Pada 6 Desember 2025, di Hangzhou Safari Park, seekor beruang hitam tiba-tiba menerkam pelatihnya saat pertunjukan berlangsung. Beberapa staf berusaha memisahkan manusia dan beruang dengan memukul beruang tersebut, sementara di lokasi terdengar seekor burung beo berteriak, “Lepaskan! Lepaskan!”
EtIndonesia. Sejumlah video yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan bahwa sekitar pukul 15.50 sore itu, dua pelatih masing-masing membawa seekor beruang hitam untuk pertunjukan. Ketika salah satu beruang sedang melakukan atraksi menyeberangi pagar di atas panggung, beruang lain yang sedang menunggu di bawah panggung tiba-tiba menyerang Pelatihnya dan menjatuhkannya ke tanah.
Rekaman video memperlihatkan bahwa beruang hitam tersebut tampaknya berusaha merebut makanan di tangan Pelatih, lalu dengan cepat menerkamnya hingga terjatuh. Saat terjadi pergulatan antara manusia dan beruang, pakaian pelatih itu robek.
Pada saat itu, seorang staf perempuan memukul beruang dengan bangku plastik, sementara tiga staf pria lainnya berlari mendekat untuk menghentikan serangan beruang tersebut.
Ada juga orang yang mengambil sebatang bambu panjang dari tanah untuk memukul beruang. Sementara itu, perempuan tersebut menggunakan sebuah ring basket kecil untuk mengaitkan rantai besi di leher beruang dan mencoba menariknya menjauh.
12月6日,杭州野生動物園表演時發生意外。 pic.twitter.com/WolMTUX9g9
— ying tang (@yingtan04410735) December 7, 2025
Orang lain dari belakang mencengkeram bulu punggung beruang dan menyeretnya beberapa meter, sehingga beruang terpisah dari pelatihnya. Selama proses ini, seekor burung beo yang berada di tangannya terus berteriak, “Lepaskan! Lepaskan!” Tidak jelas apakah burung beo itu berteriak agar beruang melepaskan pelatih, atau justru meminta para staf yang memukuli beruang untuk berhenti.
Adegan beruang hitam menyerang pelatih lalu dikeroyok oleh para staf itu membuat para penonton ketakutan. Dalam video terdengar seseorang berseru, “Ya Tuhan!”
Saksi mata lainnya mengatakan bahwa semua orang di tempat kejadian sangat ketakutan dan seluruh penonton terpaku di tempat.
Setelah beruang hitam itu berhasil dipisahkan secara paksa, pelatih yang diserang tampaknya merasa kehilangan muka, lalu kembali berlari mendekat dan memukul beruang tersebut lagi. Hal ini membuat banyak saksi bingung dan berkata, “Kenapa masih maju? Masih memukul, masih memukul.”
Akhirnya, dengan diseret oleh beberapa staf, beruang hitam tersebut dibawa ke belakang panggung dan pertunjukan pun dihentikan sementara.
Video tentang beruang hitam yang menyerang Pelatih dan kemudian dikeroyok itu dengan cepat memicu perdebatan hangat. Banyak warganet berpendapat bahwa hewan tidak seharusnya dipaksa tampil:
“Memaksa hewan tampil itu tidak berperikemanusiaan! Keberadaan kebun binatang itu sendiri tidak manusiawi!!! Kalau kamu yang dikurung di kandang, apa kamu senang?”
“Hewan tidak mau jadi budak.”
“Beruang hitam: Aku sudah lama menahan ini.”
“Tak perlu diragukan, pelatihnya pasti sering menggunakan kekerasan.”
“Pelatihnya jelas bermasalah, sudah dipisahkan masih maju lagi memukul beruang.”
“Perhatikan detailnya, setelah lepas pada putaran pertama, Pelatih itu mendekati beruang lagi. Beruang itu terus mundur. Siapa pun yang pernah memelihara anjing tahu, itu tanda hewan ketakutan. Meski secara kasat mata beruang menyerang Pelatih, kebenaran di baliknya sulit dipastikan.”
“Hewan yang dipertunjukkan itu sangat menyedihkan. Saat dilatih mereka sering dipukul. Mereka patuh hanya karena takut, padahal mereka juga punya emosi. Semoga semua orang memahami kebenarannya—seperti yang sering kita katakan, tanpa permintaan, tidak akan ada penyiksaan.”
Setelah insiden ini menjadi viral, Hangzhou Safari Park pada 7 Desember merilis video tanggapan resmi yang menyatakan bahwa baik beruang maupun pelatih tidak terluka, serta menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas dampak dari kejadian ini. Saat ini kebun binatang tersebut masih beroperasi normal, namun teater pertunjukan hewan untuk sementara ditutup.
Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Wen Hui


