Banjir dan Tanah Longsor Menerjang 12 Kabupaten/Kota di Sumut : 43 Orang Meninggal Dunia, 81 Terluka, dan 88  Hilang

EtIndonesia. Banjir dan tanah longsor menerjang 12 Kota/Kabupaten di Sumatera Utara. Laporan yang dirilis oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara  per Kamis (27/11/2025)  menyebutkan,  sebanyak 43 Orang  meninggal dunia, 81 Terluka, dan 88  hilang.

Adapun 12 kabupaten/kota yang terdampak adalah  Serdang Bedagai, Langkat, Nias, Nias Selatan (Nisel), Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), Humbang Hasundutan (Humbahas), Padangsidimpuan, hingga Kota Sibolga.

“Gelombang bencana ini mengakibatkan 212 korban terdiri dari 43 meninggal dunia, 81 luka-luka serta 88 orang masih dalam pencarian,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan dalam keterangan kepada wartawan. 

Ia menjelaskan, data yang dipublikasikan tersebut merupaka data per pukul 12.30 WIB, pada  Kamis (27/11). Laporan ini juga disampaikan oleh Kapolda Sumut kepada Kapolri.  

Selain itu, pihak kepolisian mencatat  221 kejadian bencana meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang hingga puting beliung di 12 kabupaten/kota.

Berikut rincian yang korban di wilayah Polda Sumut : 

  1. Padangsidimpuan, 1 meninggal dunia.
  2. Pakpak Bharat, 2 meninggal dunia
  3. Tapanuli Selatan, 17 meninggal dunia dan 73 luka-luka
  4. Tapanuli Tengah, 4 meninggal dunia dan 3 orang hilang
  5. Tapanuli Utara, 9 meninggal dunia, luka-luka 1 dan 31 orang hilang.
  6. Humbang Hasundutan, 2 meninggal dunia, 4 luka-luka dan 5 orang hilang.
  7. Nias Selatan, 1 meninggal dunia
  8. Sibolga, 7 meninggal dunia, 7 luka-luka dan 47 orang hilang.

Laporan terkini menunjukkan jumlah wilayah yang terdampak banjir dan longsor juga bertambah yakni Langkat, Padangsidimpuan, Nias Selatan, dan Serdang Bedagai. 

Ferry menyebutkan, Polda Sumut saat ini menunggu dukungan helikopter Mabes Polri untuk mempercepat pengiriman bantuan serta evakuasi khususnya ke lokasi-lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan darat. 

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbang Hasundutan, BPBD Provinsi Sumatera Utara, serta unsur TNI–Polri dan relawan untuk memastikan percepatan penanganan di lapangan.

Sebelumnya, BNPB juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah yaitu banjir, tanah longsor dan angin kencang yang disebabkan adanya Siklon Tropis KOTO di perairan Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terdeteksi di Selat Malaka.

Bibit Siklon 95B dapat memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara.  (***)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine