Sebuah Email dari Petinggi Stanford kepada Siswa yang Tidak Diterima

EtIndonesia. Sore ini, kantor penerimaan kami mengirimkan email kepada lebih dari 34.000 pendaftar yang berharap bisa menghabiskan empat tahun masa kuliah mereka di Stanford.

Meski saya sudah bekerja di bidang penerimaan mahasiswa selama 30 tahun, setiap akhir pekan seperti ini saya tetap merasa sedih memikirkan para siswa yang tidak mendapatkan kabar yang mereka impikan. Saya juga dapat memahami banyak orangtua yang mungkin merasa kecewa karena anak mereka—yang memiliki latar belakang akademik luar biasa dan nilai SAT yang sangat tinggi—tetap tidak berhasil diterima di Stanford.

Saya benar-benar memahami perasaan para orangtua itu. Saat putri saya menunggu keputusan penerimaan dari universitas dulu, saya pun mengalami kecemasan dan ketidakpastian yang sama. Anak-anak zaman sekarang sudah menanggung tekanan yang begitu besar. Karena itu, saya ingin membagikan tiga pemikiran kepada semua orangtua.

1. Semuanya bersifat relatif

Setiap tahun, Stanford harus menolak ribuan siswa berprestasi tinggi. Tidak diragukan lagi, sebagian besar dari mereka sepenuhnya memenuhi standar yang Stanford tetapkan. Faktanya, jumlah pendaftar yang memiliki GPA 4.0 mencapai empat hingga lima kali lebih banyak daripada jumlah mahasiswa yang akhirnya kami terima.

Andai saja ada rumus pasti untuk menentukan siapa yang layak diterima dan siapa yang tidak. Namun, memutuskan penerimaan bukanlah ilmu pasti — melainkan sebuah seni.

Setiap kelas ibarat sebuah orkestra, dan orkestra membutuhkan kombinasi instrumen yang tepat agar harmoni tercipta. Karena itu, meskipun seorang calon mahasiswa sangat hebat, “menambah satu pemain bas lagi” belum tentu yang dibutuhkan untuk keseimbangan keseluruhan.

Bahkan dalam tim kami sendiri, ada kalanya kami memiliki pendapat yang berbeda mengenai seorang pendaftar. Tapi yang ingin saya tekankan adalah ini:

Ditolak oleh Stanford tidak berarti dunia menolak nilai diri atau usaha Anda.

2. Lihatlah lebih jauh ke depan

Meski beberapa media menyebut generasi muda saat ini sebagai “generasi yang gagal”, dari ribuan berkas yang saya baca, saya bisa mengatakan dengan yakin: mereka luar biasa.

Umumnya, siswa-siswa yang tidak diterima di Stanford akan diterima oleh universitas-universitas besar lain yang setara.

Dan ini membawa saya ke poin berikutnya…

3. Pendidikan adalah yang membentuk seseorang

Tidak bisa dipungkiri, setiap universitas memiliki perbedaan dalam sumber daya. Namun, hampir semua kampus besar mampu memberi ruang, sarana, dan lingkungan yang luar biasa bagi mahasiswa untuk belajar dan tumbuh.

Saya teringat seorang lulusan SMA Sunnyvale, California, di tahun 1975. Dia mendaftar ke Stanford dan satu universitas lain. Ketika dia mengetahui bahwa dirinya tidak diterima di Stanford, dia sangat terpukul. Namun kemudian, dia diterima di UC Berkeley.

Dia kemudian melanjutkan ke MIT untuk meraih gelar doktor, menjadi peneliti di Carnegie Institution, serta profesor di Johns Hopkins University. Pada tahun 2003, dia bergabung dengan Stanford School of Medicine — dan pada 2006, dia memenangkan Hadiah Nobel.

Namanya adalah Andrew Fire.

Pada saat dia mendaftar ke Stanford, dia bukanlah orang yang dianggap “istimewa”. Hal serupa juga terjadi pada John Etchemendy, profesor filsafat Stanford saat ini — dia juga tidak diterima sebagai mahasiswa S1 Stanford.

Mereka sama seperti banyak orang hebat lain yang pernah ditolak Stanford, namun kemudian tetap meraih pencapaian luar biasa dalam hidupnya.

Ijazah Stanford hanyalah satu baris kecil di CV Anda

Gelar sarjana dari Stanford — atau dari universitas Ivy League mana pun — pada akhirnya hanyalah satu baris kecil di CV Anda dalam perjalanan hidup yang panjang.

Yang harus dipahami oleh para siswa dan orangtua adalah:

Entah Anda diterima atau ditolak, masuk universitas hanyalah satu batu penanda kecil dalam perjalanan panjang kehidupan. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine