Maduro dan Istrinya Didakwa Terkait Tindak Pidana di Pengadilan Federal AS

EtIndonesia. Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi mengatakan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, didakwa di Distrik Selatan New York. Hal demikian disampaikan Pam Bondi pada 3 Januari dini hari. 

“Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur terhadap Amerika Serikat,” kata Bondi di X. “Mereka akan segera menghadapi seluruh kedahsyatan keadilan Amerika di tanah Amerika dan di pengadilan Amerika.”

Bondi mengeluarkan pernyataan itu beberapa jam setelah Maduro dan Flores ditangkap dan dievakuasi oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat di Caracas pada 3 Januari dini hari.

“Atas nama seluruh Departemen Kehakiman AS (DOJ), saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden [Donald] Trump karena memiliki keberanian untuk menuntut pertanggungjawaban atas nama rakyat Amerika, serta terima kasih sebesar-besarnya kepada militer kita yang berani yang telah melaksanakan misi luar biasa dan sangat berhasil untuk menangkap dua terduga pengedar narkoba internasional ini.”

Jaksa Agung Pam Bondi (tengah) berbicara dalam sebuah konferensi pers di Departemen Kehakiman di Washington pada 4 Desember 2025.
Andrew Harnik/Getty Images

Pengumuman Bondi tersebut menyusul pernyataan Senator Mike Lee (Republik–Utah) yang mengatakan bahwa ia diberi tahu oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahwa serangan ke ibu kota Venezuela merupakan cara untuk melindungi aparat penegak hukum saat mereka melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap Maduro.

BACA JUGA : Tangkap Maduro, Menlu AS Tegaskan Rezim Maduro Bukan Pemerintahan yang Sah

BACA JUGA : Konfirmasi Serangan ke Venezuela, Trump Sebut Nicolás Maduro dan Istrinya Telah Ditangkap

Lee menambahkan bahwa Rubio juga mengatakan kepadanya bahwa Maduro “ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana di Amerika Serikat.”

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau juga menegaskan bahwa Maduro diperkirakan akan menghadapi proses hukum.

“Si tiran telah tumbang,” kata Landau di media sosial. “Ia kini—akhirnya—akan menghadapi keadilan atas kejahatan-kejahatannya.”

Pada tahun 2020, Maduro dan 14 pejabat Venezuela lainnya didakwa atas tuduhan narkoterorisme, korupsi, perdagangan narkoba, dan dakwaan lainnya di New York City, Miami, dan Washington, D.C.

“Cakupan dan besarnya perdagangan narkoba yang diduga itu hanya mungkin terjadi karena Maduro dan pihak-pihak lain telah merusak institusi Venezuela serta memberikan perlindungan politik dan militer bagi kejahatan narkoterorisme yang merajalela sebagaimana dijabarkan dalam dakwaan kami,” kata Jaksa AS Geoffrey S. Berman dalam siaran pers tahun 2020. 

“Sebagaimana diduga, Maduro dan para terdakwa lainnya dengan sengaja berniat membanjiri Amerika Serikat dengan kokain guna merusak kesehatan dan kesejahteraan bangsa kami. Maduro secara sangat sadar menggunakan kokain sebagai senjata.”

The Epoch Times edisi bahasa Inggris menghubungi Departemen Kehakiman AS untuk mengklarifikasi apakah Bondi merujuk pada dakwaan tahun 2020 tersebut atau tidak. 

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine