Jepang Berencana Menempatkan Rudal di Pulau Dekat Taiwan

Menteri pertahanan Jepang mengatakan penempatan ini akan membantu menurunkan risiko serangan terhadap Jepang sendiri

EtIndonesia. Pejabat pertahanan tertinggi Jepang menyatakan akan tetap melanjutkan rencana penempatan rudal permukaan-ke-udara di sebuah pangkalan militer dekat Taiwan, di tengah memanasnya perselisihan diplomatik antara Tokyo dan Beijing.

Penempatan rudal di Pulau Yonaguni, yang berjarak hanya 68 mil dari pantai timur Taiwan, akan “mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap Jepang,” kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada 23 November saat meninjau pangkalan Pasukan Bela Diri (SDF) di pulau tersebut.

Yonaguni merupakan bagian dari Kepulauan Sakishima dan menjadi titik terdekat Jepang dengan Taiwan.  ejak 2016, pulau ini telah menjadi lokasi unit pemantauan dan keamanan Pasukan Bela Diri, yang menandai langkah penting dalam upaya Tokyo memperkuat pertahanan di gugus pulau barat daya.

Pada Januari lalu, Menteri Pertahanan saat itu, Gen Nakatani, mengatakan pemerintah ingin menempatkan sistem rudal Chu-SAM Tipe 03 di Yonaguni, namun perkembangannya berjalan lambat. Rudal jarak menengah ini dirancang untuk mencegat pesawat dan ancaman yang masuk pada jarak hingga sekitar 31 mil.

Koizumi mulai menjabat pada Oktober lalu, ia mengatakan kementerian masih mengerjakan rencana tersebut dan akan memberitahukan kepada pemerintah daerah serta warga pulau setelah rincian final disepakati.

Selain penempatan rudal, rencana itu juga mencakup pembangunan bunker bawah tanah di seluruh Kepulauan Sakishima, termasuk sebuah tempat perlindungan bawah tanah di bawah balai kota Yonaguni. Strategi dasar Jepang dalam melindungi penduduk di pulau-pulau terpencil adalah mengevakuasi mereka secepatnya ke Pulau Kyushu jika ada tanda-tanda konflik, dan bunker baru tersebut akan menjadi tempat aman bagi mereka yang tidak dapat dievakuasi tepat waktu.

Kekhawatiran Jepang untuk terseret dalam situasi darurat di Taiwan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya ketika Tiongkok makin memperkeras ancamannya untuk menggunakan kekuatan guna membawa pulau yang berpemerintahan sendiri itu di bawah kendalinya.

Ketika Beijing menanggapi kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada 2022 dengan latihan militer berskala besar, beberapa rudal balistik Tiongkok jatuh di wilayah selatan Yonaguni, menegaskan betapa rentannya pulau garis depan itu terhadap konflik Tiongkok–Taiwan.

Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Tokyo–Beijing kembali memburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan kepada parlemen bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat menjadi kondisi yang mengharuskan Jepang mengerahkan Pasukan Bela Dirinya.

Selain protes verbal, Beijing juga menjatuhkan langkah-langkah balasan, termasuk memberlakukan kembali larangan impor makanan laut Jepang—membatalkan isyarat positif sebelumnya yang sempat membuat sebagian larangan tersebut dicabut awal tahun ini.

Ketika ditanya apakah penempatan rudal begitu dekat dengan Taiwan dapat meningkatkan ketegangan regional, Koizumi menolak anggapan tersebut dan menegaskan bahwa rencana itu bersifat defensif.

“Saya percaya anggapan bahwa hal ini akan meningkatkan ketegangan di kawasan tidak berdasar,” ujarnya kepada seorang wartawan.

Namun, Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada 24 November menyebut langkah tersebut “sangat berbahaya” dan menuduhnya sebagai “tindakan yang disengaja” yang “memicu konfrontasi militer.”

Sementara itu, Taipei memberikan respons positif. Ditanya mengenai rencana Koizumi, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Wu Chih-chung mengatakan ia tidak akan mengomentarinya secara langsung, tetapi menegaskan bahwa Jepang memiliki hak penuh untuk memprioritaskan keamanan nasionalnya.

“Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa adalah mitra penting yang hubungan kami terus diperkuat,” ujar Wu kepada para wartawan pada 24 November, menjelang kesaksiannya di hadapan Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif, seperti dikutip Taipei Times.

“Bagi Taiwan, yang paling penting adalah memperdalam hubungan dengan negara-negara tersebut.”

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine