Rumah Menjadi Abu dan Orang Terkasih Hilang, Asa Tetap Menyala Saat Kobaran Api di Hong Kong

EtIndonesia. Kebakaran tingkat lima yang terjadi di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong pada Rabu (26/11/2025) belum sepenuhnya dipadamkan. Hingga 28 November  pukul 15.00 jumlah korban tewas telah mencapai 128 orang dan lebih dari 200 orang masih hilang kontak.

“Rumah 40 Tahun Jadi Abu” — Kisah Warga yang Selamat

Mr. Qiu, warga Hung Shing House, menceritakan kepada Epoch Times bahwa pada pukul 14.50 ia baru melihat asap tebal dari jendela yang tertutup. Setelah mendengar panggilan dari tetangga, ia langsung lari turun tanpa membawa apa pun.

Dengan suara tersendat ia berkata bahwa rumah yang dia tinggal selama lebih dari 40 tahun telah menjadi abu. “Ini bukan soal uang… tapi soal masa depan harus bagaimana… saya tidak berani membayangkannya.”

Telepon Terakhir dari Suami: “Yang penting kamu selamat…”

Seorang warga perempuan berkata bahwa ia menerima telepon terakhir dari suaminya pada pukul 16.00 sore. Suaranya terengah-engah. Suaminya hanya berkata:  “Sayang, yang penting kamu selamat.”

Kemudian sambungan terputus. Ia menghubungi berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban.

Keluarga Terjebak di Lantai 31 — Informasi Keluarga Hanya dari Berita

Mr. Chen, penghuni lantai tertinggi (31), mengatakan bahwa karena api sangat besar, pemadam kebakaran tidak bisa segera naik. Istri dan bibinya terjebak di atas.  Ia hanya bisa mendapatkan informasi dari berita, sedangkan hotline pemerintah hampir tidak bisa dihubungi.

 “Telepon berkali-kali tidak tersambung, kalau tersambung pun tidak ada yang angkat, sebentar kemudian sibuk lagi.”

Manajemen Lokasi “Sangat Kacau”

Nyonya Chen mengkritik bahwa manajemen lokasi kebakaran “sangat kacau”. Warga hanya bisa “mendaftar” kehadiran di tempat. Ia khawatir jumlah korban bisa lebih banyak daripada yang diumumkan, terutama lansia atau mereka yang sulit bergerak.

Ia berkata: “Yang penting keluarga selamat. Ganti rugi sudah tidak penting, karena tidak ada ganti rugi yang bisa menebus nyawa.”

Kakek Terjebak — Kamera Rumah Tertutup Asap

Miss Chen mengatakan kakeknya yang sulit bergerak berada sendirian di rumah. Kamera yang dipasang di rumah menunjukkan sang kakek masih berjalan-jalan, tetapi setelah pukul 20.00, semuanya tertutup asap.  Ia telah memberitahu petugas pemadam posisi kakek secara detail, tetapi setelah beberapa jam masih belum ada tindakan.

Warga Melihat Api Menyebar ke Banyak Gedung

Mr. Leung menyaksikan api dari satu gedung merambat ke beberapa gedung lain. Ia mengatakan tidak ada cukup pasokan air dan operasi penyelamatan sangat kacau.
“Seluruh lokasi di luar kendali.”

Mr. Qiu juga mengatakan bahwa pada tahap awal api sebenarnya masih bisa dikendalikan. “Kalau helikopter menyiram air tepat waktu, setidaknya separuh lantai bisa diselamatkan.”
Tetapi api merambat dengan cepat dari perancah ke tiap unit. Banyak tetangga masih tidak bisa menghubungi keluarga mereka.

Seruan Internet Dipenuhi Pesan Mencari Orang Hilang

Berbagai pesan pencarian orang hilang beredar luas di internet. Korban hilang termasuk bayi, anak-anak, dan lansia.

Warga Hong Kong Bergerak — Donasi Membludak

Menurut media Hong Kong, jumlah besar warga dengan sukarela membeli air mineral, biskuit, roti, pakaian, dan kebutuhan lain untuk didonasikan ke titik pengumpulan.

Karena donasi terlalu banyak, titik pengumpulan di Yuntau Street sudah penuh sejak 27 November dini hari. Relawan meminta warga untuk tidak lagi mengirim barang ke lokasi tersebut.

Dalam rekaman warga yang beredar, terlihat orang-orang membentuk rantai manusia untuk memindahkan kotak-kotak donasi dari truk ke pusat penampungan sementara.

Sebagian warga juga membuat website integrasi sumber daya komunitas dan menyediakan formulir “lapor selamat” untuk memudahkan warga menghubungi keluarga.

Warga Mengantri Panjang untuk Donor Darah

Di berbagai pusat donor darah, antrian mengular. Menurut BBC, seorang pendonor bernama Mandy — bergolongan darah O — segera mengambil cuti saat membaca seruan mendesak di internet.

Saat ia tiba, sudah ada sekitar 20 orang di depannya. Tidak ada yang berbicara, semuanya hanya diam menunggu giliran.

Mandy berkata:  “Rasanya semua orang tahu apa yang harus mereka lakukan.”

Netizen menulis: “Semangat orang Hong Kong ternyata tidak pernah berubah.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine