EtIndonesia. Ada setangkai mawar merah yang sangat indah. Dia merasa bangga karena menjadi bunga tercantik di seluruh taman. Namun lama-kelamaan, dia merasa heran: mengapa orang-orang hanya melihatnya dari jauh dan tidak pernah mendekat?
Ternyata, di sebelahnya selalu ada seekor kodok besar yang jelek. Mawar merah itu sangat kesal dan menganggap keberadaan kodok membuat orang enggan mendekat. Dengan nada angkuh, dia memerintahkan kodok untuk segera pergi.
Kodok itu patuh dan meninggalkan tempat itu.
Beberapa waktu kemudian, ketika kodok lewat di dekat mawar merah, dia terkejut melihat keadaan bunga itu. Mawar merah tampak layu; daunnya gugur, kelopaknya hilang, dan kecantikannya sudah tidak tersisa.
Kodok bertanya : “Wahai mawar merah yang anggun, apa yang terjadi padamu? Mengapa kamu terlihat begitu buruk?”
Mawar merah menjawab dengan lemah : “Sejak kamu pergi, setiap hari ada serangga yang memakan tubuhku. Aku tidak bisa lagi menjadi seperti dulu.”
Kodok mengangguk dan berkata : “Tentu saja. Saat aku masih berada di sini, aku memakan semua serangga yang mengganggumu. Karena itulah kamu bisa menjadi bunga tercantik di taman.”
Pesan moral:
Mawar merah terlalu sombong. Dia mengira kodok jelek itu tidak berguna dan hanya menghalangi orang untuk menikmati kecantikannya. Dia mengusir kodok tanpa memikirkan perasaan atau perannya.
Namun tindakannya bukan hanya menyakiti kodok, tetapi juga menghadirkan bencana untuk dirinya sendiri.
Kisah ini mengajarkan bahwa:
- Kita harus saling menghormati,
- Saling peduli,
- Dan saling membantu.
Hanya dengan hubungan yang harmonis, kehidupan bisa menjadi indah, dan masa depan menjadi lebih cerah.(jhn/yn)


