Kearifan Hidup: Teruslah Berbuat Baik, Maka Kebahagiaan Akan Mendekati

EtIndonesia. Teruslah menjadi pribadi yang baik, maka kebahagiaan akan selalu berada tak jauh dari dirimu. Apa pun yang kamu berikan, suatu hari akan kembali kepadamu.

Ketika kamu menyakiti orang lain, pada akhirnya — dalam jangka panjang — kamu sebenarnya sedang menyakiti dirimu sendiri. Mungkin saat ini kamu belum menyadarinya, tetapi konsekuensinya pasti akan berbalik suatu hari nanti.

Apa yang kamu lakukan terhadap orang lain, pada dasarnya adalah apa yang kamu lakukan terhadap dirimu sendiri. Ini adalah salah satu ajaran terbesar sepanjang sejarah manusia.

Ketika kamu menyakiti seseorang, yang sesungguhnya menerima dampaknya bukan hanya orang itu, tetapi dirimu juga. Begitu pula ketika kamu memberi, menolong, atau berbuat baik kepada orang lain — yang menerima manfaat terbesar bukanlah mereka, melainkan dirimu sendiri. Apa pun yang kamu beri kepada orang lain, sebenarnya kembali padamu.

Filosofi Petani

Ada seorang petani yang benih jagungnya selalu memenangkan penghargaan sebagai jagung terbaik setiap tahun. Anehnya, dia juga selalu membagikan benih unggulnya itu kepada para petani lain tanpa ragu.

Ketika ditanya mengapa dia begitu dermawan, dia menjawab: “Ketika angin berhembus, serbuk sari akan menyebar kemana-mana. Jika tetanggaku menanam benih jagung yang buruk, maka penyerbukan silang akan merusak kualitas jagungku. Karena itu, aku ingin semua orang menanam benih terbaik.”

Jawaban itu terlihat sederhana, tetapi menyimpan hikmah yang mendalam: Apa yang kamu lakukan untuk orang lain, hakikatnya adalah apa yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri.

Apa pun yang kamu ingin dapatkan, berikanlah itu kepada orang lain terlebih dahulu.

Resep Ajaib yang Selalu Ampuh

Seperti petani tadi: Kalau kamu ingin memiliki benih unggulan, berikanlah benih unggulan itu kepada orang lain.

Jika kamu ingin dicintai, cintailah orang lain dulu. Jika kamu ingin diperhatikan, perhatikan orang lain lebih dulu. Jika kamu ingin diperlakukan dengan baik, perlakukan orang lain dengan baik.

Ini adalah resep yang selalu berhasil, dalam situasi apa pun.

Jika kamu ingin memiliki sahabat yang tulus, jadilah sahabat yang tulus lebih dulu. Tidak lama kemudian kamu akan menemukan bahwa orang lain mulai tulus kepadamu. Jika kamu ingin bahagia, sebarkanlah kebahagiaan. Tak butuh waktu lama, hatimu pun akan dipenuhi rasa bahagia itu.

Yang terbaik yang bisa kita lakukan demi diri sendiri adalah berbuat lebih banyak kebaikan kepada orang lain.

Hukum Timbal Balik Kehidupan

Apa pun yang ingin kamu alami, lakukanlah itu kepada orang lain. Bagaimana kamu ingin diperlakukan, begitulah cara memperlakukan sesama.

Jangan terlalu memperhitungkan untung rugi. Hadapi hidup dengan hati penuh welas asih, perlakukan tiap orang seakan-akan dia adalah keluarga yang pernah hadir dalam kehidupan lampau. Jika batinmu lurus, hasilnya akan mengikuti. Kamu akan memperoleh ketenangan dan kebahagiaan yang paling sejati.

Berbuat baik menanam ladang pahala. Berbuat buruk menanam ladang derita.

Apa pun yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai.

Jika kamu dingin kepada orang lain, mereka akan dingin kepadamu. Jika kamu gemar mengkritik, kamu akan mendapat lebih banyak kritik. Jika wajahmu selalu masam, jangan heran jika orang lain pun memperlakukanmu serupa.

Segala sesuatu yang kamu keluarkan dari dirimu, akan kembali lagi kepadamu.

Penyair W.H. Auden pernah berkata:  “Ketika seseorang diperlakukan dengan kebencian, dia cenderung membalas dengan kebencian.”

  • Jika kamu menjebak orang lain, suatu hari kamu akan dijebak juga.
    –  Jika kamu memberi kebahagiaan, kebahagiaan akan kembali padamu.
    – Jika kamu memberi berkat, kamu akan menerima berkat.
    – Jika kamu sering memuji, tak lama kemudian kamu akan mendengar orang lain memuji dirimu.

Apa yang kamu berikan kepada orang lain, sebenarnya adalah apa yang kamu berikan kepada diri sendiri. Apa yang kamu biarkan orang lain alami, suatu hari kamu sendiri yang akan mengalaminya. Bagaimana kamu memperlakukan orang tuamu, kelak anak-anakmu akan memperlakukanmu dengan cara yang sama.

Pelajaran dari Dongeng Klasik

Dalam salah satu kisah Grimm, seorang anak memperlakukan kakeknya dengan buruk karena sang kakek sudah renta, sering menjatuhkan makanan, dan memecahkan mangkok. Dia diusir ke sudut dapur dan hanya diberi peralatan makan dari kayu.

Namun suatu hari, si anak melihat cucunya membuat mangkok kayu kecil.

“Anakku kamu apa?” tanya sang ayah.

Anak kecil itu menjawab polos : “Untuk Ayah nanti, saat Ayah sudah tua.”

Sejak hari itu, sang ayah tersadar. Kakek dibawa kembali ke meja makan, dan keluarga itu kembali memperlakukannya dengan hormat dan kasih.

Tiga Hal yang Perlu Kita Syukuri

  1. Bersyukurlah kepada orang yang memberi kita kesempatan.
  2. Bersyukurlah kepada orang yang memberi kita kebijaksanaan.
  3. Bersyukurlah kepada orang yang menemani kita sepanjang perjalanan hidup.

Ada hal-hal yang bisa kita pahami dalam sekejap, tetapi ada hal-hal yang membutuhkan seumur hidup untuk benar-benar dimengerti.

Teruslah berbuat baik. Maka kebahagiaan akan selalu berada dekat denganmu. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine