EtIndonesia. Pada 4 Desember 2025, penumpang terlihat mengantri di loket maskapai IndiGo di Bandara Internasional Kempegowda, Bangalore. Hari itu, maskapai terbesar India tersebut membatalkan lebih dari 1.200 penerbangan, menyebabkan ribuan penumpang terlantar dan bandara di seluruh negara mengalami kekacauan.
Menurut laporan, pembatalan penerbangan IndiGo meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Maskapai tersebut melaporkan kepada Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) bahwa situasi ini diperkirakan baru bisa sepenuhnya pulih setelah 10 Februari tahun depan.
DGCA dalam pernyataannya mengatakan bahwa jumlah pembatalan penerbangan IndiGo meningkat drastis dan jauh melampaui tingkat rata-rata.
Menurut pernyataan tersebut, penyebab kemungkinan terbesar adalah penerapan aturan baru mengenai batas waktu kerja awak pesawat, sementara IndiGo dinilai kurang siap dan kemampuan penyesuaiannya tidak memadai. IndiGo juga mengakui bahwa kebutuhan mereka terhadap awak pesawat jauh lebih tinggi dari perkiraan.
IndiGo telah dua kali menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah kekacauan terjadi. Maskapai ini memberitahukan kepada DGCA bahwa mereka sedang berupaya memperbaiki keadaan, namun membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Situasi diperkirakan baru bisa kembali normal sekitar 10 Februari 2026.
CEO IndiGo, Pieter Elbert, menjelaskan bahwa berbagai kendala operasional — termasuk gangguan teknis ringan pada pesawat, jadwal penerbangan musim dingin, cuaca buruk, hingga aturan baru penjadwalan awak pesawat — telah menumpuk dan memicu serangkaian dampak negatif.
IndiGo adalah maskapai terbesar di India dan mengoperasikan sekitar 60% rute domestik negara tersebut. Sejak awal minggu ini, lebih dari 1.000 penerbangan telah dibatalkan, menyebabkan ribuan penumpang terlantar di berbagai bandara. Pembatalan besar-besaran ini telah berlangsung beberapa hari dan tidak dapat sepenuhnya diperbaiki dalam waktu dekat.
IndiGo mengoperasikan lebih dari 2.300 penerbangan setiap hari dan selama ini dikenal memiliki ketepatan waktu yang tinggi. Namun pada 2 Desember, tingkat ketepatan waktunya anjlok menjadi hanya 35%, dan pada 3 Desember bahkan turun lagi menjadi 19,7%.
Pada 4 Desember saja, IndiGo membatalkan 550 penerbangan. Bandara Delhi membatalkan sedikitnya 172 penerbangan, Bandara Mumbai membatalkan 118 penerbangan, dan Bandara Bangalore membatalkan 100 penerbangan.
Sepanjang November, IndiGo membatalkan total 1.232 penerbangan. Bahkan, banyak penerbangan lainnya mengalami keterlambatan. Tingkat ketepatan waktu maskapai tersebut turun dari 84,1% pada Oktober menjadi 67,7% pada November. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


