EtIndonesia. Pada 28 November 2025, sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia mengalami kecelakaan serius hanya beberapa detik setelah diluncurkan dari Lapangan Peluncuran Yasny, dekat Orenburg, Rusia selatan.
Rekaman video yang beredar menunjukkan momen dramatis:
- Rudal meluncur ke udara
- Beberapa detik kemudian kehilangan kendali
- Badan rudal berputar balik 180 derajat
- Struktur rudal mulai meledak sendiri di udara
- Sisa pecahan jatuh menghantam tanah
- Langit dekat perbatasan Kazakhstan tertutup asap tebal dan bahan bakar terbakar
Beberapa analis menyebut rudal yang mengalami kegagalan itu adalah RS-28 Sarmat, ICBM paling baru dan paling “ditakuti” milik Rusia.
Sarmat: “Rudal Tercanggih” yang Justru Menjadi Bumerang
RS-28 Sarmat dikembangkan sejak awal 2010-an untuk menggantikan rudal RS-18 era Soviet. Secara teori, Sarmat adalah:
- Rudal berbahan bakar cair berukuran besar
- Mampu membawa 10 hulu ledak nuklir berat atau 16 hulu ledak ringan MIRV
- Dapat dipasangi kendaraan luncur hipersonik Avangard
- Disebut sebagai ICBM terkuat dan berjangkauan terjauh di dunia
20 April 2022, Rusia pertama kali berhasil menguji Sarmat, dan hulu ledaknya mencapai target di Kamchatka.
Presiden Vladimir Putin pernah sesumbar bahwa rudal ini mampu menembus seluruh sistem pertahanan rudal dunia.
Namun pada uji coba 28 November 2025, rudal itu justru: Menembus sistem pertahanan Rusia sendiri—karena berputar balik dan jatuh di wilayah Rusia dalam waktu kurang dari satu menit.
Sebuah ironi yang sulit diabaikan.
Rusia Pernah Mengalami Kegagalan Serupa
Kecelakaan seperti ini ternyata bukan kali pertama.
1. Insiden S-400 (2022)
Dalam rekaman perang Ukraina tahun 2022, salah satu rudal S-400 Rusia:
- Baru saja ditembakkan
- Berbalik arah
- Jatuh tepat ke posisi pasukan Rusia
- Meledak dahsyat
2. Gagal Luncur S-400 (sekitar 2018)
Video lama memperlihatkan:
- Rudal S-400 diluncurkan
- Booster gagal bekerja
- Rudal jatuh vertikal
- Ledakan besar menelan kendaraan peluncur
- Api berkobar selama 30 detik
3. Kegagalan Rudal Jelajah Kalibr
Pada fase awal pengembangan:
- Rudal Kalibr gagal terkendali
- Terbang berputar seperti kain terpelintir
- Jatuh di laut dekat kapal perang Armada Laut Hitam
Rentetan kegagalan ini memberi kesan kuat bahwa problem kualitas produksi dalam industri pertahanan Rusia masih kronis: mulai dari material, manufaktur, hingga pengujian akhir.
Bahaya Terbesar: Risiko Ledakan Nuklir di Tanah Sendiri
Sarmat adalah rudal berkemampuan multi-hulu ledak nuklir.
Jika suatu saat terjadi perang dan rudal itu membawa belasan hulu ledak, lalu gagal saat diluncurkan, maka skenario terburuknya adalah:
Ledakan nuklir besar-besaran di wilayah Rusia sendiri.
Ironisnya, Putin sering mengancam Barat dengan penggunaan nuklir.
Melihat performa Sarmat, banyak analis menyindir: “Jangan-jangan jika tombol peluncuran ditekan, justru Moskow yang lebih dulu hancur.”
Menara Peluncuran Soyuz MS-28 Runtuh
Masalah Rusia tidak berhenti pada rudal nuklir.
Pada 27 November 2025 pukul 14.27 waktu setempat, roket Soyuz MS-28 diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur.
Peluncuran berlangsung sukses dan membawa:
- 1 astronot NASA (AS)
- 2 astronot Rusia
Rombongan tiba di ISS hanya tiga jam kemudian.
Namun tak lama setelah peluncuran, Platform Peluncuran Nomor 30 di Baikonur runtuh. Rekaman menunjukkan:
- Struktur baja berguncang
- Rangka penyangga roboh
- Area platform mengalami kerusakan struktural berat
Akibat insiden ini:
- Seluruh peluncuran Soyuz dan Progress dihentikan tanpa batas waktu
- Pakar antariksa Rusia, Yegorov, menyatakan butuh 2 tahun untuk memulihkan kemampuan peluncuran berawak
- Banyak pihak pesimistis, mengingat lambatnya pemulihan industri Rusia
Contoh paling jelas adalah kapal induk Kuznetsov, yang sudah lebih dari 10 tahun tidak kembali beroperasi.
Drama di Laut Hitam: Kapal Tanker Rusia Terbakar
Pada 28 Oktober 2025, sebuah kapal tanker besar Rusia yang tergabung dalam “shadow fleet” terbakar hebat di Laut Hitam.
Dalam pekan itu:
- Dua kapal tanker Rusia terbakar
- Militer Ukraina kemudian merilis video serangan
- Serangan menggunakan drone laut bunuh diri
Rekaman drone menunjukkan:
- Wahana tanpa awak melaju cepat menerjang ombak
- Menabrak lambung kapal
- Ledakan besar terjadi
- Api menyebar cepat hingga melahap seluruh kapal
Serangan ini menunjukkan kemampuan Ukraina yang kian maju dalam operasi jarak jauh di Laut Hitam.
Penutup: Salah Satu Operasi Terbaik Ukraina
Dalam segmen terakhir, media Ukraina menayangkan kembali rekaman operasi khusus Ukraina di Laut Hitam, yang digambarkan sebagai: “Salah satu misi paling sukses dan presisi dalam perang modern.”
Sementara itu, Rusia menghadapi tekanan beruntun:
- Rudal ICBM gagal
- Platform peluncuran antariksa runtuh
- Kapal tanker terbakar
- Industri pertahanan kesulitan bangkit
Ujian besar bagi negara yang selama ini mengklaim diri sebagai salah satu kekuatan militer terbesar dunia.


