Nasib Tragis Bocah: Meninggal Dunia Sehari Setelah Keluarga Teken Donasi Enam Organ

Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di Henan jatuh dari gedung dan dilarikan ke rumah sakit. Dua puluh hari kemudian, setelah pihak keluarga menandatangani persetujuan donor organ atas permintaan rumah sakit, keesokan harinya bocah tersebut dinyatakan meninggal dunia. Namun ibunya mengatakan bahwa sebelum anak itu didorong masuk ke ruang operasi transplantasi, tangannya masih hangat, sehingga diduga terjadi pengambilan organ secara hidup-hidup.

EtIndonesia. Pada 29 November, menurut laporan Dahe Daily Tiongkok, seorang wanita bermarga Liu dari Kota Jiyuan, Henan, menyatakan bahwa setelah putranya yang berusia 14 tahun, Ni Haichao, meninggal, ia mendonorkan organ dan kornea anaknya sehingga menyelamatkan enam orang.

Liu menjelaskan bahwa ia membesarkan anaknya seorang diri. Pada 11 Oktober sore, anaknya tiba-tiba jatuh dari gedung dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah lebih dari 20 hari dalam perawatan intensif tanpa tanda-tanda perbaikan, pada 30 Oktober anak tersebut dinyatakan “mati otak”.

Menurut Liu, pihak rumah sakit memberitahukan bahwa hidup anaknya tidak dapat diselamatkan. Pada 31 Oktober, Liu—”disaksikan oleh koordinator He Ning dan Pan Zhenhong”—menandatangani formulir konfirmasi keluarga untuk donor organ manusia.

Laporan menyatakan bahwa pada 1 November, hati, kedua ginjal, paru-paru, dan kornea anak tersebut ditransplantasikan ke enam pasien.

Keraguan Publik: Bagaimana 6 Penerima Organ Bisa Siap dalam 1 Hari?

Warganet mempertanyakan: “Donor baru ditetapkan 31 Oktober, dan 1 November anak itu sudah meninggal dunia. Artinya, keenam pasien itu harus melakukan operasi transplantasi pada hari yang sama. Tidak mungkin dalam satu hari bisa menemukan enam penerima yang cocok, semua sudah siap operasi dengan kondisi tubuh yang sudah disesuaikan sebelum tindakan.”

Mereka menilai bahwa selama 20 hari sebelum dinyatakan mati otak, kemungkinan sudah ada “sekelompok” pasien yang menunggu organ anak tersebut, dengan kondisi tubuh sudah disesuaikan sebelumnya sesuai instruksi dokter—seperti burung pemakan bangkai yang menunggu mangsa mati.

Banyak yang bertanya:

  • “Benarkah anak itu tidak bisa diselamatkan, atau…”
  • “Apakah sejak ia masuk ruang operasi sudah dijadikan target?”
  • “Lagi-lagi mati otak!”

Warganet lain menulis: “Ini berarti rantai ‘kecelakaan → mati otak → donor organ’ bisa menemukan 6 penerima hanya dalam 20 hari?”

Sebelum Masuk Ruang Operasi, Tangan Anak Masih Hangat

Pada 4 November, akun Zhihu “Dami dan Xiaomi” memuat tulisan berjudul ‘Anak Autis 14 Tahun Meninggal Setelah Jatuh, Ibunya Mendonorkan Organ yang Menolong 4 Orang’, yang memuat wawancara dengan ibu anak tersebut.

Sang ibu mengatakan: “31 Oktober sore, dokter berbicara kepada saya bahwa reaksi intrakranial anak sudah hilang dan ia berada di ujung hidupnya. Saya meminta untuk melihatnya untuk terakhir kalinya. Saat saya menyentuh tubuh Haichao, badannya sangat dingin. Saya tahu itu mungkin pertemuan terakhir kami.”

“1 November sekitar pukul 04.00 pagi, rumah sakit menelepon bahwa anak saya hanya bisa bertahan sampai pukul 06.30. Ketika saya tiba, dokter sedang mendorongnya keluar dari bangsal menuju ruang operasi untuk pengambilan organ. Saya memegang tangannya—anehnya, tangannya hangat. Padahal sehari sebelumnya seluruh tubuhnya dingin. Mengapa pagi itu hangat?”

Dokter menjawab bahwa itu mungkin “cahaya kembali sebelum meninggal”.

Sang ibu menambahkan: “Mungkin dia tahu bahwa dirinya akan membantu orang lain.”

Warganet kembali mempertanyakan:

  • “Apakah ini berarti ia belum meninggal ketika organnya diambil?”
  • “Apakah rasa dingin sehari sebelumnya hanya rekayasa rumah sakit?”

Profil Sumber Informasi

Informasi menunjukkan bahwa “Dami dan Xiaomi” mengklaim sebagai platform profesional Tiongkok dalam pengembangan anak dan pelayanan rehabilitasi untuk anak berkebutuhan khusus. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine