EtIndonesia. Pada 27 November 2025, Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina merilis rekaman serangan drone yang memperlihatkan kehancuran empat radar pertahanan udara penting Rusia di Semenanjung Krimea — sebuah pukulan strategis yang mengguncang pusat sistem pertahanan udara Moskow di wilayah Laut Hitam.
Dalam rekaman tersebut terlihat kilatan ledakan besar, kobaran api, serta asap hitam pekat yang membubung tinggi. Serangan presisi ini memusnahkan empat radar utama yang berfungsi sebagai “node pengindraan” bagi sistem rudal S-300 dan S-400 Rusia.
Seorang analis menyebut: “Serangan ini bukan hanya pengacauan taktis — ini amputasi indera penglihatan pertahanan udara Rusia.”
Empat Radar Kelas Strategis Rusia Hancur Seketika
Menurut pihak Ukraina, serangan drone menghancurkan empat radar utama berikut:
- 1 unit radar “Lira A10”
- 1 unit radar Sky-U (Nebo-U) — radar jarak jauh tiga koordinat, jangkauan >300 km
- 1 unit radar Sky-SV (Nebo-SV)
- 1 unit radar P-18
Keempat radar tersebut merupakan tulang punggung peringatan dini Rusia di Krimea. Mereka menyediakan data target bagi peluncur rudal S-300 dan S-400 — menjadikannya elemen yang jauh lebih vital daripada satu skuadron pesawat tempur.
Radar Nebo-U saja, yang mampu mendeteksi rudal jelajah dan target rendah, bernilai lebih dari 100 juta dolar per unit.
Dengan hilangnya empat node kritis ini, seluruh sistem pertahanan udara Rusia di Krimea kini bagaikan “rudal tanpa mata” — mampu menembak, tetapi buta melihat ancaman datang.
Kerugian Tambahan: Helikopter AWACS Ka-27 Juga Terjatuh
Selain radar, Ukraina juga menjatuhkan 1 unit helikopter peringatan dini Ka-27 yang digunakan Rusia untuk menutup “zona buta” radar di ketinggian rendah.
Artinya:
- Rusia kehilangan kemampuan deteksi rendah
- Celah pertahanan udara di pesisir Laut Hitam kini menganga semakin lebar
- Armada Laut Hitam kehilangan lapisan pendukung strategisnya
Pakar militer memperkirakan setelah serangan ini:
- Cakupan radar Krimea turun minimal 40%
- Muncul zona buta di ketinggian rendah dan menengah
- Pertahanan udara Armada Laut Hitam “runtuh dalam semalam”
Tak lama setelah radar hancur, drone Ukraina dilaporkan berhasil menyerang kapal tunda Armada Laut Hitam, menunjukkan dampak domino dari celah pertahanan Rusia.
Rusia kini menghadapi masalah besar:
– Radar tidak bisa diproduksi ulang secara cepat.
– Radar Nebo-U saja butuh minimal 6 bulan produksi — itupun jika tidak terhalang sanksi.
Ukraina tentu memanfaatkan ruang hampa ini.
Pertempuran Red Army Village Memanas — Ukraina Menguasai Arah Barat
Pada 26 November 2025, situasi di garis depan Red Army Village kembali meningkat tajam.
Menurut laporan Knorr Report, pasukan Ukraina:
- Berhasil memasuki bagian barat kota
- Membersihkan area pusat kota serta kompleks stasiun kereta
- Menahan upaya Rusia menyusup kembali dalam kelompok kecil
- Menggunakan drone FPV untuk pertempuran jarak dekat di lorong-lorong sempit
Rusia semakin terdesak dan mulai mengerahkan unit cadangan, menandakan kerugian signifikan setelah gagal merebut kota selama berhari-hari.
Serangan Presisi Malam Hari
Pada malam 26 November:
- Pasukan khusus Ukraina melancarkan serangan drone hulu ledak besar
- Menghantam titik kumpul militer Rusia
- Termasuk gudang amunisi Brigade Bermotor ke-137
- Ledakan sekunder besar terjadi selama beberapa menit
Di sektor Dobropillia, Ukraina mempersempit pengepungan, sementara Resimen Marinir ke-336 Rusia gagal memecah blokade dari arah Novotoretsk.
Front berubah cepat — dengan Ukraina menekan dari banyak sektor sekaligus.
Eropa Gerak Cepat — 140 Miliar Euro dari Aset Rusia Beku
Pada 26 November 2025, Bloomberg melaporkan bahwa Uni Eropa siap mengesahkan aturan hukum baru untuk:
Memberikan pinjaman hingga 140 miliar euro kepada Ukraina
Dan jaminannya adalah aset Rusia yang dibekukan UE sejak 2022.
Pada praktiknya, Kyiv tidak perlu mengembalikan pinjaman tersebut karena seluruh jaminan berasal dari aset Rusia.
Sejak 2024, Uni Eropa memang telah menggunakan keuntungan hasil investasi aset beku itu untuk membeli amunisi Ukraina. Artinya: Sebagian amunisi Ukraina saat ini dibayar dengan uang Rusia sendiri.
UE juga menyiapkan:
- Dana khusus pengembangan industri pertahanan Ukraina
- Paket 15 miliar euro — termasuk 3 miliar euro untuk proyek industri militer bersama Eropa-Ukraina
Skandinavia & Eropa Utara Meningkatkan Kesiapan Perang
Finlandia pada 26 November 2025 resmi bergabung dalam International Maritime Coalition yang dipimpin Inggris dan Norwegia.
Selain itu:
- Swedia mempertimbangkan pembelian rudal >2.000 km
- Finlandia sudah memiliki rudal jarak jauh serupa
- Setelah perang Ukraina pecah, Finlandia & Swedia bergabung dengan NATO
- Laut Baltik kini menjadi “danau internal NATO”
Ceko Guncang Dunia — 16.400 Warga Kumpulkan Dana Beli Rudal untuk Ukraina
Penggalangan dana publik di Ceko viral di seluruh internet. Dalam 48 jam, warga mengumpulkan lebih dari 60 juta dalam mata uang lokal untuk membeli rudal bagi Ukraina.
Poster kampanye bertuliskan: “Ini bukan donasi — ini hadiah untuk Putin.”
Prancis Terapkan Wajib Militer 10 Bulan — 50.000 Rekrutan Siap 2035
Pada 26 November 2025, Prancis mengumumkan sistem wajib militer baru:
- Berlaku untuk semua warga usia 18 tahun
- Durasi 10 bulan
- Mendapat ECTS setara kredit universitas
- Tunjangan 900–1000 euro/bulan
Target Prancis:
50.000 prajurit wajib militer tambahan sebelum 2035
Kepala Staf Jenderal Fabián Mandon menegaskan: “Prancis harus siap berperang melawan Rusia dalam 3–4 tahun ke depan.”
Jerman sudah lebih dulu menghidupkan wajib militer usia 18 tahun dengan target 800.000 tentara. Eropa kini memasuki era persenjataan ulang besar-besaran.
Dukungan Tambahan Eropa untuk Ukraina
Pada 25–26 November 2025, tiga pemimpin besar Eropa — Macron, Starmer, Scholz — memimpin konferensi Resource Alliance yang dihadiri 35 negara.
Mereka sepakat:
- Meningkatkan tekanan finansial & militer terhadap Rusia
- Mendukung Ukraina selama Moskow menolak perdamaian yang adil
UE memperkirakan defisit anggaran militer Ukraina mencapai 135 miliar euro hingga 2027.
Rusia Tolak Rancangan Perdamaian 19 Pasal
Pada 26 November 2025, Wakil Menlu Rusia, Sergei Ryabkov menyatakan:
- Rusia tidak akan membuat konsesi
- Tidak akan menerima proposal yang “mengorbankan kepentingan nasional”
- Seluruh draft perdamaian tetap rahasia
Singkatnya:
- Rusia ingin Ukraina menyerah
- Ukraina ingin Rusia mundur
Jalan kompromi hampir mustahil ditemukan.
Serangan Khusus Ukraina di Pelabuhan Novorossiysk
Dalam operasi bersama SBU dan unit drone jarak jauh, Ukraina menyerang fasilitas strategis di Pelabuhan Novorossiysk, pusat ekspor minyak terbesar kedua Rusia dan basis utama Armada Laut Hitam.
Target yang dihantam:
- Terminal minyak & sistem perpipaan
- Fasilitas bongkar muat
- Pertahanan S-300 & S-400
- Kapal pendarat besar kelas 1171 “Alligator”
Video serangan memperlihatkan:
- Lampu sorot berputar panik — radar Rusia tidak efektif
- Ledakan besar di terminal minyak
- Sistem Pantsir-S1 menembakkan rudal, salah sasaran dan menghantam gedung apartemen
- Warga lokal berjalan santai saat artileri antidrone menyalak — yakin drone Ukraina hanya menyerang target militer
SBU mengejek: “Dalam serangan ini, pertahanan udara Rusia tampaknya justru lebih fokus menghantam infrastruktur sipil.”


