Inggris dan Norwegia Bentuk Armada Gabungan untuk Memantau Operasi Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara

EtIndonesia. Inggris dan Norwegia sedang bersiap untuk menandatangani perjanjian pertahanan yang akan membentuk armada angkatan laut gabungan untuk memantau operasi kapal selam Rusia di Atlantik Utara, lapor The Independent.

Detail Perjanjian

Tujuan pakta ini adalah untuk melindungi kabel dan pipa internet bawah laut yang semakin rentan akibat meningkatnya aktivitas Rusia.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, jumlah kapal Rusia di dekat Inggris telah meningkat sebesar 30% selama dua tahun terakhir.

Dokumen tersebut diperkirakan akan ditandatangani dalam pertemuan antara Perdana Menteri Keir Starmer dan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre di sebuah pangkalan militer di Skotlandia.

Perjanjian ini dinamai Perjanjian Lunna House, diambil dari nama sebuah pangkalan bersejarah di Kepulauan Shetland. Dasar pakta ini adalah kontrak pembangunan kapal militer senilai 13,3 miliar dolar.

Armada baru dan tugasnya

Sebagaimana dinyatakan dalam artikel, kapal-kapal baru ini dimaksudkan untuk memastikan kendali atas pergerakan armada Rusia di perairan antara Greenland, Islandia, dan Britania Raya.

Kapal-kapal ini akan melindungi kabel dan pipa bawah laut yang penting bagi sistem komunikasi, pasokan energi, dan pengiriman gas.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Britania Raya juga akan bergabung dengan program Norwegia untuk mengembangkan kapal pangkalan bagi sistem nirawak yang digunakan dalam penanggulangan ranjau dan peperangan bawah laut.

Signifikansi strategis

Selain itu, marinir Britania Raya akan menjalani pelatihan di Norwegia untuk beroperasi dalam kondisi musim dingin yang sulit, dan kedua negara akan memperluas kerja sama dalam penggunaan torpedo Sting Ray dan latihan gabungan.

Aspek lain yang akan dikaji adalah pengembangan sistem otonom NATO di High North.

Perdana Menteri Keir Starmer menekankan pentingnya kemitraan baru ini.

“Di tengah ketidakstabilan global yang mendalam ini, dengan semakin banyaknya kapal Rusia yang terdeteksi di perairan kita, kita harus bekerja sama dengan mitra internasional untuk melindungi keamanan nasional kita. Perjanjian bersejarah dengan Norwegia ini memperkuat kemampuan kita untuk melindungi perbatasan dan infrastruktur penting yang diandalkan negara kita,” tegasnya.

Dilaporkan juga bahwa Angkatan Laut Kerajaan akan menerima rudal serang angkatan laut Norwegia canggih yang mampu mencapai target pada jarak lebih dari 100 mil.

Apa yang terjadi sebelumnya

Pada bulan Oktober tahun lalu, sebuah kapal Rusia yang membawa kargo berbahaya memasuki Selat Inggris dan kemudian digambarkan sebagai “bom terapung”.

Pada bulan Januari 2025, Inggris kembali mendeteksi aktivitas Rusia di selat tersebut, termasuk sebuah kapal intelijen Rusia. Dan pada bulan November, Menteri Pertahanan John Healey menyatakan bahwa kapal Rusia lainnya berada di lepas pantai Skotlandia, kemungkinan sedang mengumpulkan data tentang infrastruktur bawah laut, dan sedang dipantau. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine