EtIndonesia. Kasus kematian misterius tokoh publik Tiongkok seperti Yu Menglong dan Luo Shuaiyu terus menjadi sorotan dan memicu pembongkaran fakta-fakta baru tentang industri organ manusia di negara tersebut. Di tengah isu makin meluasnya praktik “memperpanjang umur” dan “rejuvenasi” yang melibatkan organ manusia, masyarakat menilai Tiongkok telah menjadi “surga bagi orang kaya, tetapi mimpi buruk bagi rakyat miskin.”
Baru-baru ini, seorang dokter memberanikan diri tampil di media sosial dan membuka fakta mengejutkan terkait dunia transplantasi organ di Tiongkok.
“Organ Transplantasi Harus Diambil Saat Organ Masih Hidup”
Pada 16 November, platform X beredar sebuah video seorang dokter — identitasnya dirahasiakan — yang menjelaskan sebuah fakta yang jarang diketahui publik:
“Ada sebuah kebenaran yang mungkin akan mengguncang pemahaman kalian. Kita selalu berpikir seseorang bisa menyumbangkan organ setelah meninggal dunia.”
Tapi saya harus jelaskan: syarat utama transplantasi adalah organ harus diambil saat organ itu masih hidup.”
Ia melanjutkan: “Kalian tidak salah dengar. Organ harus tetap memiliki suplai darah, jantung masih harus berdetak ketika dada dibuka.
签过器官移植的人,看看视频,最好赶紧去取消掉,免得被大数据盯上 pic.twitter.com/LF3DAvzhIa
— 沧海一粟 (@jasmine201515) November 16, 2025
Selain kornea mata dan beberapa bagian seperti tulang atau kulit, hampir semua organ penting — hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal — tidak bisa digunakan setelah seseorang benar-benar meninggal dunia.
Jadi syarat utama transplantasi organ adalah: jantung pasien masih berdetak saat organ diambil.”
Pernyataan itu langsung memicu diskusi besar.
“Kematian Otak” Disebut Dibuat untuk Mengakomodasi Industri Organ
Seorang warganet yang mengaku ahli pengobatan Tiongkok dengan nama pengguna “中醫馬小平” mengatakan: “Standar ‘kematian’ yang sebenarnya adalah kematian otak. Dan konsep ini baru muncul setelah transplantasi organ pertama tahun 1950-an.
‘Kematian otak’ ditemukan untuk kebutuhan transplantasi organ.”
Beberapa warganet mengungkapkan kekhawatiran bahwa konsep “kematian otak” bisa disalahgunakan untuk mengambil organ dari pasien yang belum benar-benar meninggal.
Bahkan Luo Xiang, doktor hukum dari Universitas Peking, pernah memperingatkan:
“Jika perdagangan transplantasi organ dilegalkan, maka seseorang tidak lagi bisa mengontrol hidup matinya sendiri.
Karena mereka yang membutuhkan organ tidak mungkin mau menunggu Anda mati secara natural.”
Sejumlah warganet menilai:
- kampanye “donor organ adalah perbuatan mulia” mulai terasa sebagai “kejahatan besar tanpa batas”,
- ada motif gelap yang bersembunyi di balik narasi kemanusiaan,
- masyarakat harus lebih waspada dalam melindungi anak muda, terutama remaja, karena Tiongkok di bawah pemerintahan PKT semakin kehilangan kemanusiaan.
Komentar Warganet: “Seperti Monster di Journey to the West yang Minum Darah Anak Muda”
Salah satu komentar yang viral menyebut: “Setelah melihat kasus-kasus seperti ‘Yu Menglong’, kini saya sadar bahwa monster dalam Journey to the West yang minum darah manusia untuk jadi muda itu benar-benar nyata.
Kita sudah tahu dunia ini makin tak berperikemanusiaan… tapi tetap saja kita seperti domba yang menunggu disembelih.”
Banyak warganet meminta agar dokter dalam video tersebut dilindungi karena:
- berani berbicara,
- jujur,
- dan mempersiapkan masyarakat dengan informasi penting.
Pernyataan Terakhir Sang Dokter: “Tidak Ada Donor Organ yang Meninggal karena Kecelakaan Seperti yang Anda Bayangkan”
Di akhir video, dokter tersebut kembali menegaskan: “Kenyataannya, tidak ada yang namanya donor organ dari orang yang meninggal karena kecelakaan seperti yang kita bayangkan selama ini.
Sekarang Anda mengerti, bukan?”
Pernyataan ini semakin memperdalam kecurigaan publik terhadap jaringan transplantasi organ di Tiongkok — sebuah operasi raksasa yang dinilai banyak pihak sarat praktik gelap, penuh kerahasiaan, dan diduga melibatkan pihak berwenang. (jhon/asr)


