Para Cendekiawan Mengungkapkan “Proyek Berusia 150 Tahun” PKT Bergantung pada Transplantasi Organ, Pengobatan Regeneratif Hanyalah Kedok

EtIndonesia. Belakangan ini, topik seperti “artis kembali muda”, “transfusi darah anak muda untuk memperpanjang umur”, serta isu bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) ingin “hidup sampai 150 tahun” terus menjadi sorotan. 

Virolog Amerika dan mantan Direktur Laboratorium Virologi Institut Penelitian Angkatan Darat AS, Dr. Lin Xiaoxu, dalam acara Wei Yu Kan Shijian mengungkap analisis mengenai rantai industri gelap PKT — mulai dari pengambilan organ secara paksa hingga eksploitasi berbagai sumber daya tubuh manusia di bawah nama “ilmu regeneratif”. Ia menyatakan bahwa klaim pemimpin PKT ingin hidup 150 tahun bukan tanpa dasar, dan pencapaiannya terutama bergantung pada penggantian organ.

Dr. Lin mengatakan bahwa untuk mencapai usia 150 tahun seperti yang diklaim, metode utamanya adalah transplantasi organ, sedangkan regenerasi medis hanyalah kedok atau “nilai tambah”. Intinya tetap pada transplantasi organ, yaitu terus-menerus mengganti organ tubuh. Dalam kondisi penuaan atau penyakit berat, satu-satunya cara untuk mengeluarkan racun dan hal-hal buruk dalam tubuh adalah dengan mengganti organ seperti ginjal atau hati. Dengan cara itu, kondisi energi tubuh dapat berubah. Di atas fondasi tersebut, barulah diterapkan metode “peremajaan” berbasis regenerasi medis agar penampilan terlihat lebih muda.

Sebelumnya, sebuah institut ilmu hayat di Kamboja diungkap memanfaatkan bayi dari praktik ibu pengganti untuk membuat “obat awet muda”. Perusahaan itu memiliki keterkaitan dengan Prince Group, dan PKT dituding terlibat dalam rantai industri gelap ini. Menanggapi hal tersebut, Dr. Lin menyatakan bahwa hal itu bukan isapan jempol, dan PKT kemungkinan adalah pihak yang benar-benar mengendalikan operasi tersebut.

Ia menegaskan, sejak PKT memulai pengambilan organ secara besar-besaran dari praktisi Falun Gong pada 1999, kolaborasi antara Kementerian Keamanan Publik, sistem peradilan, pengadilan, hingga rumah sakit memungkinkan dilakukannya operasi pengambilan organ besar-besaran. Dalam sistem yang sudah menjadikan manusia sebagai “tambang manusia” ini, menjalankan penelitian regenerasi medis, mengekstrak produk biologis dari tubuh manusia lalu menjualnya ke rumah sakit untuk keuntungan, sangat mungkin terjadi.

Dr. Lin mengungkap bahwa industri gelap ini memakai nama “ilmu regeneratif”, tetapi inti utamanya tetap pengambilan organ hidup. Ia menyebutkan bahwa pada 2023, terdapat 23 orang dari Malaysia yang pergi ke Kamboja untuk transplantasi organ — bukan ke negara-negara maju seperti AS, atau ke Tiongkok yang waktu tunggu organnya sangat singkat. Mengapa? Menurut Dr. Lin, selain karena tersedianya sumber organ di sana, operasi juga terkait kerja sama dengan Tiongkok, di mana dokter asal Tiongkok melakukan operasi di Kamboja agar terhindar dari kecaman internasional.

Ia menekankan bahwa masalah mendasar bukan pada teknologi regenerasi medis, tetapi pada fakta bahwa PKT telah menembus batas moral dan etika — memperlakukan manusia sebagai “tambang” yang seluruh bagian tubuhnya dapat dieksploitasi. “Ini sangat mengerikan,” ujarnya. Ia mendesak masyarakat internasional untuk memutus total hubungan dengan institusi medis transplantasi Tiongkok agar tidak menjadi kaki tangan kejahatan.

Pengamat politik Tang Baiqiao juga membahas isu ini di acara Fang Fei Time. Ia mengatakan bahwa transplantasi organ kini menjadi salah satu dari tiga “senjata” PKT untuk merusak elite Barat. Dibandingkan uang atau godaan seksual, transplantasi organ memiliki daya tarik yang jauh lebih besar. Banyak orang asing yang sakit parah, setelah pergi ke Tiongkok, kembali dalam kondisi sangat sehat. Ia menyebut bahwa akibat yang ditimbulkan fenomena ini sangat mengerikan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine