Sebuah Kisah Klasik

EtIndonesia. Lebih dari seratus tahun yang lalu, di Belgia, hiduplah seorang tukang kayu muda bernama Adolphe Sax (nama lengkapnya Antoine-Joseph Adolphe Sax). Fakta bahwa dia bisa bertahan hidup hingga dewasa saja sudah merupakan sebuah keajaiban.

Sejak kecil, hidupnya berkali-kali berada di ambang maut: dia pernah menelan jarum jahit, tanpa sengaja meminum asam sulfat, kepalanya pernah dihantam batu bata, jatuh dari lantai atas bangunan, bahkan pernah terjatuh ke atas tungku api yang baru saja padam. Namun semua musibah itu tidak menghentikannya. Pada usia 21 tahun, dia berhasil menciptakan sebuah alat musik yang sangat unik.

Alat musik itu memiliki corong tiup seperti klarinet, tabung berbentuk kerucut parabola, dan badan logam dengan tombol-tombol layaknya organ. Sebuah rancangan yang belum pernah ada sebelumnya.

Pada awalnya, Adolphe ingin memperkenalkan alat musik ciptaannya ke pusat otoritas musik dunia saat itu—lingkaran musik Paris. Namun sekeras apa pun usahanya, tidak satu pun pembuat alat musik Prancis memandang serius pemuda Belgia yang tak dikenal ini. Para tokoh musik Prancis lebih memilih alat musik yang sudah akrab bagi mereka.

Sembilan tahun berlalu begitu saja. Impiannya tak kunjung terwujud, dan Adolphe tetap hanyalah seorang tukang kayu tanpa nama.

Hingga akhirnya, kesempatan datang.

Seorang komponis memperjuangkan agar Adolphe mendapat kesempatan tampil di sebuah konser musik di Paris, bahkan secara khusus menuliskan sebuah karya untuknya. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertunjukan, musibah kembali menimpa—alat musik Adolphe terjatuh dari kereta kuda dan terbelah menjadi dua.

Kita bisa membayangkan betapa hancur perasaan Adolphe saat itu. Namun dia tidak pulang. Dia justru naik ke atas panggung sambil membawa alat musik yang rusak. Saat bermain, kedua tangannya tak boleh lepas sedikit pun—jika tidak, bagian pipa logamnya akan terjatuh. Karena itu, dia tak bisa membalik lembaran partitur dan hanya mengandalkan ingatan.

Beberapa kali, karena gugup, dia lupa bagian lagu. Maka dia memilih meniup satu nada panjang, terus berlanjut, sampai ingat kembali bagian berikutnya, lalu melanjutkan permainan.

Para penonton Prancis belum pernah mendengar suara musik yang begitu lembut, indah, dan menggugah jiwa. Seketika, mereka jatuh cinta pada alat musik tersebut. Setelah pertunjukan berakhir, Adolphe naik turun panggung hingga lima kali untuk memberi hormat, sementara tepuk tangan penonton tak kunjung reda.

Sejak saat itu, alat musik dengan suara khas ini langsung menjadi primadona di dunia musik Paris. Sebuah orkestra yang menggunakannya bahkan dengan mudah memenangkan kompetisi musik. Pemerintah Prancis kemudian menetapkannya sebagai alat musik wajib dalam band militer.

Apakah alat musik itu?

Itulah saksofon, alat musik yang kini dikenal di seluruh dunia—dinamai langsung dari nama penciptanya, Sax. Saksofon memiliki pesona luar biasa dan kekuatan ekspresi yang mampu menyaingi alat musik apa pun.

Bahkan Bill Clinton, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah menjadi pemain saksofon utama dalam band tiup negara bagian Arkansas. Beberapa tahun lalu, media masih menjulukinya sebagai “saksofonis yang tak pernah menua”.

Jika keberhasilan Adolphe Sax diibaratkan sebagai sebuah buah yang matang, maka semua penderitaan, rintangan, dan kejadian tak terduga sebelumnya hanyalah bunga kecil, daun hijau, dan ranting yang menopangnya. Justru karena adanya semua cobaan itulah, keberhasilan itu tampak begitu cemerlang dan memikat.

 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine