EtIndonesia. Kerajaan Arab kuno terletak jauh di tengah gurun. Bertahun-tahun diterpa angin pasir, kota yang dahulu makmur kini menjadi rusak dan sepi— penduduknya semakin berkurang. Sang raja menyadari bahaya yang mengancam negeri itu.
Suatu hari, dia memanggil keempat pangerannya dan berkata: “Aku berencana memindahkan ibu kota ke wilayah Kalen yang indah dan subur.”
“Kalen sangat jauh dari sini. Kalian harus melintasi gunung-gunung tinggi, padang rumput, rawa, bahkan menyeberangi banyak sungai besar. Tetapi seberapa jauhnya, tak seorang pun benar-benar tahu,” ujar raja.
Raja menatap putra-putranya dan melanjutkan: “Aku memutuskan untuk mengirim kalian berempat, masing-masing melalui jalur yang berbeda, untuk mencari tahu.”
Keempat pangeran itu terkejut, tetapi tetap mematuhi perintah ayah mereka. Mereka menyiapkan perlengkapan dan berangkat.
Pangeran sulung naik kereta selama delapan hari, melintasi empat gunung besar hingga tiba di padang rumput tak berujung. Orang-orang di sana memberitahunya bahwa setelah padang rumput itu masih ada rawa-rawa, sungai besar, dan pegunungan es. Terkejut akan jauhnya perjalanan, dia pun berhenti dan kembali.
Pangeran kedua menunggang kuda dan berhasil melewati rawa. Namun sebuah sungai besar yang deras menghalangi jalannya. Melihat air yang mengalir begitu kuat, dia pun berbalik pulang.
Pangeran ketiga menyeberangi dua sungai besar, tetapi kemudian masuk ke gurun luas yang tak bertepi. Di tengah pasir yang membentang tanpa arah, dia kehilangan orientasi dan mulai mencari jalan kembali.
Sebulan kemudian, tiga pangeran itu kembali ke istana dan melaporkan apa yang mereka lihat. Mereka berulang kali menegaskan bagaimana sulitnya perjalanan itu, dan semua orang yang mereka temui juga mengatakan bahwa Kalen sangat jauh, hampir mustahil dijangkau.
Enam hari berlalu— barulah pangeran bungsu kembali, tubuhnya penuh debu perjalanan.
Dengan wajah bersemangat dia berkata kepada ayahnya: “Menuju Kalen hanya membutuhkan delapan belas hari perjalanan!”
Raja tersenyum puas: “Kamu benar, anakku. Sebenarnya aku sudah pernah ke Kalen.”
Para pangeran tertegun : “Kalau Ayah sudah tahu, mengapa Ayah masih mengirim kami?”
Dengan wajah serius raja berkata: “Ada empat kata yang ingin kusampaikan: ‘Kaki lebih panjang dari jalan.’”
Renungan Hidup
“Tak ada jalan yang lebih panjang dari langkah kaki, dan tak ada gunung yang lebih tinggi dari manusia.”
Sering kali, dalam hati kita, perjalanan terasa jauh, berat, dan tak mungkin dicapai.
Padahal kita seharusnya mengerti: Selama kita terus melangkah, tak ada jalan yang tidak bisa ditembus. Langkah kitalah yang menentukan jarak—bukan sebaliknya. (jhn/yn)


