Surabaya, – Sebanyak 132 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIPOL Unesa) mengikuti Training of Trainers (ToT) Edukasi Konservasi Air yang digelar oleh Menabung Air Foundation. Kegiatan yang berujung pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini bertujuan mencetak agen perubahan muda dalam menjawab tantangan krisis air melalui aksi nyata.
Kolaborasi strategis ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Dekan FISIPOL Unesa, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., dan perwakilan Menabung Air Foundation, Andi Widodo. Kerja sama ini mencakup program jangka panjang dalam edukasi lingkungan dan konservasi air.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi teoritis mengenai urgensi konservasi air dan strategi implementasi teknologi ramah lingkungan, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan 5 unit Lubang Resapan Biopori (LRB) di area kampus.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap praktik Lubang Resapan Biopori dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang diterapkan tidak hanya di kampus, tetapi juga di komunitas masing-masing,” tegas perwakilan MAF.
Prof. Dr. Wiwik Sri Utami menyambut positif kolaborasi ini. “Edukasi lingkungan merupakan bagian penting dari pembangunan sosial, dan mahasiswa harus terlibat aktif dalam solusi inovatif terkait isu air,” ujarnya.
Kedua institusi berkomitmen untuk terus bersinergi menghadirkan aksi nyata berkelanjutan. Harapannya, mahasiswa FISIPOL Unesa dapat menjadi “Biopori Hero” yang mampu mengedukasi dan menggerakkan masyarakat dalam praktik pelestarian lingkungan, khususnya konservasi air.


