tidak seperti biasanya, serangan dilakukan pada siang hari, dengan rekaman memperlihatkan intersepsi rudal dan ledakan bertubi-tubi di udara.
Ini adalah salah satu serangan paling simbolis dan strategis:
- Pogonovo merupakan pusat pelatihan utama militer Rusia.
- Serangan ini merupakan peringatan langsung bahwa jangkauan Ukraina kini menembus lebih dalam ke wilayah inti Rusia.
- Penggunaan ATACMS untuk menyerang wilayah Rusia sebelumnya dilarang oleh Barat, namun kini pembatasan itu telah dicabut.
Beberapa pihak Rusia mengklaim Ukraina memakai rudal lokal Hrim-2, namun pernyataan itu bertentangan dengan konfirmasi resmi Ukraina.
Pertempuran Brutal di Front Timur: Kupyansk Hingga Donetsk Membara
Kupyansk – Situasi Sangat Kritis
Pertempuran di Kupyansk semakin intens. Rusia mengklaim merebut kawasan industri, stasiun kereta, dan beberapa jalan di bagian timur laut. Namun tidak ada bukti visual yang mendukung klaim tersebut.
Militer Ukraina menyatakan sebaliknya:
- Rusia telah terdorong hingga ke tepi timur Sungai Oskil.
- Jalur suplai utama Rusia berhasil diputus.
- Unit Rusia di sektor utara kini hanya mengandalkan suplai drone, mirip situasi kelompok militan di Afghanistan pada masa paling sulit.
Ukraina juga merebut beberapa area di utara dan timur laut, memaksa Rusia memperlambat ofensifnya.
Laporan Per Sektor Pertempuran
Novopavlivka
- Kolom serangan Rusia berisi 20 kendaraan lapis baja dihancurkan.
- Termasuk tank T-72, BMP-3, dan kendaraan infanteri lainnya.
Dnipro–Vydorovsk
- Rusia sempat maju di bawah perlindungan kabut.
- Ukraina melakukan serangan balik dan menghancurkan sedikitnya 8 kendaraan tempur.
Lyman
- Rusia menembus beberapa titik pertahanan, namun menderita kerugian besar.
- Drone FPV Ukraina mendominasi medan terbuka dan area hutan.
Siversk
- Rusia kehilangan banyak pasukan di posisi ketinggian utama akibat serangan drone Ukraina.
Huliayipole
- Rusia mencoba mengepung dari dua arah—timur dan timur laut.
- Jalan 0401, jalur logistik vital Ukraina, berada dalam ancaman serius.
Ukraina Serang Dua Pembangkit Listrik Besar di Donetsk
19 November 2025 — Donetsk
Dua pembangkit listrik utama, Zuivska dan Starobeshevska, menjadi sasaran serangan Ukraina.
Kerusakan mencakup:
- Transformator
- Sistem transmisi
- Ruang boiler
Akibatnya:
- 500.000 warga kehilangan listrik
- 65% populasi lokal terdampak
- Status darurat diberlakukan
Pokrovsk dan Zaporizhia: Medan Perang Semakin Memburuk
Pokrovsk
Kabut tebal di kota ini membatasi operasi UAV Ukraina, membuat ratusan tentara Rusia berhasil menyusup ke beberapa titik kota.
Namun kabut juga membantu Ukraina:
- Rotasi pasukan berjalan mulus
- Amunisi berhasil dipasok ke garis depan
Ukraina meluncurkan beberapa serangan ke Rocynsk, titik kritis jalur suplai Rusia. Namun tiga upaya sebelumnya gagal.
Zaporizhia
Situasi dianggap semakin berbahaya:
- Banyak pasukan Ukraina dipindahkan ke Pokrovsk.
- Pertahanan di Huliayipole dan Orikhiv sangat menipis.
- Pertempuran di Huliayipole digambarkan sebagai “neraka terbuka”:
unit Ukraina bertahan sampai seluruh pasukan gugur sebelum Rusia maju.
Tragedi ini disebut mirip pertempuran Vuhledar, di mana satu garis pertahanan bertahan hingga tidak seorang pun yang selamat.
Kesimpulan: Ukraina Menekan di Kedalaman Rusia, Rusia Menekan di Front Timur
Rangkaian kejadian antara 15–19 November 2025 menunjukkan:
- Ukraina kini menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia, menargetkan fasilitas energi dan pusat pelatihan simbolis.
- Rusia memperkuat tekanan di front timur, namun menghadapi kerugian besar akibat drone dan serangan balik Ukraina.
- Infrastruktur energi Rusia mengalami kerusakan terburuk dalam beberapa bulan terakhir.
- Bandara Moskow kini jauh lebih sering ditutup akibat ancaman drone.
Perang memasuki fase baru: Ukraina meningkatkan eskalasi ke dalam wilayah Rusia, sementara Rusia berusaha mati-matian mencapai terobosan di garis depan.


