Saat Pemimpin Pemuda Tewas Ditembak, Demonstrasi Besar-besaran Meletus di Ibu Kota Bangladesh

Setelah kabar kematian pemimpin muda Bangladesh, Hadi, yang meninggal dunia akibat luka tembak usai  dirawat sebuah rumah sakit di Singapura, demonstrasi besar-besaran pecah di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada 19 Desember dini hari. Banyak bangunan dibakar, dan ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan menuntut pihak berwenang segera menangkap pelaku.

Etindonesia. Pemimpin muda Bangladesh berusia 32 tahun, Sharif Osman Hadi, meninggal dunia pada Kamis larut malam di sebuah rumah sakit di Singapura. Ia ditembak pada Jumat pekan lalu (12 Desember) di ibu kota Dhaka saat keluar dari sebuah masjid. Penembak bertopeng menembaknya dari jarak dekat hingga peluru mengenai kepala, menyebabkan luka parah. Hadi kemudian segera dievakuasi ke Singapura untuk mendapatkan perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang terlalu serius.

Setelah kabar kematian Hadi menyebar, pada Jumat (19 Desember) dini hari terjadi demonstrasi besar di Dhaka. Sejumlah bangunan dibakar, termasuk gedung kantor dua media utama, The Daily Star dan Prothom Alo, dengan beberapa karyawan dilaporkan sempat terjebak di dalam gedung.

Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan sambil membawa bendera nasional Bangladesh. Mereka berkumpul di bawah jalan layang, meneriakkan slogan, dan bersumpah tidak akan meninggalkan lokasi hingga keadilan ditegakkan.

Salah seorang pengunjuk rasa, Khaled Syfullah, mengatakan: “Selama Hadi belum mendapatkan keadilan, kami tidak akan meninggalkan Shahbagh.”

Pengunjuk rasa lainnya, Md Yeasin Khan, menyatakan:  “Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan bagi Hadi. Kami menuntut agar pembunuh Hadi ditangkap dan dijatuhi hukuman paling berat.”

Hadi merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan mahasiswa. Pada Juli tahun lalu, kelompok mahasiswa di Bangladesh melancarkan aksi protes menentang sistem kuota penerimaan pegawai negeri, yang pada akhirnya menyebabkan Perdana Menteri saat itu, Sheikh Hasina, lengser dari jabatannya dan melarikan diri ke India. 

Hadi sebelumnya berencana mencalonkan diri dalam pemilu parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026. (hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine