Malam Mencekam: Ukraina Tawan 12 Tentara Rusia, Rudal Hantam Moskow, dan Aset Rahasia Putin Meledak!

EtIndonesia. Garis depan perang Rusia–Ukraina kembali berubah setelah operasi malam hari Ukraina di sektor Red Army Village. Menurut laporan Knorr Report, pada sekitar 24 November 2025, pasukan khusus Brigade Rubizh melaksanakan operasi gabungan yang direncanakan berhari-hari sebelumnya.

Ukraina Menyerang Red Army Village – 12 Tentara Rusia Ditawan

Dengan memanfaatkan gelap malam, unit khusus Ukraina menyusup ke daerah yang dikuasai Rusia, melakukan kontak tembak jarak dekat, dan menghancurkan pos sementara musuh. Operasi ini berhasil:

  • Menghentikan laju serangan Rusia,
  • Menangkap 12 tentara Rusia hidup-hidup,
  • Membawa pulang para tawanan yang kini sedang diinterogasi.

Video yang beredar menunjukkan tentara Rusia yang tertawan mulai membuka informasi mengenai posisi, tugas, dan rute logistik pasukan mereka.

Rusia mencoba mengirim bala bantuan memanfaatkan ladang pertanian dan kegelapan malam, tetapi drone FPV Ukraina menekan seluruh rute pergerakan mereka.

Sebelumnya, Brigade ke-7 Ukraina telah membersihkan pusat kota Red Army Village dan memukul Rusia dari sektor terpenting garis pertahanan pertama.

Moskow sebelumnya sesumbar dapat merebut wilayah ini sebelum 15 November 2025, namun batas waktu itu kembali berlalu tanpa hasil—mengulang kegagalan mereka tahun lalu di lokasi yang sama.

Dengan salju mulai turun dan medan berubah ekstrem, perang di sektor ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2026.

Tentara Korea Utara Diduga Akan Dipindahkan ke Zaporizhzhia

Informasi baru mengenai kehadiran tentara Korea Utara di Ukraina memantik perhatian internasional. Pada 24 November 2025, sejumlah wartawan militer Rusia melaporkan bahwa pasukan Korea Utara dipindahkan menuju Gulyay-Pole, Zaporizhzhia, setelah menjalani pelatihan dua bulan.

Walau demikian, baik Moskow maupun Pyongyang belum mengeluarkan konfirmasi resmi, sehingga informasi ini masih perlu diverifikasi.

Jika benar, ini akan menjadi kali pertama tentara Korea Utara masuk langsung ke wilayah Ukraina sebagai pasukan tempur. Sejauh ini, personel Korea Utara hanya ditempatkan di wilayah Rusia, khususnya arah Kursk.

Sejak 2024, Korea Utara disebut telah mengirim:

  • Lebih dari 10.000 personel,
  • Sekitar 6,5 juta butir amunisi,
  • Yang kini disebut mengisi 70% suplai artileri Rusia di garis depan.

Pada saat yang sama, garis selatan Rusia mulai runtuh. Dari Kherson hingga Krimea, Ukraina terus menghantam gudang logistik, depot gas bawah tanah, terminal minyak, hingga pabrik industri strategis Rusia.

Rudal Ukraina Hantam Moskow – Tiga Bandara Ditutup

Pagi hari 25 November 2025, ibu kota Rusia kembali diguncang serangan jarak jauh dari Ukraina. Ledakan besar menghantam Zelenograd, kawasan industri di barat laut Moskow.

Video dari warga memperlihatkan asap hitam pekat membubung tinggi. Pemerintah Moskow segera mengevakuasi kawasan industri, termasuk Akademi Elektronik Moskow, pusat riset mikroelektronik dan teknik radio.

Dampaknya langsung terlihat:

Tiga bandara utama Moskow — Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo — ditutup penuh sejak pagi, dengan seluruh penerbangan dialihkan atau ditunda. Meski otoritas Rusia menyatakan operasional “normal”, mereka tidak menampik terjadinya serangan rudal.

Serangan ini merupakan gelombang kedua dalam tiga hari, setelah serangan besar Ukraina terhadap pembangkit listrik Shatura pada 23 November 2025.

Rangkaian serangan serupa juga menyebabkan kebakaran di kilang minyak dan pabrik kimia di beberapa wilayah Rusia.

Menurut Reuters, pendapatan minyak Rusia di November hanya 520 miliar rubel, turun 35% dibanding tahun lalu—penurunan paling tajam sejak awal invasi 2022.

Rudal Neptune Ukraina Hancurkan A-60 – Fasilitas Taganrog Terbakar

Pada malam 24 November, kota industri Taganrog, Oblast Rostov, kembali diserang dalam salah satu operasi udara Ukraina paling presisi tahun ini.

Langkah serangannya:

  1. Ukraina menerbangkan lebih dari 10 drone untuk mengacaukan radar Rusia.
  2. Setelah jalur pertahanan udara terbuka, Ukraina menembakkan rudal jelajah Neptune buatan dalam negeri.
  3. Serangan diarahkan ke Pangkalan Udara Taganrog dan pabrik pesawat Beriev.

Citra satelit NASA FIRMS menunjukkan banyak titik api besar di apron dan hanggar pangkalan.

Para blogger militer Rusia menyampaikan dugaan paling serius: Salah satu dari dua pesawat laser eksperimental A-60 — aset ultra-langka berbasis Il-76 — kemungkinan hancur total.

Rusia belum memberikan pernyataan resmi mengenai kerusakan tersebut.

Pada malam yang sama:

  • Kelompok sabotase pro-Ukraina membakar kereta listrik di Rostov,
  • Sistem kereta regional mengalami gangguan luas,
  • Di Novorossiysk, rudal pertahanan udara Rusia tersasar dan jatuh di pemukiman warga — insiden kedua dalam dua hari.

Ukraina Hancurkan Amunisi Terbesar Rusia – Satu Pukulan yang Mengubah Perang

Pada 25 November, pukul 03.00, rudal Ukraina menghantam gudang amunisi terbesar Rusia di hutan strategis dekat Red Army Village. Ledakan yang mengikuti serangan itu terdengar hingga puluhan kilometer.

Video memperlihatkan bola api raksasa naik ke langit diikuti rentetan ledakan sekunder. Gelombang kejutnya begitu kuat hingga mobil pemadam Rusia terbalik sebelum mencapai lokasi.

Gudang ini merupakan pusat suplai artileri untuk sektor Red Army Village, tempat Rusia menumpuk:

  • 160.000 personel,
  • Ratusan meriam,
  • Stok amunisi untuk operasi musim dingin.

Ukraina menjalankan serangan dengan metode “triple strike”:

  1. Drone memetakan posisi target dan titik buta pertahanan udara,
  2. HIMARS ditembakkan untuk membuka jalan,
  3. OTR-21 Tochka-U memberikan pukulan terakhir.

Hasilnya terlihat dalam hitungan jam: Artileri Rusia di sektor itu turun lebih dari 60%, membuat serangan mereka mendadak melemah.

Brigade 81 Ukraina Pertahankan Yampil Selama 3 Hari – Gagalkan 10 Serangan Bertubi-tubi

Desa kecil Yampil, pintu gerbang alami menuju Sloviansk, menjadi salah satu titik pertempuran paling brutal pada 22–24 November.

Rusia mengerahkan:

  • Tank T-72,
  • Sistem roket BM-21 Grad,
  • Ratusan infanteri,
  • Puluhan drone kamikaze.

Setiap empat jam, satu gelombang serangan baru tiba.

Pertempuran terberat terjadi pada serangan kelima di hari kedua. 

Komandan peleton Ukraina, Petro Liuk, menggambarkan situasinya: “Dua belas tank di depan, dua ratus tentara di belakang. Drone seperti kawanan lalat hitam. Mortir kami sudah panas membara. Tapi tak satu pun dari kami mundur.”

Saat tank Rusia tinggal berjarak 500 meter, tim anti-tank Ukraina merayap keluar dan meluncurkan rudal presisi tinggi, menghancurkan tiga tank.

Ketika amunisi menipis, pasukan Ukraina menggunakan senjata yang mereka ambil dari tentara Rusia yang gugur.

Sebuah rekaman memperlihatkan penembak mesin yang kakinya tertembak, membalut lukanya dengan kain, lalu kembali menembak hingga peluru terakhir.

Setengah pasukan terluka, namun cadangan Brigade 81 tiba pada malam hari dan menstabilkan sektor tersebut. Dengan bantuan drone, artileri Ukraina menghantam titik kumpul Rusia dan memicu pertempuran jarak dekat di parit-parit.

Saat matahari terbit, Rusia dipukul mundur. Yampil bertahan.

Di tembok parit, para prajurit Ukraina meninggalkan pesan: “Ini adalah tanah Ukraina.”

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine