Video Wabah Influenza H1N1 Meledak di Daratan Tiongkok: Puncak Desember Picu Lonjakan Kematian Anak dan  Publik Khawatir

Wabah influenza A di Tiongkok memasuki masa puncak pada  Desember. Banyak rumah sakit di berbagai wilayah penuh sesak, sejumlah anak yang terinfeksi meninggal dunia sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat

EtIndonesia. Seorang warganet Tiongkok bernama pengguna akun “一朵元” mengunggah sebuah video pada 6 Desember dan mengatakan: “Pagi tadi pergi ke rumah sakit dan melihat seorang anak berusia 8 tahun terkena flu A. Demamnya tidak turun-turun, lalu mengalami komplikasi miokarditis, akhirnya meninggal, tidak bisa diselamatkan. Mendengar ibunya menangis histeris sampai menyayat hati. Ini harus benar-benar diperhatikan, demam tinggi tidak boleh ditunda-tunda.”

Dalam video tersebut terlihat di lorong rumah sakit seorang perempuan mengalami gangguan emosi berat, tubuhnya nyaris tidak sanggup berdiri. Ia terus menangis sambil memanggil nama putrinya, sementara beberapa orang di sekitarnya menopangnya. Pemandangan ini membuat hati siapa pun terasa perih.

Seorang warganet menulis di kolom komentar: “Flu A yang terkutuk ini kenapa tidak ada cara pengobatannya? Kenapa virus ini tidak bisa dikendalikan?”

Warganet lain mengungkapkan bahwa gelombang flu A kali ini sangat ganas. Dokter menyebut sudah ada beberapa anak yang meninggal dunia : “Semua orang harus benar-benar waspada terhadap flu A. Jika demam tidak turun dalam dua hari, segera rawat inap dan infus. Saya dengar dari dokter, kali ini sudah ada beberapa anak yang meninggal. Jangan sekali-kali menunda di rumah, karena bisa berkembang menjadi kondisi berat.”

Pihak resmi PKT menyatakan bahwa flu A telah merebak di berbagai daerah di Tiongkok. Banyak rumah sakit penuh sesak, sudah ada anak-anak yang meninggal setelah terinfeksi, dan juga muncul banyak pasien dengan kondisi parah.

Pada 7 Desember, seorang warganet dari Zhejiang dengan nama akun “蜜遇” mengunggah foto sambil menulis: “Sangat mengerikan, hanya karena flu A, poliklinik anak sudah penuh selama 24 jam.”

7 Desember, poliklinik anak di sebuah rumah sakit di Zhejiang penuh selama 24 jam

(Tangkapan layar dari internet)

Menurut laporan Dahe Daily, Wakil Kepala Dokter Unit Perawatan Intensif Anak (PICU) Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou, Huo Yufeng, mengatakan bahwa dalam kasus pasien kritis yang baru-baru ini dirawat, seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang baru demam selama sehari tiba-tiba mengalami kejang. Saat diperiksa, sudah ditemukan kerusakan otak. Berkat penanganan intensif, kondisi tersebut berhasil dicegah agar tidak berkembang menjadi ensefalopati nekrotik akut.

Huo Yufeng menjelaskan: “Ensefalopati nekrotik akut berkembang sangat cepat. Biasanya terjadi 1–3 hari setelah terinfeksi flu A. Dalam waktu singkat, dapat muncul nekrosis simetris pada otak, dengan tingkat kecacatan yang sangat tinggi dan prognosis yang buruk. Dalam kasus berat, kondisi ini mengancam nyawa.”

Kasus lainnya adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun (nama samaran Gao Ming) yang tiba-tiba mengalami demam tinggi dan sesak napas. Saat dibawa ke rumah sakit, hasil pencitraan paru-parunya sudah menunjukkan area putih luas atau yang dikenal sebagai “paru-paru putih”. Kondisinya sangat kritis. Setelah dilakukan perawatan dengan ECMO, barulah ia berhasil diselamatkan dari kondisi berbahaya.

Saat ini, penyebaran flu A di Tiongkok berlangsung sangat cepat. Pihak resmi PKT menyatakan bahwa strain yang dominan adalah influenza A tipe H3N2, yang memiliki daya patogen lebih kuat, lebih mudah menular, dan tidak memiliki obat khusus yang efektif.

Kepala Dokter Departemen Penyakit Menular Terpadu Rumah Sakit You’an Beijing yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Beijing, Li Tongzeng, sebelumnya menyatakan bahwa bulan Desember merupakan puncak infeksi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok melaporkan bahwa tingkat positif influenza secara nasional telah mendekati 45%.

Video dan unggahan yang beredar di media sosial Tiongkok menunjukkan bahwa banyak sekolah mengalami infeksi skala besar. Banyak kelas terpaksa menghentikan kegiatan belajar, bahkan sejumlah guru juga ikut terinfeksi.

(Tangkapan layar dari internet)

Dalam grup media sosial guru di sebuah sekolah, diumumkan jumlah siswa yang meminta izin tidak masuk sekolah setelah terinfeksi flu A.

(Tangkapan layar dari internet)
(Tangkapan layar dari internet)

Banyak warga mempertanyakan apakah yang disebut sebagai “flu A” sebenarnya adalah virus COVID-19, dan bahwa PKT mengganti istilah tersebut demi menjaga stabilitas sosial. (Hui)

Laporan gabungan oleh  Luo Tingting / Fan Ming

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine