Bencana PLTN Fukushima Masih Membayangi, PLTN  Terbesar di Dunia Akan Segera Beroperasi Kembali

Parlemen Provinsi Niigata, Jepang, pada Senin (22 Desember) meloloskan mosi kepercayaan yang mendukung pengaktifan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa. PLTN terbesar di dunia ini berpeluang mulai beroperasi kembali pada awal tahun depan. Dalam beberapa tahun terakhir, demi mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, baik kalangan politik maupun masyarakat Jepang terus menyerukan agar pembangkit listrik tenaga nuklir diaktifkan kembali. Sementara itu, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap Kabinet Takaichi tetap berada di atas 70% selama tiga bulan berturut-turut, mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat Jepang terhadap kebijakan pemerintah di bidang energi dan keamanan.

EtIndonesia. Parlemen Provinsi Niigata pada Senin (22/12) meloloskan mosi kepercayaan terhadap Gubernur Hideyo Hanazumi, yang mendukung pengaktifan kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa. Hal ini menandai momen krusial menuju pengoperasian kembali pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia tersebut.

PLTN ini akan menjadi pembangkit nuklir pertama milik Tokyo Electric Power Company (TEPCO)—operator yang sebelumnya mengelola PLTN Fukushima—yang diaktifkan kembali. TEPCO juga sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali reaktor pertama dari tujuh reaktor yang ada pada 20 Januari tahun depan.

PLTN Kashiwazaki-Kariwa memiliki kapasitas pembangkit total 8,2 gigawatt, cukup untuk memasok listrik bagi jutaan rumah tangga.

Pada saat yang sama, sekitar 300 demonstran berkumpul di luar kompleks PLTN di tengah cuaca dingin, membawa spanduk bertuliskan “Tolak Nuklir”, “Menentang Pengaktifan Kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa”, dan “Dukung Fukushima”.

Ayako Oga, seorang warga yang ikut berdemonstrasi, mengatakan: “Sebagai korban bencana nuklir Fukushima, saya berharap baik di Jepang maupun di mana pun di dunia, tidak ada lagi orang yang harus menanggung akibat dari kecelakaan nuklir.”

Pada tahun 2011, setelah gempa bumi besar dan tsunami melanda Jepang, PLTN Kashiwazaki-Kariwa—yang terletak sekitar 220 kilometer di barat laut Tokyo—ditutup bersama dengan 53 reaktor nuklir lainnya. Saat itu, PLTN Fukushima Daiichi dihantam tsunami hebat, memicu bencana nuklir terparah sejak kecelakaan Chernobyl.

Anggota Dewan Kota Kashiwazaki, Yukihiko Hoshino, mengatakan:  “Banyak warga merasa khawatir. Belakangan ini pemerintah telah melakukan berbagai kampanye dan langkah lain untuk meningkatkan pemahaman publik, tetapi kekhawatiran terbesar warga setempat tetap sama: ‘Apa yang terjadi jika kecelakaan benar-benar terjadi?’ dan ‘Apakah kami bisa menyelamatkan diri?’”

Untuk mendapatkan dukungan masyarakat setempat, awal tahun ini TEPCO berjanji akan menginvestasikan 100 miliar yen (sekitar 641 juta dolar AS) ke Provinsi Niigata dalam sepuluh tahun ke depan. Namun, survei yang dirilis Pemerintah Provinsi Niigata pada Oktober menunjukkan bahwa 60% warga menilai syarat pengaktifan kembali belum terpenuhi.

Meski demikian, Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mulai menjabat dua bulan lalu, secara konsisten mendukung pengaktifan kembali PLTN guna memperkuat keamanan energi dan menghadapi kenaikan biaya impor bahan bakar fosil. Saat ini, sekitar 60% hingga 70% listrik Jepang masih bergantung pada bahan bakar fosil impor, sementara sejumlah reaktor nuklir mulai diaktifkan kembali secara bertahap.

Sementara itu, jajak pendapat yang dirilis Nikkei dan TV Tokyo pada Senin (22) menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap Kabinet Takaiichi mencapai 75%, dan telah bertahan di atas 70% selama tiga bulan berturut-turut.

Meski sebagian masyarakat masih meragukan cara pemerintah mengendalikan kenaikan harga dan ada pula kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara, secara keseluruhan masyarakat memberikan penilaian positif yang tinggi terhadap arah kebijakan dan sikap keamanan pemerintah Takaiichi.

Selain itu, seiring memburuknya hubungan Jepang–Tiongkok, menurut laporan The Paper (Pengpai News), mulai 23 Desember tahun ini hingga 5 Januari tahun depan, sebanyak 46 rute penerbangan Jepang–Tiongkok dibatalkan seluruhnya. (Hui)

Laporan komprehensif oleh reporter New Tang Dynasty, Guo Yuexi.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine