Kota yang Mengubah Perang: Pokrovsk Belum Jatuh, Dunia Tertipu Propaganda

EtIndonesia. Pokrovsk, Donetsk Oblast kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah serangkaian klaim tak berdasar menyebut kota itu sepenuhnya jatuh ke tangan Rusia. Dalam narasi yang berkembang sejak 4 Desember 2025, pendukung Kremlin menggembar-gemborkan “kejatuhan Kota Tentara Merah” dan bahkan menghubungkannya dengan isu geopolitik Tiongkok. Namun laporan resmi dari Ukraina—disampaikan langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi pada 5 Desember 2025—menegaskan situasi sebenarnya jauh dari gambaran propaganda.

Pokrovsk Belum Jatuh: Klarifikasi Resmi Panglima Ukraina 

Dalam pernyataan resminya, Syrskyi menyebut: “Di Pokrovsk dan Myrnohrad, kami secara aktif menggagalkan upaya musuh membentuk kelompok serbu dan mengepung permukiman. Pasukan kami tetap bertahan di zona pertahanan yang ditetapkan.”

Peta pertempuran terbaru yang dirilis Ukraina menunjukkan:

  • Zona merah: area yang berhasil ditembus Rusia
  • Zona biru: area pertahanan Ukraina
  • Pertempuran aktif: di sektor utara Pokrovsk

Hasilnya jelas: tidak ada pihak yang menguasai kota secara penuh.

Jika Rusia benar-benar menguasai Pokrovsk, mereka cukup mengirim satu kendaraan lapis baja untuk memasang bendera dan mempublikasikan videonya—standar propagandanya selama ini. Tetapi hingga kini tidak ada bukti visual dari salah satu pihak. Itu sebabnya klaim kemenangan Rusia dipandang sebagai informasi prematur.

Brigade Serbu Udara ke-7 Ukraina yang bertempur di sektor tersebut melaporkan: “Musuh berupaya mendekati jalur logistik, tetapi jumlah pasukan Rusia yang dihancurkan jauh lebih besar dibanding kemajuan mereka.”

Pokrovsk: Kota Kecil, Harga Terlalu Mahal

Sumber militer Ukraina melaporkan bahwa di satu kota ini saja, korban jiwa Rusia dalam beberapa bulan terakhir melampaui seluruh korban Uni Soviet selama 10 tahun perang Afghanistan (1979–1989).

  • Korban Uni Soviet di Afghanistan: ±15.000 orang
  • Korban Rusia di Pokrovsk: ±15.000 orang setiap bulan

Angka ini mencerminkan bobroknya strategi Kremlin dalam pertempuran perkotaan jarak dekat—yang kini menjadi kuburan bagi ribuan prajurit muda Rusia.

Mengapa Rusia Gagal? “Mitos Tiga Hari Kuasai Kyiv” Dibongkar (Wawancara 1 Desember 2025)

Dalam wawancara radio pada 1 Desember 2025, mantan Panglima Angkatan Darat Rusia, Jenderal Vladimir Chirkin, membeberkan kesalahan fatal Kremlin sebelum invasi 2022.

Menurutnya, intelijen Rusia:

  • Secara keliru percaya 70% warga Ukraina pro-Rusia
  • Meyakini Kyiv akan menyambut kedatangan pasukan
  • Menganggap perlawanan Ukraina akan minimal

Chirkin mengatakan: “Kenyataannya kebalikannya. Hampir 70% warga Ukraina menentang kita. Intelijen memberi laporan ilusi, bukan fakta.”

Dia menambahkan bahwa Rusia kembali terjebak kesalahan historis: meremehkan musuh, melebih-lebihkan diri sendiri, dan tidak siap menghadapi perang jangka panjang.

Ia juga menyinggung Menteri Pertahanan saat itu, Sergei Shoigu, yang berdalih bahwa penarikan pasukan dari Kyiv dan Kharkiv pada 2022 adalah “gestur niat baik.” 

Chirkin membantah: “Itu bukan gestur. Itu kekalahan.”

Perkiraan NATO: Rusia Hanya Mampu Berperang Sampai Akhir 2026

Seorang pejabat senior NATO menyatakan:

  • Rusia kehilangan ±1.100 tentara per hari
  • Total korban (tewas + luka berat) telah mendekati 1,2 juta jiwa
  • Beban finansial membuat Rusia diprediksi tidak dapat melanjutkan perang setelah 2026

Dampak Kemanusiaan: Luka yang Tak Akan Sembuh

Foto-foto perbandingan Natal 2021 di Mariupol—sebelum dihancurkan Rusia—dengan Maret 2022 memperlihatkan kehancuran yang tak terbayangkan. Kota bisa dibangun kembali, tetapi trauma kolektif tidak.

Data Jerman menunjukkan:

  • Tahun 2024, Rusia mengimpor prostetik dan alat bantu tubuh senilai 50 juta euro
  • Pada 2023–2024, terdapat 290.000 penyandang disabilitas baru di Rusia
  • Total penyandang disabilitas kini mencapai 11,12 juta orang

Warganet pun menyindir: “Operasi militer khusus membuat jutaan pria Rusia kini membutuhkan operasi pada tubuh mereka sendiri.”

Putri Tidak Resmi Putin Dihadang Jurnalis Ukraina di Paris 

Peristiwa yang terjadi pada 4 Desember 2025 di sebuah galeri seni Paris menjadi viral. Liza Krivonogikh (22)—yang diakui banyak lembaga riset sebagai putri tidak resmi Putin—dihadang jurnalis Ukraina.

Jurnalis itu berkata: “Tiga minggu lalu, ayahmu membunuh saudaraku.”

Dia menambahkan secara sinis: “Pergilah ke Kyiv, kau lebih efektif daripada rudal Patriot.”

Liza menjawab: “Aku tidak berdaya. Aku tidak bertanggung jawab atas situasi ini.”

Uni Eropa Resmi Larang Gas Rusia Mulai 2027 

Pada 3 Desember 2025, Uni Eropa mengumumkan kebijakan besar:

  • Semua impor gas alam dari Rusia dihentikan mulai 31 Desember 2027

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengakui:

  • Sejak 2022, negara-negara Eropa masih membeli energi Rusia dalam jumlah besar
  • Dana itu secara tidak langsung membiayai perang Putin

Ironisnya:

  • Beberapa pemimpin Eropa menuding Trump “tidak membantu Ukraina”
  • Tetapi negara-negara yang sama terus membayar miliaran euro kepada Rusia sampai 2027

Seorang analis menyamakan ini seperti pertandingan tinju: “Zelenskyy dan Putin bertarung di atas ring. Eropa berdiri di belakang Zelenskyy sambil berkata ‘Hajar!’, tetapi mereka yang membeli sarung tinju dan handuk untuk Putin.”

Kesimpulan: Perang Memasuki Fase Baru yang Paling Berdarah

Perang Ukraina kini memasuki periode yang paling brutal sejak 2022:

  • Rusia mengalami kerugian besar di Pokrovsk
  • Moril pasukan runtuh
  • Ekonomi tertekan
  • Hubungan internasional memburuk
  • UE mulai memutus aliran uang energi ke Kremlin
  • NATO memperkirakan kemampuan perang Rusia hanya tersisa setahun lagi

Sementara itu, Ukraina meski terpukul keras tetap mempertahankan kota kunci seperti Pokrovsk—menjadikannya simbol ketahanan yang mahal, namun menentukan.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine