Malam pergantian tahun di Belanda berlangsung tidak tenang. Pada 1 Januari dini hari, sebuah gereja yang dibangun pada abad ke-19 di Amsterdam dilalap api. Kembang api menyebabkan dua orang tewas. Bahkan, di berbagai wilayah di seluruh negeri dilaporkan terjadi serangan yang disebut “belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap polisi dan petugas pemadam kebakaran.
EtIndonesia. Laporan kantor berita Agence France-Presse (AFP) menyebutkan, sebuah gereja di Amsterdam yang terletak di dekat taman kota yang sangat populer tiba-tiba terbakar pada 1 Januari dini hari. Menara setinggi sekitar 50 meter dari Gereja Vondel (Vondelkerk), yang dibangun pada tahun 1872, runtuh. Atap gereja mengalami kerusakan parah, namun struktur utama bangunan tetap utuh. Penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Ketua serikat polisi Belanda, Nine Kooiman, mengatakan bahwa pada malam Tahun Baru, “polisi dan petugas layanan darurat menghadapi kekerasan yang sangat parah dan belum pernah terjadi sebelumnya.” Ia sendiri, saat bertugas di Amsterdam, mengaku telah tiga kali diserang warga dengan kembang api dan bahan peledak lainnya.
Het moment dat de toren instortte https://t.co/BuFfztlh2g pic.twitter.com/JpAxt30bYh
— AT5 (@AT5) January 1, 2026
Laporan serangan terhadap polisi dan petugas pemadam kebakaran muncul dari berbagai daerah di Belanda.
Di kota Breda di wilayah selatan, bahkan ada pelaku yang melemparkan bom molotov ke arah polisi.
Sebelumnya diperkirakan pemerintah akan mulai melarang penyalaan kembang api secara pribadi. Akibatnya, warga berbondong-bondong membeli kembang api dalam jumlah besar. Meskipun beberapa wilayah telah ditetapkan sebagai zona larangan kembang api, efektivitas kebijakan tersebut masih terbatas. (Hui)


