[Berita Terlarang] Perhiasan dan Produk Anak di Tiongkok Terbukti Mengandung Karsinogen dan Bakteri Jauh Melebihi Batas

EtIndonesia. Daratan Tiongkok baru-baru ini kembali diguncang oleh laporan bahwa perhiasan emas-perak mengandung logam berat jauh melebihi batas, serta produk perawatan anak yang mengandung jumlah bakteri sangat tinggi. Hal ini memicu kekhawatiran besar masyarakat Tiongkok mengenai keamanan produk dan gagalnya sistem pengawasan.

Pada 23 November 2025, topik “perhiasan murah mengandung karsinogen melebihi 9.000 kali batas” menjadi trending di media sosial Tiongkok.

Menurut laporan media resmi CCTV, petugas pemeriksa secara acak membeli 21 barang perhiasan dari 20 toko. Hasilnya, 17 item memiliki pelapisan logam yang tidak memenuhi standar. Salah satu gelang “berlapis emas” memiliki ketebalan pelapisan emas yang 16 kali lebih tipis dari standar.

Sementara itu, sepasang anting yang diberi label “S925 silver” ternyata tidak mengandung perak sama sekali, dan bahkan kandungan kadmium—karsinogen tingkat pertama—melebihi batas sebanyak lebih dari 9.000 kali.

Beberapa pasien mengalami “dermatitis akibat perhiasan”, dengan gejala seperti kulit merah, gatal, dan mengelupas, yang menurut dokter berhubungan erat dengan logam berat seperti nikel dan kadmium.

Pada Agustus lalu, media juga mengungkap bahwa perhiasan “gold-plated” di pasaran memiliki kadar pelepasan nikel yang mencapai ribuan kali lipat dari standar nasional.

Dalam beberapa kasus, perhiasan yang diklaim menggunakan jarum perak S925 justru seluruhnya terbuat dari tembaga atau besi putih.

Selain itu, pemeriksaan acak yang dilakukan Biro Pengawas Pasar Guangzhou baru-baru ini menemukan bahwa produk perawatan anak dari merek terkenal “Rabbit Mommy” (兔头妈妈) memiliki kadar total bakteri 48 kali batas normal pada sampo anak, sementara produk lotion anak dari merek lain “Beishanjian” (倍膳健) melebihi batas hingga 820 kali.

Padahal, produk-produk tersebut mencantumkan logo “Tameng Emas Kecil” (小金盾), tanda khusus kosmetik anak, sehingga membuat para orang tua merasa aman.

Menurut laporan, produk yang mengandung bakteri sangat tinggi ini dapat menyebabkan radang kulit, infeksi, dan berbagai risiko kesehatan serius pada anak.

Banyak influencer dan blogger ibu–anak mengecam keras perusahaan terkait karena “mengurangi kualitas, menipu konsumen”, dan mempertanyakan apakah lembaga pengawas benar-benar bekerja.

Komentar Para Aktivis dan Pakar

“Ini adalah nilai yang dianjurkan oleh Partai: budaya memuja uang, menghalalkan segala cara demi keuntungan. Tanpa moral, tindakan yang merusak dan tidak berperikemanusiaan akan terus bermunculan. Budaya Partai adalah akar dari kemerosotan moral dan absennya supremasi hukum,” kata mantan pengacara Beijing sekaligus Ketua Aliansi Demokratik Rakyat Tiongkok di Kanada, Lai Jianping

Ketua Aliansi Pengacara HAM Tiongkok di luar negeri, Wu Shaoping, juga mengatakan bahwa maraknya barang palsu dan berkualitas buruk merupakan ciri khas budaya “pemalsuan” yang sudah meresap dalam sistem Partai.

“Bukan hanya data ekonomi yang palsu—hubungan personal, dokumen, bahkan riset akademik pun bisa dipalsukan. Ada pepatah: apa yang disukai penguasa, akan lebih parah dilakukan oleh bawahannya. Budaya dalam birokrasi pasti menyebar ke masyarakat,” ujarnya. 

Pelaku industri mengungkap bahwa lemahnya pengawasan membuat perhiasan palsu beredar luas. Di pasar grosir, perhiasan bahkan dijual berdasarkan “tumpukan” (heap), dengan harga grosir anting hanya 1 yuan. Asal-usul produk jelek ini sulit dilacak.

Pengawas Pasar Shanghai pada awal November memeriksa 50 batch perhiasan dari 19 merek dan menemukan 8 batch tidak memenuhi standar—kandungan kadmium, nikel, dan timbal melebihi batas. Namun hingga kini belum ada operasi penertiban nasional dari otoritas tingkat pusat.

Lai Jianping mengatakan bahwa supremasi hukum di Tiongkok hanyalah formalitas, dan lembaga pengawas sering bekerja sama dengan pedagang nakal untuk mengambil keuntungan.

“Bagi lembaga pengawas, membiarkan produk palsu tetap beredar bisa ‘mengembangkan ekonomi lokal’ dan sekaligus menciptakan peluang suap. Dua keuntungan sekaligus—mengapa tidak?,” ujarnya. 

Wu Shaoping menambahkan: “Hukuman yang dijatuhkan terlalu ringan, bahkan hanya simbolis. Contohnya kasus susu formula Sanlu—hukuman tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan. Ini jelas mendorong budaya pemalsuan.”

Ia menegaskan bahwa negara-negara Barat juga memiliki kasus pemalsuan, tetapi tidak separah Tiongkok, karena mereka memiliki sistem pengawasan independen dan mekanisme gugatan konsumen yang kuat. Pelanggar akan membayar harga sangat mahal.

“Di Tiongkok, pemerintah bahkan tidak mengizinkan masyarakat melakukan kegiatan anti-pemalsuan secara mandiri. Mereka justru memenjarakan orang-orang yang mencoba memberantas produk palsu. Bagaimana mungkin masalah pemalsuan bisa diatasi? Mustahil.”

Merek “Rabbit Mommy” kemudian mengeluarkan pernyataan permintaan maaf, tetapi masyarakat tetap meragukan keamanan produk dan kredibilitas pengawasan.

Menurut Wu Shaoping, hanya ada satu cara untuk benar-benar menyelesaikan masalah pemalsuan dan keamanan pangan di Tiongkok : “Menjatuhkan Partai Komunis Tiongkok.” (Hui)

Diedit oleh Wang Ziqi; Diwawancarai oleh Chang Chun; Pascaproduksi oleh Chen Jianming

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine