Siklon Ditwa memicu hujan lebat dan banjir besar di Sri Lanka, menyebabkan setidaknya 193 orang tewas dan 228 orang hilang di berbagai daerah di negara itu. Di beberapa bagian ibu kota Kolombo, banjir yang parah terus memburuk seiring naiknya permukaan Sungai Kelani yang melintasi kota tersebut.
EtIndonesia. Menurut laporan AFP, Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka (Disaster Management Centre, DMC) menyatakan bahwa hujan deras berkepanjangan akibat Siklon Ditwa telah menyebabkan 193 orang meninggal dunia, sementara 228 orang masih belum ditemukan.
Siklon tersebut juga merusak lebih dari 20.000 rumah, menyebabkan 122.000 orang harus tinggal di tempat pengungsian sementara yang disediakan pemerintah, serta 833.000 orang mengungsi dan membutuhkan bantuan akibat banjir.
Meski siklon itu telah meninggalkan wilayah Sri Lanka pada 29 November, hujan deras masih turun di bagian hulu Sungai Kelani, membuat daerah dataran rendah di sepanjang alirannya terus terendam.
Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, pada 29 November telah mengumumkan keadaan darurat nasional guna menangani dampak lanjutan bencana serta menyerukan bantuan dari komunitas internasional.
India menjadi negara pertama yang mengirimkan bantuan, termasuk pasokan darurat serta dua helikopter beserta awaknya untuk mendukung operasi penyelamatan. Jepang juga menyatakan akan mengirim tim kerja untuk menilai kebutuhan di lapangan dan berjanji memberikan bantuan tambahan.
Foto-foto dari wilayah Welanpeetiya, pinggiran Kolombo, menunjukkan warga berjuang menembus jalanan yang terendam banjir, beberapa membawa barang-barang mereka sambil melintasi air yang tinggi. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


