EtIndonesia. Aku selalu percaya bahwa cinta adalah hubungan emosional yang berjalan dua arah — sebuah ketertarikan mendalam antara dua hati, dua perasaan yang saling merindukan, sebuah percikan yang muncul saat dua jiwa saling menyentuh.
Jika dua orang saling mencintai, mereka tidak perlu mengubah diri secara berlebihan hanya demi menyenangkan pasangan. Kalau dia tidak menyukaimu, sekeras apa pun kamu mengejar, hasilnya tetap tidak akan berubah. Jika kalian benar-benar saling suka, bahkan waktu pun terasa tidak cukup — untuk apa sampai harus mengorbankan segalanya demi mendapatkan hatinya?
Kalaupun ketulusanmu membuat dia tersentuh hingga akhirnya menerima dirimu, cinta seperti itu tetap terasa dipaksakan. Saat awal dia menolakmu, pasti ada alasan — mungkin ada bagian dirimu yang belum sesuai dengan bayangannya. Dia mungkin tersentuh sesaat oleh tindakanmu, tetapi seiring waktu berjalan, ketika dia bertemu seseorang yang lebih sesuai dengan gambaran idealnya, siapa yang bisa menjamin bahwa hatinya tidak akan berubah?
Namun kita sering mendengar orang berkata: “Aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku sangat mencintainya!”
Sesungguhnya cara berpikir seperti ini cukup menggelikan. Dalam hidup ini, siapa yang benar-benar tidak bisa hidup tanpa siapa? Siapa yang hilang, lalu membuat bumi berhenti berputar?
Kecuali kamu memang tidak mau hidup lagi, selain itu, tidak ada siapa pun yang mampu menghentikanmu untuk terus melanjutkan hidup.
Banyak hal yang kita anggap sebagai “satu-satunya” sebenarnya tidak benar demikian — kita hanya belum benar-benar membuka hati untuk melihat kemungkinan lain.
Cinta sejati lahir dari ketertarikan yang tulus, dibangun atas dasar dua hati yang sama-sama menginginkan. Siapa pun yang hanya tahu mencintai orang lain tanpa peduli apakah dia dicintai balik, atau hanya ingin menerima tanpa mau memberi dengan tulus, hampir pasti tidak akan berakhir baik.
Jika cinta sudah menjadi masa lalu, lepaskanlah… biarkan dia menghilang bersama angin.
Jika satu bunga telah gugur, carilah bunga yang lain. Jangan gunakan air mata untuk memaksa cinta bertahan.
Sekalipun cinta hilang,hidup tetap terus berjalan. Kebahagiaan selalu menunggu di masa depan, dan mungkin saja, takdir itu masih berada dalam genggamanmu. (jhn/yn)


