Presiden Taiwan Lai Ching-te Ajukan Anggaran Militer Rp 620 Triliun, Bekerja Sama dengan AS Percepat Pembangunan “Perisai Taiwan”

Pada Selasa (25 November), Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te menulis artikel opini untuk sebuah media Amerika Serikat, menyatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan mengajukan anggaran pertahanan khusus sebesar 40 miliar dolar AS. Presiden Lai menegaskan bahwa Taiwan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara sehaluan untuk mempercepat pembangunan apa yang disebut sebagai “Perisai Taiwan”.

EtIndonesia. Presiden Taiwan  Lai Ching-te, melalui tulisannya di The Washington Post, mengumumkan bahwa Taiwan akan meluncurkan anggaran pertahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya senilai 40 miliar dolar AS, sebagai sinyal kuat kepada dunia mengenai tekad Taiwan memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.

Dalam artikelnya yang berjudul “Saya akan meningkatkan anggaran pertahanan untuk melindungi demokrasi kami”, Lai kembali menegaskan bahwa di tengah tekanan dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), Taiwan akan secara bertahap meningkatkan belanja militernya. 

Anggaran khusus ini tidak hanya digunakan untuk membeli senjata baru dari Amerika Serikat, tetapi juga difokuskan pada peningkatan kemampuan perang asimetris. Selain itu, Taiwan akan mempercepat pembangunan “Perisai Taiwan”, yakni sistem pertahanan udara berlapis.

Lai juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Trump, dan menekankan pentingnya kepemimpinan global Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa Taiwan akan bekerja sama dengan negara-negara sehaluan, memanfaatkan keunggulan industri manufaktur Taiwan untuk memperkuat rantai pasok industri pertahanan dan menghadapi ancaman baru secara tepat waktu.

 “Kami berterima kasih kepada Presiden Trump atas penegasan pentingnya kepemimpinan global Amerika Serikat. Melalui kerja sama dengan negara-negara yang memiliki kesamaan nilai, kami akan memanfaatkan keunggulan manufaktur Taiwan untuk memperkuat rantai pasok industri pertahanan dan merespons ancaman baru secara cepat,” kata Presiden Lai Ching-te. 

Robert O’Brien, mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih pada masa jabatan pertama Trump, juga memuji keputusan Lai dan menyebutnya sebagai kemenangan ganda bagi Republik Tiongkok (Taiwan) dan Donald Trump.

Anggota legislatif Taiwan, Wang Ting-yu, mengatakan:  “Pada 2025, anggaran militer Republik Rakyat Tiongkok mencapai 8 triliun. Ekspansi mereka ke luar berdampak pada negara-negara di First Island Chain, dan Taiwan menjadi pihak yang terkena dampak langsung di garis depan. Karena ada ancaman, tentu kami membutuhkan pertahanan. Sama seperti rumah yang berada dalam ancaman pencuri, jelas Anda membutuhkan pintu, jendela, kunci, dan sistem keamanan. Prinsipnya sama.”

Pengumuman anggaran militer 40 miliar dolar AS oleh Lai Ching-te juga memicu lonjakan saham industri pertahanan Taiwan, khususnya di sektor drone, kedirgantaraan, dan perkapalan. Perusahaan seperti Thunder Tiger, AIDC, dan CSBC Corporation semuanya dibuka dengan kenaikan batas atas pada perdagangan 26 November 2025. (Hui)

Laporan NTD Asia Pasifik oleh Lin Yutang dan Li Yihong dari Taipei, Taiwan

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine