Tiongkok Dilanda Lonjakan Flu, Banyak Siswa Terinfeksi, Gelombang Penutupan Sekolah Terjadi di Berbagai Daerah

Belakangan ini, wabah flu di Tiongkok meningkat dengan sangat cepat. Virus flu memasuki masa puncak penularan, dan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak sekolah di berbagai daerah terpaksa menutup kelas, sementara rumah sakit anak dipenuhi pasien kecil. 

Para ahli menyatakan bahwa varian virus yang beredar saat ini memiliki daya serang lebih kuat, penyebarannya lebih cepat, dan tidak ada obat khusus. Kasus “paru-paru putih” dan kematian mendadak juga terus bertambah, memicu kekhawatiran publik bahwa apakah wabah COVID-19 akan bangkit kembali.

EtIndonesia.  Saat ini, penyebaran virus flu di Tiongkok berlangsung sangat cepat. Dalam sampel yang terdeteksi positif flu, pihak resmi menyebut bahwa varian yang dominan adalah influenza tipe A H3N2, yang memiliki tingkat keparahan lebih tinggi dan lebih mudah menular dibanding varian H1N1 yang menyebar tahun lalu. Pihak berwenang juga mengakui bahwa tidak ada obat khusus untuk virus tersebut.

 “Flu berbeda dari pilek biasa karena tingkat penularannya sangat tinggi. Pada musim flu, infeksi sering menyebar secara massal,” ujar Dokter Wang Shikui, Direktur Departemen Pediatri. 

Video dan unggahan dari berbagai platform media sosial di Tiongkok menunjukkan bahwa rumah sakit di banyak daerah penuh sesak, dengan banyak anak dan remaja jatuh sakit. Gejala yang paling umum adalah demam tinggi yang tidak kunjung turun, dan kondisi yang memburuk sangat cepat.

Media Tiongkok melaporkan bahwa baru-baru ini, seorang anak di Fujian tiba-tiba mengalami demam hingga 40°C, disertai nyeri kaki dan sesak napas. 

Sebelumnya, seorang gadis berusia 12 tahun di Zhejiang mengalami demam hanya satu hari, namun paru-paru kirinya berubah menjadi “paru-paru putih”. Pada 10 November, seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun di Puyang, Henan, meninggal kurang dari satu hari setelah terinfeksi flu. Berita ini membuat banyak orang tua sangat khawatir.

 “Setelah anak terinfeksi, gejalanya bisa lebih parah. Dalam hitungan hari, bahkan hitungan jam, kondisi bisa berubah sangat cepat,” ujar seorang dokter di Tiongkok. 

Saat ini, Beijing, Tianjin, Guangdong, dan wilayah lain telah memasuki masa puncak penyakit pernapasan menular. Di Guangdong, tingkat positif influenza dalam sampel kasus flu di instalasi gawat darurat mencapai 36,69%, angka tertinggi sejauh ini — dan kemungkinan angka sebenarnya bahkan lebih tinggi.

Pada 21 November, peneliti CDC Tiongkok, Peng Zhibin, menyatakan bahwa Tiongkok saat ini telah memasuki fase kenaikan cepat infeksi flu, dan beberapa provinsi sudah memasuki tingkat penyebaran tinggi.

Sejak minggu lalu, banyak daerah di seluruh negeri mengalami gelombang penutupan kelas. Media Tiongkok melaporkan bahwa di Tianjin, Guangdong, Zhejiang, Jilin, Jiangxi, dan Mongolia Dalam, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah, banyak kelas terpaksa ditutup karena banyak siswa mengalami demam dan tingkat ketidakhadiran sangat tinggi.

 “Rumah sakit penuh dengan orang, banyak yang masih sangat muda, berbagai penyakit yang sebelumnya tidak pernah terlihat,” ujar seorang warga Xi’an, Tuan Xiao.

Dengan semakin ganasnya virus, jumlah kematian mendadak pada orang dewasa juga meningkat, terutama usia 30-an hingga 50-an.

 “Flu kali ini sangat parah. Banyak yang meninggal begitu saja. Usianya tidak tua, bibi ketiga saya meninggal karena paru-paru putih, baru lima puluh lebih. Setelah pandemi, hidup terasa sangat rapuh. Banyak yang masih muda—usia 30-an, 40-an, 50-an—tiba-tiba meninggal begitu saja. Ini sangat banyak,” ujar Seorang warga Tangshan, Hebei, Tuan Liu. 

Sejumlah dokter di Tiongkok memperingatkan bahwa tahun ini banyak kasus pneumonia akibat infeksi campuran — virus, bakteri, dan mikoplasma. Jika pasien terlambat ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi paru-paru putih.

Seminggu lalu, Pusat Pengendalian Penyakit Guangdong mengeluarkan peringatan darurat, menyatakan bahwa tempat-tempat padat penduduk memiliki risiko tinggi terjadi wabah. Banyak warga mempertanyakan apakah ini merupakan tanda kembalinya COVID-19. (Hui)

Laporan oleh Tang Rui dan Xiong Bin, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine