Berani Mengambil Risiko

EtIndonesia. Bagi orang yang takut pada bahaya, bahaya ada di mana-mana.

Suatu hari di dasar laut, seekor lobster bertemu dengan seekor kelomang. Kelomang melihat lobster sedang melepaskan cangkang kerasnya, hingga hanya menyisakan tubuhnya yang lunak dan rapuh.

Dengan cemas, kelomang berkata :  “Lobster, bagaimana mungkin kamu melepaskan satu-satunya pelindung tubuhmu? Tidakkah kamu takut dimangsa ikan besar dalam sekali telan? Dengan kondisi seperti ini, bahkan arus laut yang kuat bisa menyeretmu ke bebatuan—kamu bisa mati!”

Lobster menjawab dengan tenang:  “Terima kasih atas perhatianmu. Namun kamu tidak memahami kami, para lobster. Setiap kali kami tumbuh, kami harus melepaskan cangkang lama agar bisa menumbuhkan cangkang baru yang lebih kuat. Bahaya yang kami hadapi sekarang hanyalah persiapan agar kami bisa berkembang lebih baik di masa depan.”

Kelomang pun merenung. Selama ini, dia hanya sibuk mencari tempat bersembunyi dan menumpang perlindungan, tanpa pernah memikirkan bagaimana cara membuat dirinya lebih kuat. Hidup terus di bawah perlindungan orang lain, wajar jika pertumbuhannya selalu terbatas.

Renungan

Setiap orang memiliki zona aman masing-masing. Namun jika kamu ingin melampaui pencapaianmu saat ini, jangan membatasi diri sendiri.

Beranilah menerima tantangan, isi dan kuatkan dirimu, maka kamu akan berkembang jauh lebih baik daripada yang kamu bayangkan.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine