Surabaya, 5 Desember 2025 — Dunia arsitektur, desain, dan material dekoratif di Jawa Timur memasuki babak baru. Bukan melalui pameran konvensional lainnya, melainkan melalui kelahiran sebuah gerakan yang bernama Spacive. Lebih dari sekadar event atau platform, Spacive mendeklarasikan diri sebagai sebuah movement yang bertujuan membongkar sekat-sekat antara akademisi, praktisi, industri, dan masyarakat umum. Event perdana bertajuk “FRAGMENT” resmi digelar di Multi Purpose Hall, Ciputra World Surabaya, pada 5-7 Desember 2025, dengan ambisi menjadi pameran arsitektural immersive pertama dan terbesar di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan VIP antara lain Indah Kurnia, anggota DPR-RI.
Keresahan yang Melahirkan Kolaborasi
Spacive lahir dari kegelisahan akan ekosistem kreatif yang terfragmentasi. Ruth Nathania, Founder Spacive, mengungkapkan, “Spacive lahir dari keresahan kami akan dunia akademisi, praktisi, dan industri dalam sektor desain dan bangunan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.” Menurutnya, Surabaya memiliki potensi luar biasa, namun kerap terkendala kurangnya akses dan wadah yang mampu mempertemukan semua pihak secara setara.
“Kota ini memerlukan adanya gerakan untuk memberikan akses, ruang, dan kesempatan yang lebih setara bagi seluruh warganya,” tegas Ruth. Misi utama Spacive adalah memperkuat literasi desain masyarakat Surabaya dan Jawa Timur, menjadikan seni dan kreativitas sebagai bagian tak terpisah dari gaya hidup, bukan sesuatu yang elitis dan jauh.
Tema “FRAGMENT”: Merajut Kembali yang Terpisah

Event perdana Spacive 2025 mengusung tema “FRAGMENT”. Tema ini dipilih sebagai sebuah pernyataan sekaligus refleksi. “Kami ingin mendefinisikan ulang hubungan antara Arsitektur dengan Kehidupan,” jelas Ruth. Setiap ruang dan rancangan tidak berhenti pada hal-hal fisik (tangible) semata, tetapi juga terdiri dari fragmen-fragmen cerita, emosi, memori, dan hal intangible lain yang membentuk keseluruhan pengalaman.
AR Hermawan Desmanto – Kurator Spacive/Perwakilan IAI yang akrab disapa Pak Iwan, menambahkan dimensi lain. “Ini sebenarnya kayak tempat ketemu lah, maksudnya dari semua stakeholder; ada desainer, kontraktor, homeowner, ada macam-macam di sini dalam satu wadah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Spacive ingin menunjukkan bahwa desain sudah menjadi bagian dari keseharian. “Kita mau makan, udah bukan juga cuman makanannya, meskipun itu penting, tapi mungkin nanti tempat kemasannya… orang makin aware bahwa standar-standar desain itu makin tinggi dan dibutuhkan,” paparnya.
Tahun ini, “FRAGMENT” juga diterjemahkan ke dalam pendekatan sensori. “Pertanyaan kembali ke apa yang ada di diri kita, yaitu panca indra. Itu intinya. Dari kita sendiri, baru kita bergerak ke hal lain,” jelas Pak Iwan. Pendekatan ini diwujudkan dalam kurasi immersive experience yang mengajak pengunjung merasakan material, ruang, dan karya seni dengan lebih mendalam.
Dalam acara ini pengunjung diajak melewati suatu lorong dengan tahapan-tahapan awal “touch” (menyentuh) dimana di dinding dapat meraba ukiran-ukiran ornament sebagai hiasan pada dinding bangunan, lalu “smell” (bau/aroma) dimana aroma segar dari tanaman hias yang mengeluarkan bau wangi, lalu “sound” (bunyi/suara) dari speaker yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan suara yang menenangkan sesuai dengan keinginan kita.

Apa yang Ditawarkan Spacive 2025?
Event tiga hari ini dirancang sebagai ekosistem mini yang lengkap:
- Kurasi Material dan Karya Seni: Menghadirkan showcase dari brand-brand material dekoratif, home living, dan artwork terpilih dengan penyajian yang mirip galeri seni.
- Edukasi dan Kompetisi: Menyediakan aktivasi edukasi untuk mahasiswa dan profesional, termasuk lomba desain maket antar mahasiswa serta berbagai sharing session bersama ahli.
- Kolaborasi Kreatif: Menjadi jembatan bagi kolaborasi antara arsitek, interior designer, product designer, seniman, dan industri.
- Program Komunitas: Mengakomodasi kebutuhan homeowner dan pehobi desain melalui program khusus.
- Business Matching: Menyediakan ruang temu strategis untuk membangun peluang kolaborasi bisnis yang konkret.
Acara ini didukung berbagai partner baik property, perusahaan produk desain interior dan eksterior.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Pameran
Pembeda utama Spacive terletak pada filosofinya. “Spacive bukan platform material — Spacive adalah movement,” demikian bunyi pernyataan resminya. Gerakan ini berkomitmen untuk:
- Mendorong ekosistem baru yang transparan dan kolaboratif.
- Menghubungkan industri, akademisi, dan pengguna akhir dalam ‘bahasa’ visual yang ringan namun memikat.
- Memberikan edukasi material yang jujur, praktis, dan mudah dipahami publik.
- Membuka peluang kolaborasi lintas industri dan disiplin kreatif.
Pak Iwan memandang perkembangan dunia desain Surabaya sudah cukup signifikan, namun masih terpusat. “Kami hanya ingin membuka akses yang jauh lebih luas lagi supaya desain ini tidak hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat, tetapi bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Surabaya,” ungkapnya. Ia berharap nilai-nilai desain yang baik dapat diterjemahkan dan diaplikasikan tidak hanya di ruang personal, tetapi juga di berbagai fasilitas publik, sehingga seluruh warga kota yang pada akhirnya menikmati hasilnya.
Spacive 2025 dengan tema “FRAGMENT” adalah titik awal. Sebuah upaya untuk mengumpulkan fragmen-fragmen potensi yang terserak, lalu merajutnya menjadi suatu ekosistem kreatif Jawa Timur yang lebih inklusif, terhubung, dan progresif. Gerakan ini tidak hanya berbicara tentang produk atau proyek, melainkan tentang membangun percakapan, membuka akses, dan pada akhirnya, meninggikan literasi desain sebagai fondasi untuk membentuk kota yang lebih manusiawi dan inspiratif.


