Tak Ada Orang yang Sial Selamanya

EtIndonesia. Masa depan seperti apa? Itu adalah pertanyaan yang tak terhitung banyaknya orang ingin tahu jawabannya, tetapi hampir tak seorang pun bisa menjawab dengan pasti. Memang benar — masa depan penuh ketidakpastian. Tidak ada yang bisa memastikan seperti apa hidup seseorang kelak.

Pernah ada seorang guru yang memberikan pelajaran istimewa kepada sekelompok murid “bermasalah” — anak-anak yang dianggap nakal dan tidak punya harapan. 

Pada hari itu, dia menuliskan sebuah pertanyaan pilihan ganda di papan tulis: “Menurut kalian, siapa di antara tiga orang berikut yang kelak akan menjadi panutan dunia?”

A. Seseorang yang percaya pada dukun, memiliki dua selingkuhan, merokok selama bertahun-tahun, dan pemabuk berat.

 B. Seseorang yang pernah dua kali dipecat, bangun tidur selalu menjelang siang, setiap malam minum satu liter brendi, dan pernah memakai opium.

C. Seorang pahlawan perang, vegetarian, pecinta seni, jarang minum alkohol, dan semasa muda tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Mayoritas murid langsung memilih pilihan C.

Alasannya sederhana: Orang pertama dan kedua tampak bodoh, malas, dan memiliki kebiasaan buruk. Mustahil menjadi orang besar. Sebaliknya, pilihan C tampak memiliki prestasi, disiplin, dan kehidupan yang terarah.

Setelah semua murid selesai berbicara, guru itu tersenyum dan berkata: “Jawaban kalian masuk akal… tapi semuanya salah.

Faktanya: Orang pertama dan kedua menjadi tokoh besar yang dihormati dunia. Orang ketiga justru menjadi pembunuh massal yang dibenci seluruh umat manusia.”

Lalu dia menambahkan pelan: “Tiga orang itu adalah:
— Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika Serikat;
— Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris;
— Adolf Hitler, dalang tragedi terbesar dalam Perang Dunia II.”

Kelas terdiam. Murid-murid itu tidak dapat membayangkan bahwa nasib tiga orang tersebut ternyata berbeda begitu jauh dari dugaan mereka.

Guru itu melanjutkan: “Tidak seorang pun bisa memprediksi masa depan. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Meskipun kalian sekarang memiliki banyak kekurangan, jika kalian mau berubah dan mulai lagi dari awal, siapa yang bisa menjamin bahwa kalian tidak akan menjadi Roosevelt atau Churchill berikutnya?”

Bertahun-tahun kemudian…

Anak-anak “bermasalah” itu tumbuh menjadi orang-orang sukses — tokoh penting, pebisnis, tenaga profesional. 

Mereka sering mengenang kembali hari itu dan berkata: “Ternyata, masa lalu benar-benar tidak menentukan masa depan.”

  • Masa lalu yang gemilang tidak menjamin masa kini dan masa depan akan tetap sukses.
  • Masa lalu yang buruk juga tidak berarti seseorang ditakdirkan gagal selamanya.

Tidak ada orang yang sejak lahir ditakdirkan menjadi kaya.
Tidak ada pula orang yang sejak lahir ditakdirkan menjadi pengemis.
Tidak ada yang beruntung selamanya, tetapi juga tak ada yang sial sepanjang hidup.

Yang terpenting adalah memiliki keyakinan dan harapan terhadap masa depan.

Selama kita hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah

George Dawson adalah contoh terbaik. Dia hidup biasa-biasa saja selama puluhan tahun. Tidak ada prestasi, tidak ada yang istimewa.

Hingga usia 90 tahun, dia tersadar bahwa dirinya belum meninggalkan apa pun bagi dunia. Dia merasa hidupnya kosong.

Lalu dia mengambil langkah sederhana namun luar biasa berani: Dia masuk kelas baca-tulis untuk orang dewasa.

Setelah bisa membaca, dia jatuh cinta pada dunia literasi dan mulai menulis. Dia terus berlatih, tanpa henti, hingga akhirnya pada usia 102 tahun, dia menyelesaikan bukunya yang pertama — Life Is So Good (“Indahnya Hidup Ini”).

Begitu diterbitkan, buku itu langsung menjadi bestseller di Amerika.  George Dawson — yang dulu biasa saja — seketika menjadi penulis besar yang dicintai banyak orang.

Dawson memberi tahu dunia: “Nasib ada di tanganmu sendiri. Kamu ingin menjadi orang seperti apa, hidup seperti apa — semua itu ditentukan oleh pilihanmu.  Selama kamu ingin berubah, tidak pernah ada kata terlambat.”

Masa lalu bukan vonis. Selama kita berani melangkah, masa depan selalu terbuka. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine