Di media sosial daratan Tiongkok, beredar banyak video yang menunjukkan polisi lalu lintas Partai Komunis Tiongkok (PKT) bersembunyi di pinggir jalan untuk menghadang dan memeriksa kurir antar makanan. Baru-baru ini, tersebar video yang diklaim memperlihatkan seorang kurir makanan di Guangzhou menyergap polisi lalu lintas yang sedang bersepeda motor. Banyak warganet daratan justru bersorak dan mendukung kurir tersebut.
EtIndonesia. Media pemerintah daerah Guangxi, “Bobai Rongmedia”, melalui akun Douyin (TikTok versi daratan Tiongkok), merilis sebuah video yang disebut terjadi pada 16 Desember di Distrik Panyu, Guangzhou.
Dalam video tersebut, terlihat seorang polisi lalu lintas mengendarai motor polisi memasuki sebuah gang kecil. Di depan, seorang kurir makanan berbaju biru berdiri di pinggir jalan sambil memegang sepeda listrik. Saat melihat polisi, ia meninggalkan sepeda listriknya, berlari ke arah polisi, memukul kepala polisi tersebut, lalu menariknya turun dari kendaraan. Keduanya kemudian terlibat perkelahian.
Video lanjutan menunjukkan, setelah warga sekitar turun tangan melerai, kedua pihak berdiri di pinggir jalan dan terlibat adu argumen.
Di dunia maya ramai beredar spekulasi bahwa kurir tersebut sengaja bersembunyi di gang kecil untuk menyergap polisi lalu lintas yang sedang bertugas. Ada pula yang menduga bahwa kurir tersebut mungkin sudah dikejar polisi hingga tidak punya jalan keluar, lalu melawan karena emosi yang memuncak.
Video ini dengan cepat menjadi viral dan sempat menarik hampir 8.000 komentar. Di kolom komentar, selain segelintir warganet yang menulis komentar bernada resmi seperti “emosi adalah setan”, sebagian besar justru berpihak pada kurir makanan.
Banyak yang menanyakan dengan khawatir: “Kurirnya tidak terluka, kan?” “Kalau abang kurirnya baik-baik saja, saya jadi lega.” Ada pula yang berkomentar, “Kurir makanan sudah dipaksa sampai tidak punya jalan hidup lagi,” dan “Ini bisa dianggap pembelaan diri yang sah.”
Saat ini, video tersebut sudah tidak bisa ditemukan lagi di Douyin dan diduga telah disensor oleh platform.
Pada 18 Desember, “Bobai Rongmedia” kembali merilis video lain yang memperlihatkan seorang pria bertelanjang dada di Kabupaten Yongde, Provinsi Yunnan, memukul dengan marah sebuah kendaraan polisi khusus (SWAT). Media tersebut menyebutkan bahwa pria itu diduga sedang mabuk dan meluapkan amarah, dan telah ditangkap oleh polisi khusus.
Sebelumnya, di berbagai platform media sosial telah beredar banyak video yang menunjukkan polisi lalu lintas menghadang dan memeriksa kurir makanan. Para kurir didenda, kendaraannya disita, bahkan ada yang dipukuli secara berkelompok oleh polisi lalu lintas, sehingga memicu kemarahan luas di kalangan warganet. Banyak netizen mengecam pemerintah PKT karena dianggap tidak berperikemanusiaan, mempertanyakan mengapa tidak bisa memberi sedikit ruang hidup bagi para kurir makanan, kelompok masyarakat paling bawah.
Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas PKT dengan dalih “demi kebaikan Anda” gencar melakukan pemeriksaan ketat terhadap sepeda listrik. Selain sering menjatuhkan denda, bahkan sepeda listrik yang disita dilaporkan dijual kembali ke luar negeri.
Para analis menilai, tujuan pengetatan terhadap sepeda listrik ini pada dasarnya hanya dua: pertama, untuk “menambah pemasukan” demi keuntungan finansial; kedua, untuk “mendorong konsumsi”, dengan memaksa rakyat membeli kendaraan baru. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


