Aksi Protes Melanda Seluruh Iran Seiring Seruan Rakyat untuk Martabat dan Perubahan

Aksi protes rakyat di Iran dalam beberapa hari terakhir terus meningkat. Demonstrasi dan pemogokan telah menyebar ke sebagian besar kota di seluruh negeri, bahkan dua kota di wilayah barat Iran dilaporkan telah dikuasai para pengunjuk rasa. Para analis menilai, gerakan ini berbeda dari gelombang protes sebelumnya dan mencerminkan kerinduan mendalam masyarakat Iran akan martabat dan kebebasan.

EtIndonesia. Meskipun otoritas Iran meningkatkan tindakan represif—menggunakan gas air mata, senapan peluru karet, dan kekerasan terhadap para demonstran—rakyat Iran tetap melanjutkan aksi protes dan pemogokan, yang kini telah meluas ke puluhan kota di seluruh negeri.

Kelompok oposisi menyatakan bahwa para demonstran telah sepenuhnya menguasai dua kota di Iran barat, yakni Kota Abdanan dan Kota Malekshah, yang terletak dekat perbatasan Irak. Warga turun ke jalan merayakan kemenangan tersebut sambil meneriakkan slogan-slogan menentang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Di Provinsi Ilam, sejumlah saksi mata mengatakan bahwa aparat berusaha menangkap demonstran yang terluka, bahkan sampai melepaskan gas air mata di dalam rumah sakit. 

Gambar yang beredar di internet memperlihatkan seorang perempuan memegang poster yang secara langsung meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan tulisan: “Tolong jangan biarkan mereka membunuh kami.”

Presiden Trump sebelumnya telah menyampaikan peringatan kepada rezim Iran.

Presiden AS Donald Trump:  “Kami memantau perkembangan situasi ini dengan sangat saksama. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya, saya rasa mereka akan menghadapi serangan keras dari Amerika Serikat.”

Penerbit Epoch Times edisi bahasa Persia, Shahzadeh Ghanai, mengatakan bahwa otoritas Iran sebenarnya sangat memperhatikan pernyataan Trump.

Shahzadeh Ghanai:  “Di dalam negeri Iran, para pemimpin sangat memperhatikan setiap ancaman langsung dari Donald Trump dan pemerintahannya. Secara lahiriah mereka mungkin tampak tidak peduli, tetapi mereka ingat bahwa tindakan Trump di masa lalu sering kali sulit diprediksi.”

Ia menambahkan bahwa hal ini sangat penting bagi rakyat Iran.

Shahzadeh Ghanai:  “Rakyat Iran merasakan bahwa kali ini mereka mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat. Pesan yang sampai kepada para pengunjuk rasa memberi mereka ketenangan psikologis, membuat mereka merasa tidak sepenuhnya diabaikan.”

Ghanai menilai gelombang protes kali ini berbeda dari sebelumnya dalam berbagai aspek. Salah satu faktor kunci adalah bergabungnya para pedagang di Bazar Besar Teheran—sebuah langkah yang jarang terjadi. Kelompok ini selama ini dikenal sangat konservatif dan biasanya menghindari keterlibatan dalam gejolak politik.

Shahzadeh Ghanai:  “Dalam kondisi normal, mereka tidak banyak ikut campur. Mereka dianggap sebagai salah satu kelompok paling konservatif di Iran, dan Bazar Besar adalah pusat perdagangan terbesar di negara ini.”

Ia juga mengatakan bahwa perbedaan lainnya adalah semakin besarnya dukungan publik terhadap putra mahkota Iran yang hidup di pengasingan, terutama di kalangan anak muda. Banyak orang turun ke jalan meneriakkan namanya sebagai bentuk dukungan terbuka.

Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, menyatakan kesediaannya memimpin pemerintahan transisi sebelum diadakannya referendum.

 “Selama bertahun-tahun, saya belum pernah melihat peluang sebesar ini muncul di Iran seperti sekarang,” katanya. 

Ghanai menambahkan bahwa suara-suara penentangan juga mulai muncul dari dalam sistem pemerintahan sendiri. Rezim kini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara sanksi dari pemerintahan Trump semakin memperberat tekanan ekonomi terhadap Iran.

Shahzadeh Ghanai:  “Mereka adalah rakyat yang cinta damai. Mereka tahu bahwa Republik Islam Iran tidak mewakili rakyat Iran yang sesungguhnya. Jika Anda pergi ke Iran, Anda akan menemukan bahwa orang Iran sangat ramah—saya bahkan berpendapat mereka adalah salah satu bangsa paling ramah di dunia. Mereka terkenal sangat hangat dan bersahabat terhadap para tamu. Namun, hal itu tidak tercermin dalam pemberitaan media. Karena itulah mereka ingin menjadikan Iran besar kembali dan memulihkan citra-citra indah tersebut.”

Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat telah mengerahkan 12 pesawat militer ke dua pangkalan di wilayah Inggris, memicu spekulasi apakah pesawat-pesawat tersebut akan digunakan jika situasi di Iran semakin memanas. (Hui)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Daniel Monahan dan Wang Yanjiao, dari Washington, D.C., Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine