Inilah yang Seharusnya Dilakukan Pria yang Ingin Sukses — Saat Usia Sudah Masuk Dua Puluhan

EtIndonesia. Pria yang seharian hanya mengikuti gosip dunia hiburan—apa yang bisa kamu harapkan dari hidupnya? Pria yang tiap hari cuma main game, nongkrong main catur, atau hidup tanpa arah—apa yang bisa kamu harapkan dari masa depannya?

1. Memiliki Rasa Percaya Diri dan Wibawa Pribadi

Ketika seorang pria memasuki usia dua puluhan, dia harus mulai belajar mengelola dirinya dengan sungguh-sungguh—baik dalam cara berpikir, karakter, maupun pembawaannya.

Percaya diri adalah kualitas terpenting seorang pria. Pria yang percaya diri seperti burung camar yang tetap terbang gagah di tengah badai. Dalam hatinya hanya ada satu kalimat: “Biarkan badai datang lebih kencang, aku tidak takut!”

Pria yang penuh percaya diri menular—dia mampu membuat orang lain ikut percaya: baik sahabat maupun lawan. Jika ingin orang lain memiliki keyakinan padamu, kamu harus lebih dulu punya keyakinan pada dirimu sendiri. Pria yang percaya diri mampu menaklukkan segala tantangan.

Pria yang berwibawa bagaikan samudra—menerima tetes kecil maupun sungai besar. Dia lapang dada, tidak perhitungan, tidak sibuk mencari perhatian. Orang seperti ini justru lebih terlihat elegan, dewasa, dan menarik.

Ada pepatah lama: “Di dalam perut perdana menteri bisa muat sebuah kapal.”

Pria yang lapang dada, hatinya bisa menampung dunia.

2. Membiasakan Diri Membaca dan Menulis

Ketika seorang pria memasuki usia dua puluhan, dia mulai melangkah ke dunia nyata. Dalam pergaulan, cara berbicara, wawasan, dan etika adalah hal yang paling menentukan apakah seseorang dihormati atau tidak.

Pria yang berpengetahuan adalah pria yang rajin membaca. Pria yang bijaksana adalah pria yang sering menulis.

Sesibuk apa pun, sisihkan waktu untuk membaca dan menulis. Keduanya dapat mengubah pola pikir, memperbaiki tindakan, dan membentuk karakter.

Membaca buku ibarat berkenalan dengan seorang guru yang menuntun perjalanan hidupmu. Hidup seorang pria yang dekat dengan buku akan selalu penuh warna. Waktu yang dia habiskan untuk menulis akan membuat pikirannya tajam, tenang, dan matang.

Pria yang mencintai buku dan menulis akan memiliki mentalitas yang sehat, sebab dia menyadari bahwa pengetahuan itu tidak ada batasnya—semakin dicari, semakin luas.

Pencarian inilah yang membuat seorang pria tidak mudah menyerah. Dalam proses itu, dia ditempa oleh angin dan badai, hingga tumbuh menjadi pohon besar yang kokoh. Buku membuat pria tenang, menulis membuat pria dewasa.

3. Belajar Menemukan Kebenaran, Kebaikan, dan Keindahan dalam Hidup

Di usia dua puluhan, seorang pria harus belajar menghadapi hidup dengan hati yang jernih.

Apa itu “kebenaran”?

Banyak pria zaman sekarang tidak mengerti, karena hidup terlalu terburu-buru dan penuh kepura-puraan.

“Kebenaran” berarti jujur pada diri sendiri dan orang lain. Tidak menipu diri, tidak menipu siapa pun. Kejujuran adalah tanda kedewasaan seorang pria.

“Baik” berarti bersikap lembut kepada orang lain. Tidak mempersulit orang lain, tidak menyakiti, tidak merendahkan—itu semua adalah bentuk kebaikan. Kadang satu kebaikan kecil dapat menjadi benih yang membuat hidupmu jauh lebih bahagia.

Filsuf pernah berkata: “Yang tidak kurang dalam hidup adalah keindahan—yang kurang adalah mata yang mampu menemukannya.”

Benar adanya. Jangan hanya menghitung kesialan, karena itu hanya akan menambah sengsara. Jika kamu merasa hidup kurang beruntung, itu hanyalah karena kamu belum belajar melihatnya secara optimis.

Lihatlah cahaya matahari—di situ ada kehangatan. Kejar harapan—di situ ada keindahan.

4. Berteman dengan Orang yang Punya Pikiran dan Nilai Hidup

Di usia dua puluhan, pria harus belajar memilih lingkungan pergaulan. Lingkaran pertemanan akan mempengaruhi masa depan seseorang.

Pria harus banyak bergaul, tapi jangan salah memilih teman. Pilih teman yang jujur dan bisa menegurmu demi kebaikan—itulah true friends, teman yang meningkatkan kualitas hidupmu.

Teman seperti ini biasanya juga orang-orang hebat. Namun untuk memiliki mereka, kamu harus menunjukkan ketulusan dan kejujuran yang sejati.

Teman yang punya pemikiran dalam akan tahu apakah kamu benar-benar menganggapnya teman atau hanya memanfaatkannya. Persahabatan sejati tidak membutuhkan tujuan terselubung.

Justru teman-teman seperti inilah yang akan mengulurkan tangan saat kamu berada di titik paling sulit.

Persahabatan adalah salah satu faktor terpenting dalam hidup seorang pria. Jika ingin hidup sebagai pria sejati, perbanyaklah teman yang berkualitas tinggi.

5. Mulailah Membuang Kebiasaan Buruk

Ketika seorang pria memasuki usia dua puluhan, dia harus belajar meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk memang terbentuk dari waktu ke waktu—begitu pula kebiasaan baik. Membentuk kebiasaan baik sama artinya dengan menghapus kebiasaan buruk.

Jika seorang pria sudah menginjak usia dua puluhan tetapi masih memiliki berbagai kebiasaan buruk, itu adalah hal yang sangat disayangkan. Kebiasaan-kebiasaan buruk itu akan menghalangi perkembangan hidupmu, meredupkan semangatmu, bahkan membuat kariermu sulit berkembang.

Jika sampai sekarang kamu masih hobi bangun siang, maka sinar mentari pertama takkan pernah menyapa wajah cerahmu. Jika sampai sekarang kamu masih suka menunda-nunda, kamu tidak akan pernah berdiri di podium juara. Jika sampai sekarang kamu belum belajar untuk aktif bekerja dan belajar dengan sendirinya, masa depanmu pasti hanya akan berwarna abu-abu—tanpa cahaya, tanpa kejutan.

Tidak ada pria yang menginginkan hidup yang suram. Setiap pria berharap hidupnya penuh warna. Karena itu, lelaki di usia dua puluhan wajib membersihkan diri dari kebiasaan buruk agar hidupnya menjadi lebih cerah.

6. Belajar Bersabar dan Berlapang Dada

Masuk usia dua puluhan, seorang pria harus belajar menahan diri dan menjadi pribadi yang penuh toleransi.

Dalam hidup akan selalu ada hal-hal yang membuatmu tidak nyaman, namun kamu tetap harus menerimanya. Di sinilah kesabaran diuji. Sabar pada orang lain sebenarnya adalah bentuk kemurahan hati. Pria yang mampu memaafkan akan tampak jauh lebih besar dan dewasa.

Pria yang sukses biasanya adalah pria yang mampu menahan tekanan, menahan hinaan, serta bertahan dalam kesulitan. Pria yang sanggup menahan sepi, adalah pria yang tidak pernah takut menghadapi sunyi. Kesabaran seorang pria bukan untuk menyerah, tapi untuk meledak pada saat yang tepat.

Ketika seseorang mencaci kamu sebagai “bodoh”, kadang lebih bijak menjawab: “Ya, saya memang bodoh,”—cukup untuk membuatnya terdiam. Jika ada orang yang menuduhmu tanpa alasan, jangan membuang waktu untuk berdebat. Itu hanya membuatmu marah.

Daripada melukai orang lain, lebih baik belajar memaafkan. Memaafkan adalah obat paling ampuh untuk menyembuhkan luka—baik luka sendiri maupun luka orang lain.

7. Menjaga Pola Pikir Positif dan Kesehatan Tubuh

Pria usia dua puluhan harus belajar mengelola pikiran dan menjaga tubuh.

Tubuh adalah modal revolusi,  mental adalah mesin pendeteksi uang palsu—cermat, peka, dan menentukan arah hidupmu.

Jika ingin memiliki kekayaan, kamu harus memiliki tubuh yang kuat. Jika ingin bertahan lama di puncak, kamu harus memiliki mental yang optimis.

Menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan tidur cukup adalah fondasi kesehatan. Jangan terlalu takut gagal, jangan terlalu takut kehilangan. Kerja keraslah, dan biarkan mental positif memimpin langkahmu.

Kamu tidak harus lari pagi setiap hari. Waktu yang diperlukan sebenarnya tidak banyak, yang dibutuhkan hanyalah komitmen dan keteguhan. Tapi kamu harus tetap menjaga tubuh tetap bergerak—jalan kaki adalah pilihan terbaik, membuat badan segar dan pikiran hidup.

Di musim dingin, kamu boleh tidak mandi air dingin—itu tidak masalah. Tapi sempatkanlah mencuci wajah dengan air dingin. Itu membantu mencegah flu dan menjaga pikiran tetap jernih.

Kamu boleh gagal, tapi jangan pernah kehilangan mental pemenang. Jika kamu mampu mengalahkan dirimu sendiri, tidak ada lagi musuh yang perlu ditakuti.

8. Pertahankan Senyummu, Jadikan Sopan Santun sebagai Kartu Namamu

Saat memasuki usia dua puluhan, pria harus belajar tersenyum.

Wajah yang ramah menunjukkan bahwa kamu orang baik—dan semua orang suka berurusan dengan orang baik. Jangan biarkan rasa suntuk menempel di wajahmu, itu hanya membuat orang menjauh.

Bagaimana orang menilai dirimu, sering kali ditentukan dari satu hal sederhana: apakah kamu menyapa dengan senyum atau tidak.

“Detail menentukan kemenangan,” dan salah satu detail terpenting adalah sopan santun.

Pria yang sopan tahu bagaimana menghargai orang. Dan karena sopan santun itulah, orang lain akan memberikan kesempatan dan kepercayaan padamu.

Senyuman dan sopan santun adalah kartu nama seorang pria— kartu akses menuju kesuksesan.

9. Kejarlah Wanita yang Benar-benar Kamu Cintai—Kamu Takkan Pernah Menyesal

Pria usia dua puluhan biasanya mulai merasakan kerinduan yang kuat akan cinta. Ini wajar, dan tidak perlu ditekan.

Pria paling polos, paling tulus, paling menggemaskan adalah pria yang sedang jatuh cinta. Jika kamu mencintai seorang wanita tapi tidak tahu apakah dia mencintaimu, carilah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanmu.

Apakah dia menerima atau menolak, itu tergantung nasib dan usahamu. Yang penting, kamu pernah berjuang.

Pria harus tahu: yang paling wanita butuhkan adalah pria yang benar-benar mencintainya.

Cinta tidak bisa dipaksakan. Jangan sampai karena tidak mendapatkan cinta, kamu malah kehilangan persahabatan. Bisa berteman dengan seseorang yang pernah kamu cintai adalah rezeki yang jarang ada.

Cinta itu suci karena ia lahir dari kemauan hati, bukan paksaan. Cinta adalah wujud penghormatan dan kepercayaan manusia satu sama lain.

Karena itu, pria harus menghormati pilihan wanita yang dia cintai. Percayalah, pilihannya pasti demi kebahagiaannya sendiri.

Selama hidupmu kamu pernah mengejar wanita yang benar-benar kamu cintai, maka kamu tidak akan pernah menyesal.

10. Berjuang Sepenuh Hati demi Kariermu

Ketika seorang pria memasuki usia dua puluhan, dia harus mulai mengorbankan tenaga, waktu, dan pikiran demi kariernya. Bagi pria, karier bukan sekadar pekerjaan—karier adalah nilai diri, harga diri, dan fondasi hidup.

Karier seorang pria tidak harus luar biasa besar, tetapi harus punya pencapaian yang membuatnya bangga. Pria yang memiliki ambisi adalah pria yang tidak mau hidup biasa-biasa saja; pria yang punya tanggung jawab adalah pria yang tidak gentar menghadapi kesulitan.

Pria menjadi “besar” karena kariernya membuatnya dihormati dan dipercaya.

Sebagai pria, kamu harus rela memberikan segalanya demi karier. Kalau ingin sukses, kamu harus berani membayar harga. Jika tidak mau berkorban, maka bersiaplah kehilangan lebih banyak— bahkan mungkin kehilangan segalanya.

11. Cinta dan Karier Bisa Dimiliki Bersamaan

Banyak orang berkata : “Pria kalau memilih cinta akan kehilangan karier, pria kalau mengejar karier akan kehilangan cinta.”

Aku tidak setuju.

Justru pria yang hidupnya dipenuhi cinta, biasanya berkarier lebih kuat. Karena pria yang dicintai akan memiliki motivasi lebih besar, hati lebih matang, jiwa lebih stabil—dan itu membuatnya lebih berani membangun masa depan.

Cinta dan karier sebenarnya tidak saling bertentangan.

Jangan percaya kata-kata pesimis seperti : “Pernikahan adalah kuburan cinta.”
Itu terlalu berlebihan.

Pernikahan bukan kuburan cinta, melainkan bentuk cinta yang lebih matang dan bertanggung jawab.

Cinta berarti saling memahami. Cinta berarti saling mendukung. Cinta berarti bahu-membahu menghadapi kesulitan hidup.

Ketika pria dan wanita saling membantu—  baik dalam kehidupan maupun dalam karier— mereka berdua dapat menuai kesuksesan ganda: cinta yang bahagia dan karier yang cemerlang.

12. Dalam Segala Hal, Usahakan Lebih Baik daripada Wanita

Ketika seorang pria memasuki usia dua puluhan, dia harus belajar berbuat lebih baik daripada wanita, dalam hal apa pun. Bukan karena pria harus mengalahkan wanita, tapi karena wanita yang berusaha sering kali mudah melampaui pria.

Hari ini, wanita memiliki posisi yang semakin tinggi. Mereka punya kemampuan, kompetensi, dan hak memilih pasangan. Kalau seorang pria tidak bisa lebih baik—atau setidaknya sama baiknya— lalu atas dasar apa seorang wanita akan memilihnya?

Wanita hari ini mampu bersaing dalam dunia yang dulu didominasi pria— dan sering kali meraih hasil lebih cemerlang.

Karena itu, seorang pria harus:

  • Unggul di bidang yang memang khas untuk pria,
  • Tetapi juga mampu bekerja baik di bidang yang biasanya dikerjakan wanita.

Pria yang meningkat di dua sisi ini akan menjadi pribadi yang kuat, matang, dan layak dipilih.

13. Bantu Istrimu Menggapai Mimpinya

Jika seorang pria di usia dua puluhan sudah menikah, maka ia harus membantu istrinya mewujudkan impiannya.

Ada pepatah: “Pria menaklukkan dunia untuk mendapatkan wanita, wanita menaklukkan pria untuk menaklukkan dunia.”

Jika seorang wanita sudah memilihmu—artinya dia sudah “menaklukkanmu”. Maka kamu harus membantunya “menaklukkan dunia”.

Mimpi seorang wanita tidak hilang hanya karena ia menikah, bahkan justru menjadi semakin kuat. Walaupun dia tidak selalu menunjukkannya, kamu harus memahami keinginannya.

Istri adalah inti kehidupan seorang pria. Kalau ia bahagia, kehidupan pria pun tenang. Kalau dia menderita, keluarga menjadi kacau.

Karena itu, hal terbesar yang bisa dilakukan seorang pria adalah:

  • tahu apa impian istrinya,
  • dan berusaha sekuat tenaga membantu mewujudkannya.

Itulah cinta yang sebenarnya.

14. Belajar Menjadi Lebih Berani dan Memikul Tanggung Jawab

Pria berusia dua puluhan harus mulai belajar mengangkat bahu dan menanggung tanggung jawab hidupnya.

Tanggung jawab seorang pria mencakup:

  • berbakti pada orangtua,
  • menyayangi istri dan anak,
  • membangun karier,
  • menjaga keluarga.

Semua tanggung jawab itu berat— tapi itulah tugas seorang pria.

Pria boleh menangis, tetapi tidak boleh menangis keras di depan keluarga.

Pria boleh merasa lelah, tetapi tidak boleh menyerah pada tanggung jawabnya.

Pria boleh kecewa, tetapi tidak boleh kabur dari kewajiban.

Kami hanya punya satu pilihan: menanggungnya. Karena kita adalah pria.

15. Jangan Pernah Menyerah pada Dirimu Sendiri

Pria berusia dua puluhan harus belajar satu hal penting:Jangan pernah menyerah pada diri sendiri.

Orang lain menyerah padamu karena kamu menyerah duluan. Jika kamu tidak pernah berhenti percaya pada dirimu, tidak ada seorang pun yang dapat benar-benar meninggalkanmu.

Kepercayaan diri adalah sumber kekuatan seorang pria. Pria yang tidak percaya diri tidak punya alasan untuk sukses.

Ada dua kalimat iklan yang sangat terkenal:

  • “Percayalah pada dirimu, kekuatan itu ada di dalam hati.”
  • “Saya bisa.”

Jika seorang pria mampu berkata dalam hati : “Saya bisa,” maka tidak ada satu pun hal di dunia ini yang bisa menghentikannya.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine