Asal-Usul Sepatu Kulit

EtIndonesia. Pada zaman yang sangat, sangat lampau, manusia masih berjalan dengan kaki telanjang ke mana-mana.

Suatu hari, seorang raja bepergian melewati sebuah daerah pedesaan terpencil. Jalan di sana sangat kasar dan tidak rata, dipenuhi batu-batu kecil yang tajam, hingga membuat telapak kaki sang raja terasa perih dan mati rasa.

Setelah kembali ke istana, raja mengeluarkan sebuah perintah: semua jalan di dalam negeri harus dilapisi dengan kulit sapi.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya demi kenyamanan dirinya sendiri, tetapi juga untuk kesejahteraan rakyat, agar tidak ada lagi yang harus menahan rasa sakit saat berjalan.

Namun kenyataannya, meskipun seluruh sapi di negeri itu disembelih, tetap tidak akan cukup kulit untuk menutupi semua jalan. Belum lagi biaya yang sangat besar serta tenaga manusia yang harus dikerahkan—jumlahnya tak terbayangkan. Perintah itu jelas mustahil dilakukan, bahkan terkesan konyol. Tetapi karena itu adalah titah raja, tak seorang pun berani menentangnya, hanya bisa mengeluh dalam hati.

Di tengah kebuntuan itu, seorang pelayan yang cerdas memberanikan diri memberi nasihat kepada raja : “Paduka Raja, mengapa Anda harus mengerahkan begitu banyak orang, mengorbankan begitu banyak sapi, dan menghabiskan begitu banyak uang? Mengapa tidak memotong dua lembar kecil kulit sapi saja untuk membungkus kaki Anda? Dengan begitu, semua orang pun bisa melakukan hal yang sama.”

Mendengar hal itu, raja sangat terkejut. Dia merenung sejenak, lalu segera mencabut perintah sebelumnya dan menerima usulan sang pelayan.

Sejak saat itulah, di dunia ini lahir benda yang kita kenal sebagai sepatu kulit.

Hikmah cerita:

Mengubah dunia adalah hal yang sangat sulit.  Namun, mengubah diri sendiri jauh lebih mudah.

Daripada berusaha mengubah seluruh dunia, lebih baik kita mulai dengan mengubah diri sendiri. Ketika diri kita berubah, cara kita memandang dunia pun akan ikut berubah.

Ketika hati berubah, sikap akan berubah. Sikap berubah, kebiasaan pun berubah. Kebiasaan berubah, maka hidup pun akan berubah.

Ada satu hal penting yang tidak boleh kita abaikan: semua niat baik lahir dari kasih sayang.

Pelayan itu bukanlah orang yang luar biasa cerdas. Dia hanya memiliki sedikit lebih banyak rasa belas kasih. Ia bukan semata-mata memberi saran demi raja, melainkan demi sapi, dan demi seluruh makhluk hidup di dunia ini.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine