EtIndonesia. Pada malam 4 Desember, pasukan Ukraina menyerang sebuah fasilitas industri di wilayah Stavropol, Rusia, yang beroperasi sebagai bagian dari kompleks industri militer Rusia. Targetnya adalah pabrik Nevinnomyssk Azot, menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
“Sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi potensi ofensif musuh dan kemampuannya melancarkan serangan rudal dan bom, pada malam 4 Desember, unit-unit Angkatan Pertahanan Ukraina menyerang salah satu pabrik kimia terbesar milik agresor — Nevinnomyssk Azot di wilayah Stavropol, Rusia,” demikian pernyataan tersebut.
Pabrik tersebut merupakan komponen yang sangat penting dari kompleks industri militer Rusia. Pabrik ini memproduksi lebih dari 1 juta ton amonia dan hingga 1,4 juta ton amonium nitrat setiap tahunnya, menjadikannya salah satu pemasok utama komponen dasar untuk produksi bahan peledak.
“Salah satu bengkel produksi terkena serangan, dan kebakaran di lokasi tersebut terkonfirmasi,” tambah Staf Umum.
Selain pabrik, pasukan Ukraina mengonfirmasi serangan terhadap personel Rusia di tempat latihan dekat Dokuchaievsk di wilayah Donetsk yang diduduki sementara. Rusia kehilangan hingga 60 tentara tewas dan terluka.
“Pasukan Pertahanan terus mengambil semua langkah untuk melemahkan potensi militer dan ekonomi penjajah Rusia dan memaksa Federasi Rusia untuk mengakhiri agresi bersenjatanya terhadap Ukraina,” pungkas Staf Umum.
Pada malam 4 Desember, Rusia melaporkan ledakan di kota Oryol dan di Wilayah Stavropol. Di salah satu kota, pesawat tanpa awak menyerang pabrik kimia besar — Nevinnomyssk Azot.
Sebelumnya, pada malam 3 Desember, pemadaman listrik terjadi di wilayah Donetsk yang diduduki sementara menyusul serangan pesawat tanpa awak di Donetsk dan Makiivka. Pemadaman listrik sebelumnya di wilayah Donetsk yang diduduki terjadi pada 22 November, juga akibat serangan pesawat tanpa awak yang tidak dikenal.(yn)


