EtIndonesia. Dia adalah seorang pembawa acara di sebuah stasiun televisi. Tugasnya sederhana: memberikan informasi waktu dan memperkenalkan program acara. Pekerjaannya monoton, berulang-ulang, dan setiap hari dia harus melakukan hal yang sama berkali-kali.
Lama-kelamaan, rasa bosan berubah menjadi tekanan.Ketidakpuasan di tempat kerja membuat kualitas hidupnya menurun, sementara kualitas hidup yang buruk kembali memperburuk performanya di pekerjaan.Dia terjebak dalam lingkaran setan.
Dalam pikirannya, dia selalu percaya penyebab dia tidak bisa bekerja dengan baik adalah… pekerjaan itu sendiri. Setelah lama menahan diri, dia akhirnya merasa tidak sanggup lagi.
Dia tidak mau melihat masa mudanya terbuang percuma. Dia tidak ingin hidupnya berjalan sia-sia. Dia mulai terpikir untuk mengundurkan diri. Namun pertanyaan besar muncul: Jika berhenti, mau kerja apa?
Lagi pula, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang diinginkan banyak orang—sulit untuk didapatkan.
Suatu hari, secara kebetulan dia menyadari sesuatu: Setiap kali siaran hendak dimulai, selalu ada 10 detik bagiannya untuk mempersiapkan diri.
Selama ini, 10 detik itu dia habiskan dengan berdiri kosong, menunggu suara hitungan mundur dari sutradara.
Lalu dia berpikir: “Kenapa tidak mengubah cara memanfaatkan waktu ini?”
Sejak hari itu, dia mulai menggunakan 10 detik itu untuk mencari hal-hal kecil yang membuatnya bahagia:
- “Wow! Pertandingan bola tadi malam benar-benar seru!”
- “Hari ini cuacanya bagus. Nanti pulang kerja ajak pacar minum kopi—pasti menyenangkan!”
- “Besok aku libur. Aku akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin!”
Hari demi hari berlalu…
Hingga akhirnya dia terkejut melihat perubahan besar dalam dirinya.
Menghadap kamera, senyumnya tidak lagi kaku. Berpapasan dengan rekan kerja, tangannya tidak lagi terasa canggung. Bahkan pekerjaan yang dulu dia benci, kini justru menjadi sumber kebahagiaan— bagian paling menyenangkan dalam harinya.
Dia belajar menikmati pekerjaannya, dan justru menemukan kebahagiaan dari sana.
Nama pembawa acara itu adalah Les Brown, salah satu host program musik paling terkenal di Amerika.
Lalu, 10 Detik Itu Bisa Kita Lakukan untuk Apa?
Dalam 10 detik…
- Master seni opera Sichuan bisa mengganti belasan wajah.
- Seorang pelari bisa menuntaskan lari 100 meter.
- Pengetik tercepat di dunia bisa mengetik 134 huruf.
Kedengarannya luar biasa. Namun itu semua bukan hal yang bisa dilakukan orang kebanyakan.
Tapi kita pun punya “10 detik” versi kita sendiri.
Dalam 10 detik, kita bisa:
- tersenyum pada diri sendiri di depan cermin,
- merapikan baju dan memastikan tampilan rapi,
- berkata sesuatu yang membangkitkan semangat seharian,
- menarik napas dalam-dalam dan memulai ulang hari,
- atau sekadar mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini layak dijalani.
Sahabat, tunggu apa lagi?
Gunakan 10 detikmu—mulai sekarang.
Karena kadang… yang kamu butuhkan untuk mengubah hidup hanyalah 10 detik keberanian dan 10 detik kesadaran. (jhn/yn)


