EtIndonesia. Semakin banyaknya peralatan buatan perusahaan Tiongkok yang digunakan dalam infrastruktur publik Eropa mulai menimbulkan kekhawatiran serius.
Temuan terbaru dari Ruter, operator transportasi publik terbesar di Norwegia membuat seluruh benua tercengang: bus buatan produsen Tiongkok, Yutong Group, ternyata dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Uji Coba dilakukan di Tambang Bawah Tanah — Seharusnya Tidak Ada Sinyal Masuk
Tes ini dilakukan di dalam sebuah terowongan tambang bawah tanah, dengan tujuan memutus seluruh sinyal eksternal. Dua kendaraan diuji:
- Bus terbaru buatan Yutong Group
- Bus buatan perusahaan Belanda VDL, diproduksi tiga tahun lalu
Hasilnya mencolok:
Bus VDL tidak memiliki fitur koneksi jarak jauh.
Bus Yutong terbukti dapat terhubung dan dikendalikan dari jarak jauh, memungkinkan pembaruan perangkat lunak maupun kontrol sistem secara remote.
Secara teori, ini berarti operasional bus dapat diambil alih kapan saja melalui kendali eksternal.
Ruter: Fokus Beralih dari Kekhawatiran ke Penguatan Sistem Keamanan
CEO Ruter, Bernt Reitan Jenssen, mengatakan: “Setelah tes ini, perhatian kami bergeser dari kekhawatiran awal menjadi bagaimana menerapkan sistem keamanan yang konkret, agar kami terlindungi dari kendali jarak jauh yang tidak diperlukan atau potensi peretasan.”
Ruter mengumumkan bahwa mereka akan:
- Menerapkan prosedur keamanan yang lebih ketat
- Mengembangkan firewall khusus untuk memastikan semua fungsi tetap berada dalam kontrol lokal.
- Mencegah akses siber dari pihak luar.
Denmark dan Inggris Mulai Menyelidiki Bus Buatan Tiongkok
Setelah hasil pengujian dipublikasikan, Denmark dan Inggris segera menindaklanjuti dengan menyelidiki kendaraan buatan perusahaan Tiongkok.
Di Inggris, anggota parlemen Kearns memperingatkan dalam debat tentang “Ancaman Keamanan Nasional dari Tiongkok”:
“Norwegia dan Denmark mengingatkan kita bahwa bus listrik buatan Tiongkok dilengkapi sakelar pemutus ganda. Pemerintah Tiongkok bisa mengaktifkan sakelar ini untuk menghentikan bus dan menciptakan kekacauan dalam sistem transportasi.”
Kekhawatiran Eropa Meluas ke Sektor Energi dan Telekomunikasi
Temuan ini semakin memperkuat kecemasan Eropa terhadap meningkatnya penggunaan perangkat buatan perusahaan Tiongkok dalam infrastruktur vital seperti energi dan telekomunikasi.
Bulan lalu, sekitar 30 anggota Parlemen Eropa menulis surat kepada pejabat tinggi keamanan siber dan energi Uni Eropa, mendesak pengurangan ketergantungan pada inverter buatan Tiongkok.
Mereka memperingatkan bahwa inverter—alat yang menghubungkan panel surya ke jaringan listrik—dapat dimanfaatkan untuk mengacaukan sistem tenaga listrik dan mengancam keselamatan publik. (jhon)


