Wabah flu di Tiongkok terus meningkat. Berbagai jenis virus influenza menyebar luas, dan rumah sakit di berbagai daerah penuh sesak. Laporan menyebutkan bahwa banyak orang di kantor maupun sekolah tertular. Selain itu, virus flu menyebar sangat cepat di taman kanak-kanak di Beijing, hingga banyak TK hampir “habis semua” karena siswa yang sakit.
EtIndonesia. Menurut data pemantauan terbaru dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Tiongkok, dari sampel pasien ISPA yang diambil di rumah sakit sentinel, hampir 45% positif terinfeksi virus influenza.
Aktivitas flu di hampir semua provinsi berada pada tingkat menengah hingga tinggi. Laporan kasus penularan di sekolah terus meningkat, dan tingkat positif pada kelompok usia 5–14 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lain. Sementara itu, virus RSV, rhinovirus, dan enterovirus juga menunjukkan aktivitas tertentu.
Menurut laporan Ming Pao pada 5 Desember, sejak pekan lalu, TK di Beijing mengalami lonjakan kasus flu, dan banyak TK hampir “lumpuh total”.
Laporan tersebut menceritakan seorang anak berusia 5 tahun bernama Beibei, yang belajar di kelas besar sebuah TK di Distrik Chaoyang, Beijing. Sejak minggu lalu, siswa di kelasnya mulai tertular flu satu per satu, hingga akhirnya seluruh kelas diliburkan selama seminggu.
“Awalnya anak saya demam tinggi, semuanya di atas 39°C. Setelah demam turun, masih ada batuk dan pilek. Butuh sekitar 7 sampai 10 hari sampai benar-benar sembuh.”
Anak tersebut demam selama 3–4 hari dan dinyatakan positif influenza A. Orang tuanya sangat cemas setiap hari.
Seorang warga Beijing mengatakan kepada NTD: “Sekarang di Beijing tidak tahu virus apa yang sedang menyebar. Gelombang ini benar-benar parah. Saya sendiri sudah sakit empat hari. Influenza A ini datangnya sangat cepat dan ganas. Ketika saya periksa, dokter bilang jenis ini sangat mudah menular.”
Menurut laporan Sina.com:
“Banyak orang di kantor sudah kena.”
“Di kelas anak saya, lebih dari sepuluh siswa izin sakit.”
Topik flu menjadi pembicaraan sehari-hari warga Hangzhou dalam beberapa hari terakhir.
Di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Zhejiang, area poliklinik pernapasan dan klinik demam dipenuhi pasien. Suara batuk terdengar di mana-mana, dan semua orang duduk berjarak sambil mengenakan masker. Pada 2 Desember pukul 10:30 pagi, sistem antrian menunjukkan lebih dari 50 nomor telah dipanggil.
“Jumlah pasien di klinik demam meningkat. Dalam sepekan terakhir kenaikannya sangat jelas, naik sekitar 3 hingga 4 kali lipat dari biasanya. Jumlah pasien dalam satu hari sudah menembus lebih dari 100 orang,” ujar Kepala Departemen Pernapasan rumah sakit tersebut, Sun Yilan.
Berbeda dengan biasanya, kini kelompok usia SMP yang menjadi kelompok paling banyak terkena, bukan lagi siswa SD.
Pada 2 Desember, Rumah Sakit Rakyat Ketiga Kota Shenzhen mendeteksi 66 kasus positif influenza A dan B dalam sehari.
Pada 4 Desember, dokter anak di Beijing, Wang Shuying, menulis di Weibo bahwa gelombang pertama anak-anak yang gagal melakukan pencegahan flu mulai berdatangan. Ia menyebut kasus seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang mulai demam 3 hari setelah kakaknya dinyatakan positif flu. Si adik diberi oseltamivir sebagai pencegahan selama 3 hari, namun tetap terserang flu A dan positif melalui tes PCR. (hui)


