Beberapa Gambar Berikut Mengajarkan Apa Itu Empati dan Berpikir dari Sudut Pandang Orang Lain !

EtIndonesia. Sebuah gambar bisa merangkum beribu kata.

Gambar Pertama: Dalam Hidup, Belajarlah Melihat dari Sudut Pandang Orang Lain — Hanya yang Mau Menghargai yang Layak Memiliki

Gambar ini mengingatkan kita bahwa hidup pada dasarnya tidak mudah. Setiap kali kamu merasa hidupmu “lebih mudah”, itu artinya ada seseorang di belakangmu yang sedang menanggung bagian tersulit untukmu.

Karena itu, sering-seringlah menempatkan diri pada posisi orang lain. Hanya orang yang tahu menghargai yang benar-benar layak memiliki.

— Bersyukurlah kepada mereka yang diam-diam memikul beban untukmu.

Gambar Kedua: Dalam Cara Berpikir, Belajarlah Empati — Barulah Ada Rasa Syukur dan Pengertian

Ada seorang pria mengajak temannya yang buta untuk makan malam. Ketika sudah larut, si teman buta hendak pulang. Tuan rumah menyalakan sebuah lentera dan memberikannya pada sang tamu.

Si buta merasa marah: “Untuk apa memberiku lampu? Aku tidak bisa melihat, apa kau sedang mengejekku?”

Tuan rumah menjawab: “Aku menyalakan lampu bukan untukmu melihat—tapi agar orang lain bisa melihatmu. Kalau orang melihatmu membawa lampu di kegelapan, mereka tidak akan menabrakmu.”

Mendengar itu, si buta terharu.

Pesan pentingnya: Pemahaman berasal dari sudut pandang berbeda. Satu peristiwa yang sama, dilihat dari perspektif berbeda, akan menghasilkan pemahaman yang berbeda pula.

Belajarlah melihat dari sisi orang lain—barulah kita bisa benar-benar memahami.

Gambar Ketiga: Dalam Posisi dan Peran, Empati Adalah Bentuk Penghargaan

Kalau kamu punya seorang putri, kamu berharap keluarga mertuanya memberikan mahar yang besar. Kalau kamu punya seorang putra, kamu merasa keluarga menantumu meminta mahar terlalu banyak.

Kalau kamu punya menantu perempuan, kamu merasa dia terlalu banyak tingkah. Kalau kamu punya putri, kamu berharap dia punya suara dan dihormati di rumah suaminya.

Saat mengemudi, kamu kesal pada pejalan kaki. Saat berjalan kaki, kamu kesal pada pengemudi.

Saat bekerja, kamu merasa bosmu pelit dan terlalu menekan. Saat menjadi bos, kamu merasa karyawanmu tidak bertanggung jawab dan kurang disiplin.

Saat menjadi pelanggan, kamu merasa pedagang mengambil untung besar. Saat menjadi pedagang, kamu merasa pelanggan terlalu banyak menuntut.

Semua ini hanya menunjukkan satu hal: Jangan hanya melihat dari posisimu sendiri. Cobalah melihat dirimu dari posisi orang lain.

Empati adalah kunci. Menempatkan hati di tempat orang lain adalah kebijaksanaan.

Sebagai Manusia, Belajarlah Berpikir dari Posisi Orang Lain, dan Perlakukan Orang Lain dengan Baik

  • Mampu merasakan kesulitan orang lain adalah kepedulian.
  • Mampu memahami ketidakmudahan orang lain adalah kelapangan hati.
  • Mampu memaafkan kesalahan orang lain adalah kebesaran jiwa.

Hidup adalah gema: Apa yang kamu berikan, itu pula yang kembali padamu.

Memberi bunga, tanganmu tetap harum. Memberi cinta, cinta akan kembali padamu. Memberi kebaikan, kebaikan akan datang lagi kepadamu.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine