Jangan Lupa Mengucapkan “Terima Kasih”

EtIndonesia. Seorang presiden asing pernah bertanya kepada seorang nenek berusia 104 tahun tentang rahasianya panjang umur. Sang nenek menjawab, salah satunya adalah memiliki selera humor, dan yang kedua adalah membiasakan diri untuk berterima kasih. Sejak menikah pada usia 25 tahun, dua kata yang paling sering dia ucapkan setiap hari adalah: “Terima kasih.”

Dia berterima kasih kepada suaminya, kepada orangtuanya, kepada anak-anaknya, kepada tetangganya, kepada alam yang memberinya begitu banyak kehangatan dan kasih, serta kepada setiap hari yang damai, indah, dan penuh kebahagiaan.

Setiap kali seseorang mengucapkan kata-kata ramah kepadanya, membantunya melakukan hal kecil yang sederhana, atau memberinya senyuman hangat, ia tidak pernah lupa mengucapkan “terima kasih”.

Delapan puluh tahun berlalu. Dua kata itulah—terima kasih—yang membesarkan hati sang nenek, menjaga kebahagiaannya tetap panjang, dan membuat hidupnya terus berlimpah berkat.

Seorang guru yang menderita kanker meninggal dunia. Kalimat terakhir yang dia tinggalkan untuk dunia ini hanyalah satu kata: “Terima kasih.”

Terima kasih kepada keluarga yang menjaganya siang dan malam, kepada dokter dan perawat yang merawatnya dengan sepenuh hati, dan kepada murid-murid yang datang menjenguknya.

Seorang petani di daerah pegunungan, demi berterima kasih kepada orang baik yang menemukan anaknya yang sempat hilang dan menaikkan anak itu ke bus untuk pulang, rela mencari dari rumah ke rumah di sebuah kota kecil, mendatangi ribuan alamat—hanya demi mengucapkan satu kalimat tulus: “Terima kasih.”

Seorang gadis buta memberikan hadiah ulang tahun untuk ibunya: sebuah kartu ucapan dengan tulisan braille yang dia buat sedikit demi sedikit. Sang ibu tidak bisa membacanya dan meminta orang lain untuk menerjemahkannya. Ketika tahu maknanya, dia menangis haru. Bagi sang ibu, itulah hadiah paling berharga sepanjang hidupnya.

Tulisan braille itu berbunyi: “Mama, terima kasih sudah membesarkan aku. Walaupun Mama tidak memberiku sepasang mata, tapi Mama memberiku kehidupan. Walaupun aku tidak bisa melihat Mama, aku akan mencintai Mama selamanya. Terima kasih.”

Makna yang Kita Petik

Ada orang yang pernah merangkum delapan kata penting dalam mendidik anak, yaitu:

Terima kasih、Halo、Maaf、Tolong、Sampai jumpa、Saya salah、Silakan、Permisi.

Dan kata yang ditempatkan di urutan pertama adalah: “Terima kasih.”

Dalam bahasa Inggris pun, kata yang paling sering digunakan hampir setiap hari adalah: “Thank you.”

Kadang-kadang, seribu atau sepuluh ribu ungkapan rasa terima kasih bisa dipadatkan hanya dalam dua kata itu. Membiasakan diri memiliki hati yang penuh syukur bukan hanya sopan santun—itu adalah dasar dari peradaban, inti dari etika, dan sesuatu yang memang seharusnya selalu kita lakukan.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine