Perdana Menteri Bulgaria Umumkan Pengunduran Diri Setelah Aksi Protes Massal Meletus

Baru-baru ini, Bulgaria diguncang aksi protes besar-besaran di seluruh negeri. Puluhan ribu warga turun ke jalan, menuduh pemerintah membiarkan korupsi merajalela dan menuntut kabinet mundur. Pada 11 Desember, Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mengumumkan bahwa seluruh kabinet pemerintah mengundurkan diri.

EtIndonesia. Beberapa hari terakhir, aksi protes terus berlangsung di berbagai wilayah Bulgaria. Pada  10 Desember malam, lebih dari 100.000 warga kembali turun ke jalan di ibu kota Sofia untuk memprotes pemerintah minoritas yang dinilai gagal mengatasi masalah korupsi yang mengakar dalam.

Para demonstran sangat marah; beberapa di antaranya memproyeksikan tulisan “Turun!”, “Mafia Keluar!”, dan “Pemilu yang Adil” pada gedung parlemen dengan menggunakan laser.

Pada hari yang sama, di Plovdiv dan lebih dari 20 kota besar lainnya juga pecah aksi protes besar-besaran.

Pekan lalu, pemerintah minoritas menarik kembali rancangan anggaran 2026 di tengah gelombang protes. Rancangan tersebut berencana menaikkan iuran jaminan sosial dan pajak dividen, dan mendapat penolakan dari partai oposisi serta berbagai organisasi. Parlemen awalnya dijadwalkan melakukan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap pemerintah untuk keenam kalinya pada 11 Desember.

Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mundur dari jabatannya (tangkapan layar)

Perdana Menteri Bulgaria Zhelyazkov:  “Saya ingin memberitahu Anda semua bahwa sebelum pemungutan suara tidak percaya hari ini, pemerintah telah mengumumkan pengunduran diri.”

Zhelyazkov menambahkan:  “Baik yang muda maupun yang tua, warga dari berbagai etnis dan agama semuanya telah menyuarakan pendapat mereka. Kami mendukung kekuatan masyarakat sipil ini dan mendorongnya.”

Diketahui bahwa kemarahan para pengunjuk rasa terutama diarahkan kepada politisi dan oligarki Bulgaria, Delyan Peevski. Partai politiknya, “MRF New Beginning”, adalah pendukung koalisi pemerintahan minoritas. Para penentang menuduh Peevski “mengendalikan kebijakan pemerintah untuk kepentingan oligarkinya.” Pada Juni 2021, ia dikenai sanksi oleh pemerintah AS atas tuduhan korupsi.

Dengan populasi 6,4 juta jiwa, Bulgaria adalah salah satu negara termiskin di Eropa. Pada 1 Januari tahun depan, negara tersebut akan menjadi anggota ke-21 zona euro. Dalam beberapa tahun terakhir, politik dan masyarakat Bulgaria mengalami perpecahan serius. Dalam empat tahun terakhir saja, negara itu telah menggelar tujuh kali pemilu. (Hui)

Laporan oleh Zhang Qin, New Tang Dynasty TV

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine