EtIndonesia. Penyiar radio Afrika Selatan, Nonkululeko Mantula, telah hadir di pengadilan atas tuduhan merekrut empat pria untuk berperang melawan Ukraina di pihak Rusia, menurut Associated Press.
Polisi Afrika Selatan mengatakan tiga pria ditahan saat mencoba naik pesawat ke Rusia melalui Uni Emirat Arab. Penyidik yakin pria keempat telah pergi ke Rusia setelah direkrut oleh Mantula.
Penangkapan penyiar radio negara SAFM ini terjadi di tengah penyelidikan polisi terpisah yang melibatkan putri mantan presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, yang diduga menipu tujuh belas pria lainnya agar berperang untuk Rusia di Ukraina.
Dudu Zuma-Sambudla telah mengundurkan diri dari parlemen dan semua jabatan pemerintahan. Saudara tirinya menuduhnya menipu pria agar pergi ke Rusia dengan dalih menerima pelatihan keamanan yang akan membantu mereka mendapatkan pekerjaan.
Upaya perekrutan Rusia yang lebih luas
Rusia telah lama berupaya menarik orang Afrika dan Asia untuk memperluas pengaruhnya dan mempromosikan ideologi “dunia Rusia” di luar negeri.
Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, lebih dari 1.400 warga negara Afrika bertempur untuk Rusia, dan pemerintah di seluruh benua mendesak warganya untuk tidak tertipu oleh skema perekrutan.
Pusat Penanggulangan Disinformasi di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina melaporkan bahwa sejak 2022, Rusia telah merekrut warga negara asing dari 128 negara melalui pusat perekrutan palsu, perusahaan swasta, serta jalur diplomatik dan budaya resmi.
Jumlah pejuang asing tertinggi berasal dari Korea Utara, sekitar 12.000. Sejumlah besar juga berasal dari negara-negara Asia Tengah: Uzbekistan (2.715), Tajikistan (1.599), Kazakhstan (1.190), dan Kirgistan (687). Selain itu, 1.338 warga Belarus turut serta dalam operasi tempur melawan Ukraina. (yn)


