Lansia Berusia 88 Tahun Masih Bekerja di Supermarket, Netizen Kumpulkan Rp 32 Miliar untuk Membantunya Menjalani Masa pensiun dengan Tenang

EtIndonesia. Di sebuah supermarket di Detroit, Amerika Serikat setiap hari orang-orang dapat melihat seorang kakek berambut putih berdiri di depan kasir, melayani pelanggan dengan senyuman. Namun, tak banyak yang tahu bahwa usianya sudah 88 tahun. Pada usia yang seharusnya menikmati masa pensiun, ia justru masih harus bekerja keras demi menyambung hidup. Tak disangka, sebuah video yang direkam secara kebetulan mengubah hidupnya sepenuhnya, sekaligus memperlihatkan kehangatan dan keajaiban kebaikan kepada dunia.

Tokoh utama cerita ini bernama Ed Bambas. Meski sudah lanjut usia, ia tetap bekerja 40 jam per minggu, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup paling dasar.

Ketika masih muda, Bambas pernah masuk dinas militer. Setelah pensiun dari militer, ia bekerja di General Motors dan akhirnya pensiun dengan lancar pada tahun 1999.

Namun, kehidupan yang awalnya sederhana dan tenang berubah drastis pada tahun 2012. Ketika General Motors bangkrut, dana pensiun yang menjadi tumpuan hidupnya pun hilang. Keadaan semakin buruk ketika istrinya, yang telah menemaninya lebih dari 50 tahun, jatuh sakit parah. Untuk membayar biaya pengobatan yang sangat mahal, ia menjual rumahnya dan hampir seluruh harta benda lainnya.

Tujuh tahun lalu istrinya meninggal dunia, meninggalkan rasa sepi dan tekanan hidup yang berat. Ia terpaksa kembali bekerja dan menjadi kasir supermarket. Meski kehidupannya sangat sulit, Bambas tak pernah mengeluh.

Dalam sebuah wawancara ia berkata,  “Saya sangat beruntung. Tuhan memberi saya tubuh yang masih cukup kuat untuk berdiri bekerja delapan, bahkan delapan setengah jam setiap hari.”

Titik balik muncul dari sebuah pertemuan tak terduga. Seorang influencer Australia, Samuel Weidenhofer, sedang membuat video pendek di supermarket itu dan memperhatikan kakek tua yang tetap bekerja di usia sangat lanjut. Ia tersentuh oleh kisah Bambas, langsung memberikan donasi 400 dolar, dan mengunggah videonya ke internet.

Setelah video itu beredar, kisah tersebut menarik perhatian luas. Ribuan warganet mulai berdonasi untuk membantu.

Weidenhofer lalu membuat penggalangan dana di GoFundMe untuk Bambas. Hingga 8 Desember, donasi telah mencapai hampir 2 juta dolar AS, jumlah yang cukup untuk membuat Bambas dapat menikmati masa pensiun dengan tenang. Weidenhofer juga berjanji akan membantu membuka rekening bank atau trust fund agar uang tersebut dapat disalurkan kepada Bambas dengan aman.

Saat mendengar kabar itu, Bambas—yang sebelumnya belum pernah menggunakan ponsel pintar—masih belum sepenuhnya mengerti apa itu “penggalangan dana online”. Namun matanya sudah berkaca-kaca. Sambil menangis, ia berkata: “Saya benar-benar tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada semua orang.”

Kisah ini sekali lagi membuktikan bahwa kebaikan benar-benar dapat mengubah hidup seseorang. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine