Kebakaran Misterius di Hong Kong : Alarm Kebakaran dan Sirene Tidak Berbunyi, Dinas Pemadam Kebakaran Shenzhen Ditolak Memberi Bantuan

EtIndonesia. Pada 26 November 2025 sore, terjadi kebakaran besar di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong. Tujuh blok apartemen hangus terbakar, menyebabkan ratusan korban luka dan hilang.

Kebakaran besar ini menimbulkan banyak kejanggalan. Delapan blok gedung mengalami kegagalan total pada sistem alarm kebakaran. 

Beredar pula video yang menunjukkan penghuni mencoba membunyikan alarm, tetapi tidak berhasil. Selain itu, mobil pemadam yang datang ke lokasi dikabarkan tidak menyalakan sirine. Pemerintah Hong Kong juga menolak bantuan dari tim pemadam kebakaran Shenzhen. Serangkaian kejanggalan ini memicu kecurigaan publik.

Pada 1 Desember, sebuah rekaman CCTV di dalam gedung menjadi viral. Kamera bel pintu di blok Wang Kin Court menunjukkan bahwa pada pukul 15.24—yakni sekitar setengah jam setelah kebakaran mulai—seorang penghuni mencoba mengaktifkan alarm kebakaran gedung. Ia memencet dan mengetuk tombol berkali-kali, tetapi alarm tidak bereaksi sama sekali.

Media Hong Kong sebelumnya melaporkan bahwa seluruh alarm kebakaran di delapan blok gedung tidak berbunyi, membuat banyak warga kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan diri. 

Disebutkan bahwa pihak pengelola gedung sudah lama mematikan sistem alarm demi memudahkan para pekerja konstruksi keluar masuk dari pintu belakang.

Setelah video ini beredar, pemerintah Hong Kong menangkap enam kontraktor perangkat pemadam kebakaran, menuduh mereka mematikan sistem alarm selama perbaikan gedung, tetapi melaporkan kepada otoritas pemadam kebakaran bahwa sistem tersebut “berfungsi normal”.

Selain itu, menurut laporan warganet setempat, meskipun pihak berwenang mengklaim mobil pemadam tiba di lokasi dalam enam menit, namun banyak mobil pemadam yang memadati jalan tidak menyalakan sirine atau pengeras suara—suatu hal yang sangat tidak biasa.

Gedung-gedung di Wang Fuk Court telah mengalami renovasi berkepanjangan, dan banyak jendela penghuni telah disegel dari luar untuk mencegah kebisingan dan debu. Tanpa alarm dan tanpa bisa melihat luar, banyak penghuni tidak mengetahui adanya kebakaran hingga terlambat. 

Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa seorang lansia hanya dapat menyelamatkan diri setelah diberitahu melalui telepon oleh putrinya yang berada di Korea Selatan, yang mengetahui kebakaran dari internet.

Warganet Hong Kong juga mempertanyakan mengapa selang air mobil pemadam setempat hanya dapat menyembur setinggi 30–40 meter, sehingga tak mampu menjangkau gedung setinggi lebih dari 100 meter. Di sisi lain, tim pemadam Shenzhen yang selama ini mengklaim memiliki teknologi maju justru ditolak bantuannya oleh pemerintah Hong Kong.

Menurut laporan media sebelumnya, pada 26 November malam, mobil pemadam Shenzhen sudah bersiap di perbatasan Liantang, menunggu perintah untuk membantu Hong Kong. Namun keesokan harinya, pemerintah Hong Kong menyatakan bahwa mereka tidak pernah meminta bantuan. Pihak pemadam Shenzhen kemudian menjelaskan kepada media bahwa keberadaan mereka di perbatasan malam sebelumnya hanyalah “uji coba rutin”.

Kebakaran Wang Fuk Court berlangsung selama 43 jam penuh. Dari delapan blok gedung, tujuh diantaranya berubah menjadi pilar-pilar api raksasa yang menjulang tinggi. Pemerintah Hong Kong hanya melaporkan lebih dari 100 korban tewas, tetapi publik meragukan jumlah tersebut dan menduga adanya penutupan informasi.

Menanggapi pertanyaan mengapa pihak berwenang tidak menggunakan helikopter, tangga pemadam super-tinggi, atau drone pemadam, Kepala Dinas Pemadam Hong Kong membuat penjelasan publik. Namun penjelasan itu dinilai tidak dapat diterima dan tidak konsisten.

Serangkaian tindakan yang dinilai tidak wajar dari pihak berwenang membuat warganet mempertanyakan kelalaian pemerintah. Bahkan, sebagian  berspekulasi adanya kemungkinan motif atau teori konspirasi di balik kejadian tersebut. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine